TIMIKA, Koranpapua.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika berharap PT Freeport Indonesia (PTFI) terus membuka ruang promosi bagi produk kerajinan lokal.
Tujuanya agar semakin banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat kesempatan memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
Ketua Harian Dekranasda Mimika, Nella Manggara, mengatakan pameran dan penjualan produk lokal menjadi kesempatan bagi pengrajin untuk memperkenalkan hasil karya sekaligus menjangkau pembeli secara langsung.
Menurutnya, dukungan perusahaan melalui kegiatan promosi dapat membantu pengrajin yang selama ini masih membutuhkan akses pemasaran lebih luas.
“Harapan kami, ke depan kegiatan seperti ini bisa kembali dilaksanakan. Melalui kesempatan ini, kami dapat mengambil produk dari para pengrajin untuk dipamerkan, dipromosikan, dan dijual, kemudian hasilnya dikembalikan kepada mereka,” ujar Nella Selasa 27 Oktober 2026.
Ia mengakui, jumlah pengrajin di Mimika cukup banyak sehingga belum semuanya dapat terakomodasi dalam program promosi yang tersedia.
Karena itu, diperlukan dukungan dan pola kerja sama yang memungkinkan lebih banyak pelaku UMKM memperoleh kesempatan memasarkan produknya.
Nella menegaskan, pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi antara Dekranasda, pemerintah daerah, dinas terkait, dan pihak swasta.
Setiap pihak diharapkan mengambil peran sesuai kewenangannya untuk memperkuat pembinaan, promosi, dan pemasaran produk lokal.
“Tujuan kita bukan bersaing, tetapi membangun kerja sama yang baik untuk mengangkat martabat para pengrajin dan membantu meningkatkan taraf kehidupan mereka,” katanya.
Selain memperluas kesempatan mengikuti pameran, Nella menilai pemasaran produk perlu dilakukan secara berkelanjutan. Penjualan selama kegiatan berlangsung perlu diikuti dengan upaya menjaga hubungan dengan calon pembeli, termasuk menindaklanjuti peluang pemesanan dalam jumlah besar.
Dekranasda, lanjutnya, siap membantu menghubungkan calon pembeli dengan pengrajin apabila terdapat permintaan terhadap produk tertentu. Dengan begitu, peluang usaha tidak berhenti ketika kegiatan pameran berakhir.
Ia berharap semakin banyak pengrajin, mulai dari pembuat noken, anyaman, ukiran, aksesori hingga produk olahan, mendapat akses promosi dan pemasaran yang lebih luas.
Menurut Nella, keberhasilan pengembangan kerajinan lokal tidak hanya diukur dari banyaknya produk yang dipamerkan, tetapi juga dari kemampuan kegiatan tersebut membuka peluang usaha dan meningkatkan penghasilan masyarakat.
Karena itu, ia berharap kolaborasi dengan PTFI dan berbagai pihak lainnya terus berlanjut sehingga produk kerajinan Mimika semakin dikenal dan para pengrajin dapat merasakan manfaat ekonomi secara berkelanjutan. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







