TIMIKA, Koranpapua.id – Penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mimika mencapai Rp12,5 juta dalam sehari pada kegiatan yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI).
Ketua Harian Dekranasda Mimika, Nella Manggara, mengatakan capaian tersebut berasal dari penjualan berbagai produk kerajinan dan olahan lokal di stan Dekranasda selama kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 17.00 WIT.
“Pendapatan khusus Dekranasda pada hari pertama mencapai Rp12,5 juta. Untuk penjualan hari berikutnya masih direkap setelah kegiatan berakhir,” ujar Nella saat diwawancarai wartawan Koranpapua.id, Selasa 27 Oktober 2026.
Menurut Nella, pengunjung menunjukkan antusiasme terhadap beragam produk yang ditawarkan. Produk yang dipamerkan antara lain noken berbahan kulit melinjo, noken berbahan benang dengan tulisan Timika Papua, ukiran, aksesori, kopi, dan minyak daun gatal.
Noken dan sejumlah produk minyak tradisional menjadi produk yang banyak diminati. Pengunjung tidak hanya melihat dan membeli untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga membawa produk tersebut sebagai oleh-oleh.
“Semua produk UMKM yang kami bawa dipamerkan di stan Dekranasda. Pengunjung sangat antusias melihat, membeli, dan membawa pulang produk-produk tersebut,” katanya.
Bagi Dekranasda, capaian penjualan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan promosi dapat membuka peluang pasar bagi pengrajin lokal.
Selama ini kata dia, sebagian pelaku UMKM masih menghadapi kendala pemasaran sehingga produk yang telah dibuat belum tentu langsung terjual.
Melalui kegiatan seperti ini, Dekranasda berupaya mempertemukan produk pengrajin dengan konsumen secara langsung. Jika permintaan berlanjut, komunikasi dengan calon pembeli dapat dikembangkan untuk membuka peluang pemesanan berikutnya.
Nella berharap kegiatan promosi yang melibatkan PTFI dapat terus berlanjut agar semakin banyak produk lokal Mimika dikenal masyarakat dan memiliki kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurutnya, akses pemasaran yang berkelanjutan penting agar keterampilan para pengrajin dapat memberikan nilai ekonomi dan membantu meningkatkan pendapatan mereka. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








