BOVEN DIGOEL, Koranpapua.id – Pengabdian prajurit TNI di wilayah perbatasan tak hanya diwujudkan melalui penjagaan keamanan. Di Distrik Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, para prajurit juga hadir sebagai guru bagi anak-anak untuk memperkuat kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
Kepedulian tersebut ditunjukkan personel Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG TA 2026 Yonparako 462 Pos Tanah Merah. Di sela-sela tugas pengamanan perbatasan, mereka rutin meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak di sekitar pos belajar.
Dengan fasilitas sederhana, para prajurit membimbing anak-anak mengerjakan tugas, mengenal huruf, membaca, hingga berhitung. Suasana belajar berlangsung hangat dengan antusiasme anak-anak yang mengikuti setiap arahan.
Danpos Tanah Merah, Letda Pas Yusen Stiyo, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap keterbatasan sarana pendidikan di sejumlah wilayah.
“Kami melihat keterbatasan sarana pendidikan di beberapa titik wilayah ini. Sebagai bagian dari masyarakat di sini, kami merasa terpanggil untuk membantu. Fokus kami saat ini adalah membantu anak-anak menguasai kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung,” ujarnya.
Bagi para prajurit, kegiatan ini bukan sekadar membantu proses belajar, melainkan juga membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri anak-anak dalam meraih cita-cita.
Dukungan juga datang dari orang tua murid yang merasakan manfaat kehadiran para prajurit dalam mendampingi pendidikan anak-anak mereka.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Tentara yang sudah datang dan mengajar anak-anak kami. Mereka jadi lebih semangat belajar,” ungkap salah satu orang tua murid.
Kegiatan belajar mengajar tersebut direncanakan terus berlangsung secara rutin. Melalui langkah sederhana ini, Satgas Pasgat berharap kehadiran prajurit di perbatasan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga berkontribusi bagi pendidikan dan masa depan generasi muda Papua.
Di ruang belajar yang sederhana, pengabdian itu menemukan makna lain: membantu anak-anak membuka jalan menuju masa depan melalui ilmu pengetahuan. (Redaksi)







