ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim

459 Kasus Kejahatan Tercatat di Papua Tengah, Polda Gelar Operasi Pekat Noken 2026

“Jangan sampai dalam upaya memberantas penyakit masyarakat justru terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kita sendiri,” tegasnya.

11 Oktober 2026
0
459 Kasus Kejahatan Tercatat di Papua Tengah, Polda Gelar Operasi Pekat Noken 2026

Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas saat memimpin rapat Operasi Pekat Noken 2026 di lingkungan Polda Papua Tengah.(Foto: Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Polda Papua Tengah mengintensifikasikan upaya pemberantasan penyakit masyarakat melalui Operasi Pekat Noken 2026 yang berlangsung selama 12 hari, mulai 9 hingga 20 Oktober 2026. Operasi ini menjadi langkah kepolisian untuk menekan angka kejahatan sekaligus memulihkan rasa aman masyarakat di wilayah hukum Papua Tengah.

Langkah tersebut menjadi perhatian serius menyusul catatan 459 kasus kejahatan konvensional dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang 1 Januari hingga 6 Oktober 2026.

Berdasarkan data aplikasi DORS per 6 Oktober 2026, dari total kasus tersebut, baru 47 kasus yang tercatat telah diselesaikan. Adapun kasus yang menonjol meliputi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak 150 kasus, penganiayaan 121 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) 105 kasus, serta pengeroyokan sebanyak 35 kasus.

Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi Polda Papua Tengah untuk memperkuat langkah pencegahan dan penegakan hukum melalui Operasi Pekat Noken 2026.

Baca Juga

Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

100,8 Liter Sopi Diamankan dari Penumpang KM Tatamailau di Pomako

Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas mengatakan, operasi ini tidak hanya bertujuan menindak pelaku kejahatan, tetapi juga mencegah munculnya gangguan kamtibmas sejak dini agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

“Data ini menjadi perhatian serius bagi jajaran kepolisian karena tidak hanya menggambarkan jumlah kasus, tetapi juga menunjukkan adanya gangguan yang berdampak langsung terhadap rasa aman masyarakat,” jelas Gustav usai memimpin rapat Operasi Pekat Noken 2026.

Operasi tersebut mengedepankan tiga pendekatan, yakni preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Sasaran operasi mencakup curanmor, curas, pencurian dengan pemberatan (curat), peredaran dan penyalahgunaan narkotika, minuman beralkohol, perjudian, prostitusi, premanisme, serta berbagai tindak kejahatan konvensional lainnya.

Menurut Gustav, keberhasilan operasi sangat bergantung pada ketepatan pemetaan wilayah rawan dan kemampuan personel membaca potensi gangguan keamanan di lapangan.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran melakukan pemetaan secara terperinci terhadap lokasi dan waktu rawan kejahatan, modus operandi, serta kelompok maupun pelaku yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Dengan pemetaan tersebut, pelaksanaan operasi diharapkan lebih terarah dan mampu menjangkau titik-titik yang membutuhkan penanganan prioritas, khususnya di Kota Nabire dan wilayah hukum Polda Papua Tengah.

“Operasi Pekat Noken 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan. Kegiatan preemtif dan preventif harus dikedepankan untuk mencegah munculnya gangguan kamtibmas sejak dini, di samping penegakan hukum terhadap jaringan maupun pelaku tindak pidana,” tegasnya.

Personel Diminta Bertindak Tegas tanpa Melanggar Prosedur

Di tengah upaya menekan angka kejahatan, Gustav mengingatkan seluruh personel agar tetap mengedepankan profesionalitas dan menjunjung tinggi ketentuan hukum dalam setiap tindakan.

Ia menegaskan, penindakan harus dilakukan secara tegas, proporsional, dan humanis, tanpa tindakan arogan, berlebihan, maupun pelanggaran prosedur.

“Jangan sampai dalam upaya memberantas penyakit masyarakat justru terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kita sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Operasi Pekat Noken tidak cukup diukur dari jumlah pelaku yang ditindak atau kasus yang diungkap. Kemampuan mencegah tindak kejahatan, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan menjaga stabilitas keamanan juga menjadi tolok ukur penting.

Untuk memperkuat pelaksanaan operasi, Polda Papua Tengah akan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu kepolisian mendeteksi potensi gangguan keamanan lebih awal sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

Gustav berharap Operasi Pekat Noken 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui perpaduan pencegahan, penindakan yang terukur, dan kerja sama lintas sektor, Polda Papua Tengah menargetkan terciptanya situasi kamtibmas yang lebih aman dan kondusif di seluruh wilayah hukumnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

11 Oktober 2026
100,8 Liter Sopi Diamankan dari Penumpang KM Tatamailau di Pomako

100,8 Liter Sopi Diamankan dari Penumpang KM Tatamailau di Pomako

10 Oktober 2026
Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

10 Oktober 2026
Ganja 160 Gram Tujuan Timika Digagalkan di Bandara Sentani

Ganja 160 Gram Tujuan Timika Digagalkan di Bandara Sentani

10 Oktober 2026
Dinkes Mimika Perkuat Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia Remaja

Dinkes Mimika Perkuat Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia Remaja

10 Oktober 2026
Dinkes Mimika dorong SMP Negeri Koperapoka Perkuat Pengawasan Kebiasaan Sehat Siswa

Dinkes Mimika dorong SMP Negeri Koperapoka Perkuat Pengawasan Kebiasaan Sehat Siswa

10 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    778 shares
    Bagikan 311 Tweet 195
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    578 shares
    Bagikan 231 Tweet 145
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Israel Kurnia Burdam Kritis Usai Diduga Dianiaya Berulang di Timika, Keluarga Desak Polisi Bertindak

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id