ADVERTISEMENT
Rabu, September 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

Menurut Yohanis, langkah keamanan perlu mempertimbangkan keselamatan para korban yang disebut masih berada dalam penyanderaan serta kondisi masyarakat yang kini meninggalkan sejumlah kampung.

23 September 2026
0
Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

Tokoh masyarakat Jila sekaligus mantan anggota DPRD Mimika, Yohanis Kibak (foto: Ril/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Krisis keamanan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menjadi sorotan. Penyanderaan sejumlah siswi dan gelombang pengungsian warga membuat aktivitas masyarakat lumpuh, sementara tokoh masyarakat mendesak pemerintah dan aparat keamanan mengutamakan keselamatan warga sipil.

Tokoh masyarakat Jila sekaligus mantan anggota DPRD Mimika, Yohanis Kibak, meminta pimpinan TNI-Polri, khususnya Dandim dan Kapolres Mimika, mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani situasi tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut Yohanis, langkah keamanan perlu mempertimbangkan keselamatan para korban yang disebut masih berada dalam penyanderaan serta kondisi masyarakat yang kini meninggalkan sejumlah kampung.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Masyarakat panik dan tidak bisa beraktivitas. Gereja kosong, pemerintahan kampung lumpuh, dan warga tidak berani berkebun. Kami meminta TNI menahan diri dan menarik pos-pos baru tersebut untuk dipusatkan kembali di ibu kota Distrik Jila,” tegas Yohanis, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga

754 Koperasi Tercatat di Mimika, Samuel Yogi Dorong Pengurus Aktif Benahi Tata Kelola

Adi Sumarrna Tegaskan RAT Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Penentu Arah Koperasi

Ia menyebut sedikitnya lima kampung, yakni Relmakavia, Ambuagom, Bunarebukin, Kambu dan Diloa, mengalami pengosongan akibat kekhawatiran warga terhadap situasi keamanan.

Yohanis menilai penarikan pos dari wilayah yang menjadi ruang aktivitas masyarakat tidak semestinya dipandang sebagai bentuk kelemahan negara. Menurutnya, langkah tersebut dapat membuka ruang bagi tokoh adat dan keluarga untuk membangun komunikasi guna mencari jalan keluar atas penyanderaan.

“Anak-anak ini harus diselamatkan dan kembali ke bangku sekolah. Berikan kami, para tokoh adat dan keluarga, kesempatan untuk membangun komunikasi secara internal,” ujarnya.

Jangan Biarkan Warga Sipil Menjadi Korban

Yohanis mengingatkan bahwa pendekatan keamanan yang tidak memperhitungkan posisi para sandera berpotensi memperumit upaya penyelamatan. Karena itu, ia mendorong adanya ruang dialog yang melibatkan tokoh adat, keluarga dan masyarakat setempat.

Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika tidak hanya menunggu perkembangan dari Timika. Kepala Distrik Jila dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) diminta turun langsung menangani kondisi warga yang terdampak.

Selain persoalan keamanan, kebutuhan dasar pengungsi juga menjadi perhatian. Yohanis meminta pemerintah segera mengirimkan bantuan bahan makanan serta dukungan tanggap darurat melalui transportasi udara, mengingat akses darat menuju wilayah tersebut terbatas.

“Bantuan harus segera dikirim karena pasokan logistik warga mulai menipis,” katanya.

Tokoh Adat Minta Hak Warga Jila Tidak Terabaikan

Yohanis juga menyoroti dampak konflik terhadap kehidupan masyarakat adat. Menurutnya, wilayah dari Jikimugi hingga Jilawanggama merupakan bagian dari wilayah adat Amungme yang memiliki hubungan erat dengan marga dan sungai-sungai adat.

Pengosongan kampung akibat konflik, lanjut dia, bukan hanya menghentikan aktivitas ekonomi dan pendidikan, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial masyarakat yang telah berlangsung turun-temurun.

Karena itu, ia berharap pemerintah dan aparat keamanan menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas, sembari tetap mengambil langkah yang diperlukan untuk menangani kelompok bersenjata.

“Yang paling penting sekarang adalah menyelamatkan anak-anak, memastikan masyarakat mendapat makanan dan memberikan ruang agar kehidupan warga bisa kembali berjalan,” ujarnya.

Yohanis berharap sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat dan keluarga dapat menghasilkan penyelesaian yang tidak menambah korban sipil.

“Jangan sampai konflik membuat anak-anak kehilangan masa depan dan masyarakat kehilangan kampung halamannya,” tegasnya.

Penulis: Ril Minggu

Editor : Marthen L L Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

754 Koperasi Tercatat di Mimika, Samuel Yogi Dorong Pengurus Aktif Benahi Tata Kelola

754 Koperasi Tercatat di Mimika, Samuel Yogi Dorong Pengurus Aktif Benahi Tata Kelola

23 September 2026
Adi Sumarrna Tegaskan RAT Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Penentu Arah Koperasi

Adi Sumarrna Tegaskan RAT Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Penentu Arah Koperasi

23 September 2026
LKPP: Pengadaan di Papua Jangan Berhenti pada Administrasi, Harus Berdampak bagi Masyarakat

LKPP: Pengadaan di Papua Jangan Berhenti pada Administrasi, Harus Berdampak bagi Masyarakat

23 September 2026
Martinus Agapa: Pengadaan Jangan Sekadar Administrasi, Harus Berdampak bagi Pembangunan Papua

Martinus Agapa: Pengadaan Jangan Sekadar Administrasi, Harus Berdampak bagi Pembangunan Papua

23 September 2026
Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

23 September 2026
Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

23 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Bupati Mimika Targetkan APBD Perubahan 2026 Ditetapkan Sebelum 30 September

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Martinus Agapa: Pengadaan Jangan Sekadar Administrasi, Harus Berdampak bagi Pembangunan Papua

Martinus Agapa: Pengadaan Jangan Sekadar Administrasi, Harus Berdampak bagi Pembangunan Papua

LKPP: Pengadaan di Papua Jangan Berhenti pada Administrasi, Harus Berdampak bagi Masyarakat

LKPP: Pengadaan di Papua Jangan Berhenti pada Administrasi, Harus Berdampak bagi Masyarakat

Adi Sumarrna Tegaskan RAT Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Penentu Arah Koperasi

Adi Sumarrna Tegaskan RAT Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Penentu Arah Koperasi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id