TIMIKA, Koranpapua.id – Keluhan warga mengenai debu dan asap di wilayah Mimika Baru mendapat respons Bupati Mimika Johannes Rettob.
Persoalan tersebut dilaporkan Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menyusul gangguan terhadap kenyamanan dan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Cuaca kering membuat debu semakin mudah beterbangan di sejumlah wilayah. Kondisi itu diperparah oleh aktivitas pembakaran sampah dan lahan yang menambah asap di lingkungan sekitar warga.
Merlyn menyampaikan bahwa masyarakat mulai mengeluhkan kondisi udara tersebut. Selain mengganggu aktivitas, paparan debu dan asap dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan anak-anak serta kelompok rentan.
Menanggapi laporan itu, Bupati Johannes Rettob meminta seluruh pihak memberikan perhatian terhadap kualitas udara dan lingkungan.
Ia menekankan perlunya langkah penanganan agar persoalan tersebut tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama selama cuaca kering.
Asap pembakaran dapat memperburuk kondisi udara dan mengganggu kenyamanan warga di sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika akan mendorong koordinasi dengan pihak terkait untuk menangani persoalan tersebut. Melalui koordinasi itu, penanganan debu dan asap diharapkan dapat berjalan lebih terarah sesuai kondisi di lapangan.
Bupati turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi aktivitas yang memperburuk kualitas udara. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemerintah menjaga lingkungan permukiman.
Aduan Kepala Distrik Mimika Baru menjadi pengingat bahwa persoalan debu dan asap berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Karena itu, kesehatan dan kenyamanan warga perlu ditempatkan sebagai perhatian utama dalam penanganannya.
Pemerintah berharap masyarakat ikut mengambil peran dengan menghentikan kebiasaan membakar sampah dan membuka lahan secara sembarangan. Respons atas keluhan warga diharapkan berlanjut menjadi langkah nyata di lapangan untuk menjaga kualitas lingkungan di tengah cuaca kering.
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen Moru










