TIMIKA, Koranpapua.id – Isak tangis keluarga, anggota DPRK Mimika, dan tamu undangan pecah saat peti jenazah Wakil Ketua II DPRK Mimika, almarhum Karel Gwijangge, S.IP, memasuki ruang sidang DPRK Mimika, Senin 7 September 2026.
Jenazah Karel dilepas dalam Rapat Paripurna Istimewa Penghormatan dan Pelepasan Jenazah yang dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, unsur Forkopimda, anggota DPRK, keluarga, dan kerabat.
Suasana haru menyelimuti prosesi penghormatan terakhir bagi Karel yang dikenal sebagai sosok sederhana, santun, dan berdedikasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Mimika.
Karel Gwijangge lahir di Nduga pada 1970 dan meninggal dunia di Jakarta, Sabtu 5 September 2026 sekitar pukul 01.45 WIB, setelah berjuang melawan penyakit selama kurang lebih dua tahun.
Semasa karier politiknya, Karel tiga kali dipercaya menjadi wakil rakyat, yakni periode 2004–2009, 2014–2019, dan terakhir sebagai Wakil Ketua II DPRK Mimika periode 2024–2029.
Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau mengatakan, kepergian Karel bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga duka bagi seluruh masyarakat Mimika.
“Almarhum dikenal rendah hati, tulus dalam melayani, dan selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Bupati Mimika Johannes Rettob juga mengenang Karel sebagai sosok yang tenang, santun, dan mengedepankan dialog dalam membangun daerah.
“Hari ini kita kehilangan seorang putra terbaik Mimika. Beliau telah memberikan pikiran, tenaga, waktu, dan pengabdiannya bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” kata Rettob.
Menurut dia, sikap Karel yang lembut dan menghargai perbedaan menjadi teladan dalam kehidupan berdemokrasi.
Dalam prosesi tersebut, DPRK Mimika menyerahkan seluruh jasa dan pengabdian Karel Gwijangge kepada Ibu Pertiwi.
Selamat jalan, Karel Gwijangge. Pengabdianmu akan tetap dikenang masyarakat Mimika. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







