PEGUNUNGAN BINTANG, Koranpapua.id – Sebanyak 1.347 batang tanaman ganja ditemukan aparat gabungan TNI-Polri di dua lokasi ladang di kawasan hutan Kampung Siminbuk, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin 7 September 2026.
Operasi tersebut melibatkan sekitar 70 personel dari Satgas Yonif 734/SNS, Satgas Ketapang, Satgas Rajawali Bais TNI, Satgas Prayuda Mamta, Satgas Pasgat, Koramil 1715-01/Oksibil, Polres Pegunungan Bintang, Binda Pegunungan Bintang, dan Satgas Kasuari.
Pembersihan dipimpin Dansatgas Pamtas Statis RI-PNG Yonif 734/SNS Letkol Inf Pono Darmadi, S.Tr.(Han). Satgas Pasgat turut menerjunkan Danpos Pasgat Bandara Oksibil Letda Pas Devis Ritonga bersama lima personel.
Dari lokasi pertama, aparat menemukan 345 batang ganja yang terdiri dari 235 batang berukuran besar dan 110 batang berukuran kecil. Sementara di lokasi kedua, ditemukan 1.002 batang yang terdiri dari 741 batang besar, 229 batang kecil, dan 32 batang tanpa daun.
Penemuan ladang tersebut berawal dari pemantauan udara menggunakan drone Satgas Ketapang Bais TNI pada 4 September 2026. Dari pemantauan itu, aparat mendeteksi tanaman yang diduga ganja di lokasi pertama.
Pengecekan lanjutan pada 6 September 2026 menemukan ladang lainnya di lokasi kedua. Aparat juga mendapati tiga warga lokal yang diduga mengetahui keberadaan ladang tersebut, tetapi mereka tidak berhasil diamankan.
“Dalam kegiatan ini, kita saling melengkapi dan memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan keamanan dan kondusivitas wilayah, khususnya di ibu kota Kabupaten Oksibil,” kata Pono.
Menurut dia, pembongkaran ladang ganja merupakan langkah preventif untuk memutus mata rantai peredaran narkotika di Pegunungan Bintang.
“Dampak ganja sangat merusak, mengganggu cara berpikir, merusak moral, dan menghancurkan generasi muda. Kabupaten Pegunungan Bintang masih sangat membutuhkan pembangunan, dan keberadaan narkotika adalah penghambat utama kemajuan kita,” ujarnya.
Setelah seluruh tanaman dikumpulkan dan dihitung, aparat membawa barang bukti ke Mapolres Pegunungan Bintang untuk diserahkan secara resmi.
Sementara itu, Danpos Pasgat Bandara Oksibil Letda Pas Devis Ritonga mengatakan, keterlibatan Satgas Pasgat merupakan bagian dari upaya menjaga wilayah perbatasan sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan tanah Papua bebas dari ganja, agar anak-anak Papua tumbuh sehat, cerdas, dan membawa kemajuan bagi daerahnya,” kata Devis. (Redaksi)







