ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 3, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

HUT ke-81 RI, Johannes Rettob: Pesta Rakyat Bukan Kemewahan, Tapi Momentum Pemerintah Bersama Masyarakat

“Orang selalu berpikir bahwa uang kita besar. Tetapi kita punya wilayah kurang lebih 21.000 kilometer persegi, dengan wilayah pantai dan pegunungan. Uang kita banyak habis untuk transportasi pembangunan”.  

17 Agustus 2026
0

Bupati Mimika Johannes Rettob saat menyampaikan pernyataan pers kepada awak media usai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin 17 Agustus 2926. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika tidak harus dikemas secara mewah. 

Menurutnya, makna pesta rakyat justru terletak pada kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam merayakan kemerdekaan.

Hal itu disampaikan Bupati Johannes usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Pusat Pemerintahan SP3, Senin 17 Agustus 2026.

Ia mengatakan, pemerintah ingin menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai ruang untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, bukan sekadar menggelar acara besar dengan biaya yang tinggi.

Baca Juga

BNNP Papua Musnahkan 66,47 Gram Ganja Hasil Pengungkapan di Bandara Sentani

Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

“Tidak mewah-mewah. Yang kita bilang pesta rakyat itu bukan artinya pesta yang besar, tetapi kita ingin mengundang masyarakat supaya bersama-sama melihat pemerintah merayakan 17 Agustus,” ujarnya. 

Pembangunan Dimulai dari Kampung ke Kota

Di bidang pembangunan, Bupati Johannes menegaskan Pemkab Mimika mulai menjalankan visi dan misi pembangunan dengan prinsip “membangun dari kampung ke kota.”

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Pemerintah mulai mengarahkan program hingga ke kampung-kampung agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.

“Program kabupaten, kita sudah mulai mengeksekusi pembangunan dari kampung ke kota sesuai dengan visi dan misi kami. Kami sudah mulai membangun di kampung-kampung,” katanya.

Bupati mengakui hasil pembangunan tersebut belum seluruhnya terlihat secara langsung. Namun, ia memastikan proses eksekusi program telah mulai berjalan, termasuk peningkatan pelayanan publik dan berbagai program prioritas pemerintah daerah.

Cari Sumber Pendapatan di Tengah Fiskal Terbatas

Di sisi lain, Bupati menyoroti kondisi fiskal daerah yang semakin menantang. Menurutnya, Kabupaten Mimika harus kreatif mencari sumber pendapatan baru tanpa membebani masyarakat.

Ia menyebut Mimika telah beberapa kali memperoleh penghargaan atas kinerja pemerintah daerah, termasuk dalam upaya menekan angka kemiskinan.

“Kita cukup bangga karena Kabupaten Mimika ini ditetapkan beberapa kali mendapatkan penghargaan karena kita paling baik dalam menurunkan angka kemiskinan,” pungkasnya. 

Namun, keberhasilan tersebut menurutnya harus berjalan beriringan dengan kemampuan pemerintah menjaga kapasitas fiskal daerah.

Karena itu, Pemkab Mimika terus menjajaki berbagai peluang peningkatan pendapatan yang masih diperbolehkan dalam kewenangan pemerintah daerah.

Ia mencontohkan sejumlah jenis retribusi yang sebelumnya dapat menjadi sumber pendapatan daerah, namun kini telah mengalami perubahan akibat kebijakan nasional.

“Kita berusaha bagaimana meningkatkan pendapatan di tengah kondisi fiskal yang rendah,” katanya.

Mimika Besar, Biaya Pembangunan Juga Besar

Bupati juga mengingatkan bahwa besarnya anggaran Kabupaten Mimika tidak bisa dilihat hanya dari nominal APBD. Luas wilayah dan kondisi geografis Mimika membuat biaya pembangunan menjadi jauh lebih besar.

Wilayah Mimika yang membentang dari kawasan pesisir hingga pegunungan membutuhkan biaya transportasi yang tinggi untuk mendistribusikan berbagai kebutuhan pembangunan.

“Orang selalu berpikir bahwa uang kita besar. Tetapi kita punya wilayah kurang lebih 21.000 kilometer persegi, dengan wilayah pantai dan pegunungan. Uang kita banyak habis untuk transportasi pembangunan,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam memastikan pembangunan dapat menjangkau seluruh wilayah.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memahami kondisi fiskal dan geografis Mimika secara utuh.

Baginya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pesta dan seremoni, tetapi juga melalui kerja bersama, pembangunan yang merata, peningkatan pelayanan publik, serta kemampuan daerah berdiri kuat di tengah keterbatasan fiskal.

“Prinsipnya, kita ingin pembangunan benar-benar dimulai dari kampung ke kota dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

BNNP Papua Musnahkan 66,47 Gram Ganja Hasil Pengungkapan di Bandara Sentani

BNNP Papua Musnahkan 66,47 Gram Ganja Hasil Pengungkapan di Bandara Sentani

2 Oktober 2026
Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

2 Oktober 2026
Dapur MBG di Mimika Disuspensi 8 Bulan, Sebelumnya Layani Lima Sekolah

Dapur MBG di Mimika Disuspensi 8 Bulan, Sebelumnya Layani Lima Sekolah

2 Oktober 2026
PT Freeport Dorong Mama-Mama SP 9 dan SP 12 Olah Pangan Lokal

PT Freeport Dorong Mama-Mama SP 9 dan SP 12 Olah Pangan Lokal

2 Oktober 2026
KPPG Papua Dorong SPPG Libatkan Pelaku Usaha Lokal

KPPG Papua Dorong SPPG Libatkan Pelaku Usaha Lokal

2 Oktober 2026
M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

2 Oktober 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pembunuhan di KM 10 Mimika Ditangkap Polisi di Makassar

Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pembunuhan di KM 10 Mimika Ditangkap Polisi di Makassar

Menteri HAM Natalius Pigai: Hak atas Makanan adalah HAM, Negara Harus Hadir

Menteri HAM Natalius Pigai: Hak atas Makanan adalah HAM, Negara Harus Hadir

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id