JAYAPURA, Koranpapua.id– Sebanyak tujuh personel Polri dilaporkan terluka ketika melaksanakan tugas pengamaman pada pelaksanaan demo memprotes penempatan militer yang berlangsung di Jayapura, Sabtu 15 Agustus 2026.
Seperti diketahui, dalam unjuk rasa tersebut, massa aksi menjadikan sejumlah titik utama untuk menyampaikan orasi. Di antaranya, Abepura, Expo Waena, dan Perumnas Tiga.
Sayangnya, demo tersebut tidak berjalan mulus dan berakhir dengan bentrokan antara massa dan personel polisi.
Bentrokan terjadi dikarenakan polisi menghadang massa yang berupaya melakukan longmarch menuju Abepura.
Massa kemudian melempar aparat dengan batu dan polisi merespons dengan menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan massa.
Akibat kericuhan tersebut, tujuh personel polisi mengalami luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.
“Tujuh personel kepolisian yang mengalami luka dan cedera saat menjalankan tugas pengamanan. Mereka sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen, Sabtu 15 Agustus 2026.
Dikatakan, para personel mengalami luka dan memar akibat benturan dan lemparan batu serta terinjak saat berupaya mengendalikan situasi di tengah kerumunan massa.
Fredrickus mengatakan, situasi kemudian berhasil dikendalikan. Massa diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi di lokasi sebelum akhirnya membubarkan diri. (Redaksi)








