ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

BRIDA Mimika Siapkan Model Koperasi untuk Gerakkan Ekonomi Wilayah Terpencil

Kondisi geografis dan keterbatasan akses di wilayah terpencil membuat model pengembangan ekonomi tidak bisa disamakan dengan wilayah perkotaan.

3 Oktober 2026
0
BRIDA Mimika Siapkan Model Koperasi untuk Gerakkan Ekonomi Wilayah Terpencil

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika bersama Institut Jambatan Bulan (IJB) melakukan Kajian Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi di Wilayah Terpencil Tahun 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten Mimika menyiapkan model koperasi yang tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi penggerak rantai ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.

Model tersebut disusun Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika bersama Institut Jambatan Bulan (IJB) melalui Kajian Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Koperasi di Wilayah Terpencil Tahun 2026.

Kajian yang mencakup Distrik Jila, Agimuga dan Mimika Barat itu dipaparkan dalam seminar akhir di Aula Lantai III Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mimika, Jumat 2 Oktober 2026.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Pali Amba, yang mewakili Bupati Mimika, mengatakan pembangunan ekonomi harus menjangkau masyarakat di pesisir, pedalaman hingga pegunungan.

Baca Juga

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

Menurut dia, kondisi geografis dan keterbatasan akses di wilayah terpencil membuat model pengembangan ekonomi tidak bisa disamakan dengan wilayah perkotaan.

“Model usaha yang dapat berjalan di perkotaan belum tentu sesuai untuk kampung yang akses transportasi dan pasarnya terbatas,” ujarnya.

Ketua Tim Peneliti IJB, Dr. Abu Bakar, mengatakan kajian tersebut dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat, koperasi, pemerintah distrik dan kampung, tokoh adat, kelompok usaha serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dari kajian tersebut ditemukan sejumlah persoalan yang masih dihadapi koperasi di wilayah terpencil, mulai dari tata kelola, administrasi, sumber daya manusia, permodalan, partisipasi anggota, transportasi hingga pemasaran.

Di sisi lain, setiap distrik memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.

Jila memiliki potensi kopi, buah merah, bawang merah, cabai, sayuran, peternakan, perikanan dan hasil hutan.

Sementara Agimuga memiliki komoditas potensial berupa kopi robusta, padi gogo, petatas, kacang tanah, jagung, buah-buahan dan tanaman perkebunan.

Adapun Mimika Barat memiliki potensi utama di sektor perikanan dan sagu, dengan komoditas seperti kakap atau kerapu, cumi-cumi, udang dan kepiting bakau.

Abu Bakar mengatakan model koperasi yang dirumuskan tidak berhenti pada aktivitas jual beli hasil produksi masyarakat.

Koperasi diarahkan menjadi penghubung antara produksi masyarakat dan pasar, mulai dari pengumpulan hasil, pengolahan, penyimpanan, transportasi hingga pemasaran.

Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjual produk dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari proses pengolahan dan pemasaran.

“Penguatan koperasi harus dimulai dari kelembagaannya, kemudian dikembangkan unit usaha produktif yang sesuai dengan potensi dan kemampuan masyarakat,” jelas Abu Bakar.

Berdasarkan hasil kajian, Distrik Jila direkomendasikan sebagai lokasi awal atau pilot project. Pengembangan tahap awal akan difokuskan pada komoditas kopi, sekaligus memperkuat sistem pengumpulan, pengolahan, logistik dan pemasaran.

Penerapan model tersebut dirancang melalui roadmap selama tiga tahun. Tahap awal diarahkan pada pembenahan kelembagaan dan sumber daya manusia, dilanjutkan dengan pengembangan usaha produktif dan rantai pasok.

Tahap berikutnya mencakup perluasan kemitraan, pembiayaan dan akses pasar.

Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi BRIDA Mimika dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis riset dan inovasi.

Model ini juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, koperasi, masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha dan lembaga keuangan.

Dengan demikian, koperasi di wilayah terpencil diharapkan tidak hanya menjadi lembaga ekonomi kampung, tetapi mampu menghubungkan potensi lokal dengan pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah yang kembali kepada masyarakat. (*)

Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

14 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

14 Oktober 2026
Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

14 Oktober 2026
Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    798 shares
    Bagikan 319 Tweet 200
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

Resmi Pimpin HKTI Mimika, Dessy Putrika Dorong Petani Jadi Penggerak Pangan

Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

Cegah Anak Terjerumus Narkoba, LAN Mimika Dorong Peran Orang Tua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id