TIMIKA, Koranpapua.id– Sebanyak 42 rumah tidak layak huni di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, mendapat renovasi melalui program pemerintah distrik. Perbaikan tersebut menyasar warga di tujuh kampung yang membutuhkan, dengan alokasi enam rumah di setiap kampung.
Kepala Distrik Iwaka Jhon Kemong mengatakan, program tersebut menggunakan anggaran dalam DPA Distrik Iwaka tahun 2026. Setiap rumah mendapat alokasi sekitar Rp42 juta yang digunakan untuk kebutuhan material dan biaya pekerjaan.
“Intinya membantu meringankan beban masyarakat. Anggaran ini sudah ada, jadi harus diarahkan kepada masyarakat yang rumahnya tidak layak,” kata Jhon, Jumat 14 Agustus 2026.
Tujuh kampung yang menjadi sasaran renovasi yakni Iwaka, Limau Asri Barat, Limau Asri Timur, Mulia Kencana (SP7), Naena Muktipura (SP6), Pigapu, dan Wangirja (SP9).
Menurut Jhon, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan usulan aparat kampung. Usulan tersebut kemudian diverifikasi melalui survei oleh pihak distrik untuk memastikan kondisi rumah yang akan diperbaiki.
Perbaikan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing rumah. Penggantian atap seng menjadi pekerjaan utama karena sebagian besar rumah mengalami kerusakan pada bagian tersebut. Sementara papan, tiang, dan lantai diperbaiki sesuai kondisi rumah.
“Yang mutlak itu seng. Kalau papan, ada yang sebagian dan ada yang penuh, tergantung kondisi rumah. Lantai yang rusak juga diperbaiki dan dirapikan,” ujarnya.
Jhon mengatakan, sebagian pekerjaan telah selesai, salah satunya di Kampung Limau Asri Barat. Sementara renovasi di kampung lainnya masih berlangsung dan ditargetkan seluruhnya rampung paling lambat September 2026.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membuat rumah warga lebih layak ditempati, tetapi juga meringankan beban masyarakat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi rusak.
Jhon juga mengimbau warga penerima bantuan untuk memanfaatkan dan merawat rumah yang telah diperbaiki agar manfaat program tersebut dapat dirasakan dalam jangka panjang. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









