TIMIKA, Koranpapua.id– Warga Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengumpulkan sekitar delapan ton sampah dalam lima hari melalui program Pos Timbang Merdeka 17 Ton Challenge.
Jumlah tersebut hampir mencapai separuh dari target 17 ton yang ditetapkan hingga 17 Agustus 2026.
Program yang digagas Pemerintah Distrik Mimika Baru itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Warga diajak mengumpulkan sekaligus memilah sampah bernilai ekonomi, seperti botol plastik, kaleng, aluminium, kertas, kardus, dan berbagai jenis sampah yang dapat didaur ulang.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah.
Melalui program ini juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut dia, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
Merlyn berharap gerakan tersebut tidak berhenti setelah peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Pengawas Bank Sampah Distrik Mimika Baru, Kalep Pattipi, mengatakan antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan selama lima hari pelaksanaan.
“Kami menyemangati masyarakat untuk membawa sampah, seperti botol, kaleng dan aluminium. Sampah-sampah itu memiliki nilai dan bisa ditukar dengan uang,” kata Kalep, Rabu 12 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, sampah yang dikumpulkan warga dari lingkungan masing-masing terlebih dahulu dipilah sebelum dibawa ke posko pengumpulan sementara di wilayah Petrosi.
“Karena ini program dari distrik, warga datang memilah dan membawa sampahnya kepada kami. Jadi masyarakat ikut terlibat langsung dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Kalep menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah seorang diri. Menurut dia, menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya bersih ketika ada penilaian, tetapi setiap hari lingkungan harus dijaga,” tegasnya.
Program yang diusung Pasukan Hijau Miru tersebut terbuka bagi seluruh warga Distrik Mimika Baru. Masyarakat dapat membawa sampah anorganik ke pos penimbangan untuk ditimbang dan dikonversi menjadi poin.
Poin tersebut selanjutnya dapat ditukarkan dengan berbagai insentif, mulai dari uang tunai, perlengkapan rumah tangga hingga diamond gim daring.
Jika target 17 ton tercapai hingga 17 Agustus, gerakan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur dan berkelanjutan di Distrik Mimika Baru. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









