TIMIKA, Koranpapua.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar Seminar Kesehatan Reproduksi bertema “Peran Masyarakat dalam Mengenali Risiko Kehamilan dan Mencegah Kematian Ibu dan Bayi”, Selasa 11 Agustus 2026.
Seminar yang berlangsung di Kantor Distrik Kuala Kencana, dibuka Kepala Dinas Kesehatan Mimika Godfried Maturbongs, AMK., S.IP., M.M.Kes., serta dihadiri Sekretaris Distrik Kuala Kencana, Selfina Pappang, SE.
Seminar menghadirkan dr. Leonard Pardede, SpOG., SubSp Obginsos (K) dan Carolina Haetubun, S.Tr.Keb, Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Mimika, sebagai narasumber.
Seminar ini menyoroti pentingnya keterlibatan keluarga, kader Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama dalam mencegah kematian ibu dan bayi.
Masyarakat didorong mampu mengenali faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, tuberkulosis, anemia serta risiko kehamilan lainnya sejak sebelum kehamilan.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya skrining layak hamil bagi calon pengantin dan pasangan usia subur.
Termasuk pemeriksaan kehamilan secara rutin, pengenalan tanda bahaya serta kesiapan rujukan ketika terjadi kondisi darurat.
Khusus di Mimika, persoalan jarak fasilitas kesehatan, keterbatasan transportasi dan kebiasaan menunda mendapatkan pertolongan dinilai dapat meningkatkan risiko keterlambatan penanganan ibu dan bayi.
Kepala Suku Dani: Kesehatan Dimulai dari Keluarga
Kepala Suku Dani, Oseata Buni yang hadir dalam kegiatan tersebut, menilai seminar kesehatan reproduksi sangat penting karena kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, kebersihan lingkungan, kepedulian keluarga terhadap ibu hamil serta kepatuhan terhadap pemeriksaan kesehatan merupakan bagian penting dalam mencegah penyakit dan risiko kematian ibu maupun bayi.
Ia juga mendorong adanya kerja sama antara keluarga, kepala suku, tokoh masyarakat, pemerintah distrik dan tenaga kesehatan agar informasi kesehatan tidak berhenti di ruang seminar, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kesehatan kita utamakan mulai dari keluarga, suami dan istri, maka banyak risiko bisa dicegah. Kegiatan seperti ini bagus dan harus terus dilakukan,” ujarnya kepada Koranpapua.id, Rabu 12 Agustus 2026.
Dinkes Mimika menargetkan edukasi serupa menjangkau tiga distrik, yakni Kwamki Narama, Mimika Timur dan Kuala Kencana, dengan melibatkan unsur masyarakat sebagai garda terdepan dalam mengenali kehamilan berisiko dan mencegah keterlambatan penanganan.
Seminar tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga melahirkan komitmen bersama untuk memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan, persalinan yang aman dan akses cepat ke fasilitas kesehatan ketika menghadapi tanda bahaya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








