KOROWAY BATU, Koranpapua.id– Di tengah keterbatasan akses dan ketiadaan fasilitas kesehatan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pasgat) Pamtas Kewilayahan RI-PNG-2026 menunjukkan kepedulian tulus sebagai bukti kehadiran negara bagi masyarakat.
Seperti yang dilakukan oleh Satgas Pasgat Pos Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel pada Selasa 11 Agustus 2026.
Melalui langkah humanis, para prajurit turun langsung mendatangi kediaman warga untuk memberikan pelayanan pengobatan gratis.
Pelayanan diutamakan bagi warga yang menderita sakit malaria dan tidak memiliki kemampuan untuk menempuh perjalanan jauh ke tempat pelayanan kesehatan.
Kondisi krisis kesehatan ini terjadi dikarenakan Puskesmas setempat tidak lagi beroperasi dan seluruh tenaga medis telah ditarik keluar dari wilayah Koroway Batu.
Hal ini berlangsung semenjak terjadinya insiden penembakan yang menimpa seorang pilot di lingkungan Bandara Koroway Batu beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut membuat warga yang membutuhkan penanganan mendesak, terutama penderita malaria menjadi sulit untuk mendapatkan pelayanan medis.
Merespons kondisi tersebut, Komandan Pos Koroway Batu, Letda Pas Dwi Siswanto, turun langsung memimpin personel untuk mengambil peran ganda: tetap menjaga keamanan wilayah sekaligus menjadi pelindung kesehatan masyarakat.
Para prajurit bergerak ke lapangan dengan membawa perlengkapan medis serta persediaan obat-obatan langsung mendatangi rumah-rumah warga yang sedang menderita sakit.
Pada kegiatan itu, tim medis Satgas Pasgat memeriksa kondisi kesehatan, memberikan pertolongan pertama, pemberian obat yang tepat, serta pemantauan perkembangan penyakit secara berkala.
Bagi masyarakat Koroway Batu, kehadiran Satgas Pasgat menjadi satu-satunya tumpuan harapan di saat fasilitas kesehatan
tidak dapat diandalkan. Pelayanan ini bukan sekadar tugas tambahan, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Keberadaan prajurit di perbatasan tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga hadir menjadi sahabat dan pelindung bagi warga di masa-masa sulit,” ujar Dwi Siswanto.
Ia menegaskan, di manapun berada, prajurit selalu siap melayani kebutuhan masyarakat di sekitar pos penugasan.
“Kami tidak akan membiarkan warga menderita sendirian tanpa pertolongan medis,” tegasnya.
Menururnya, di tengah keterbatasan, kehadiran prajurit TNI adalah bentuk tanggung jawab moral dan kewajiban sebagai abdi negara untuk memastikan masyarakat tetap sehat dan terlindungi.
Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG menegaskan komitmennya untuk terus memperpanjang jangkauan pelayanan kesehatan secara berkala dan berkelanjutan di wilayah Koroway Batu.
Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas kesehatan masyarakat dan membangun kepercayaan yang kokoh antara aparat keamanan dan warga setempat. (Redaksi)







