TIMIKA, Koranpapua.id– Proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) senilai Rp3,87 miliar yang dibangun sejak 2022 di Kampung Limau Asri Timur (SP5), Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, akhirnya memasuki babak baru.
Setelah hampir empat tahun belum mampu mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga, fasilitas tersebut kini resmi diserahkan kepada pemerintah kampung dan ditargetkan mulai beroperasi dalam pekan ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan proses serah terima pengelolaan IPA kepada Pemerintah Kampung Limau Asri Timur telah dilakukan pada Sabtu 25 Juli 2026.
Dengan penyerahan tersebut, tanggung jawab operasional fasilitas kini sepenuhnya berada di pemerintah kampung.
Menurut Yoga, keterlambatan pengoperasian IPA selama ini bukan semata-mata karena persoalan teknis, melainkan dipicu miskomunikasi terkait proses penyerahan aset.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemerintah kampung saat itu meminta agar proses serah terima ditunda karena adanya persoalan internal.
“Kalau tidak salah sudah diserahkan hari Sabtu. Selama ini ternyata terjadi miskomunikasi. Informasi yang kami terima, saat itu kepala kampung meminta agar penyerahan ditunda karena ada persoalan internal di kampung,” kata Yoga, Senin 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, Dinas PUPR sebenarnya telah beberapa kali melakukan uji coba penyaluran air kepada masyarakat.
Namun karena pengelolaan belum diserahkan secara resmi, pemerintah kampung menganggap operasional instalasi masih menjadi tanggung jawab Dinas PUPR.
“Memang pernah dilakukan percobaan mengalirkan air ke masyarakat, tetapi karena belum ada penyerahan, kampung merasa belum memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya. Sekarang sudah menjadi tanggung jawab kampung,” ujarnya.
Meski pengelolaan telah dialihkan, Dinas PUPR tetap akan mendampingi pemerintah kampung dengan melakukan inventarisasi terhadap kondisi jaringan PUPR dan fasilitas yang sempat tidak beroperasi.
“Kami akan menginventarisasi kerusakan pasca fasilitas ditinggalkan. Kalau nanti ada kebocoran atau kerusakan lain, dinas tetap akan membantu melakukan perbaikan,” katanya.
Kepala Kampung Limau Asri Timur, Adi Prasetyo, membenarkan bahwa serah terima pengelolaan IPA telah dilaksanakan.
Sebelum air dialirkan ke rumah-rumah warga, pemerintah kampung akan menggelar rapat bersama ketua RT dan Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) untuk menyusun mekanisme pengelolaan sekaligus membentuk tim operator.
“Sudah diserahkan kepada kami pada Sabtu kemarin. Namun kami akan rapat dulu dengan ketua RT dan Bamuskam sebelum mulai mengalirkan air kepada masyarakat,” ujarnya.
Adi menargetkan distribusi air bersih dapat dimulai pada pekan ini. Selain mengaktifkan jaringan yang telah tersedia, pemerintah kampung juga berencana memperluas pemasangan pipa ke kawasan Rumah 10 yang hingga kini belum terjangkau layanan.
“Kami juga akan rapat supaya bagaimana wilayah Rumah 10 dan yang belum dijangkau akan juga dipasang ke sana,” katanya.
Kabar penyerahan IPA tersebut disambut positif warga. Salah seorang warga SP5, mengatakan masyarakat telah lama menantikan beroperasinya fasilitas tersebut karena kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang paling mendesak.
Ia menegaskan warga siap berpartisipasi dalam pengelolaan maupun memperbaiki sambungan pipa ke rumah masing-masing apabila air mulai dialirkan.
“Kalau memang PU segera menyerahkan pengelolaannya ke kampung, kami siap berpartisipasi. Warga akan memperbaiki sambungan instalasi di rumah masing-masing. Yang penting airnya bisa segera dialirkan,” ujarnya.
Dengan telah diserahkannya pengelolaan IPA kepada pemerintah kampung, warga berharap proyek yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah itu akhirnya benar-benar memberikan manfaat dan mengakhiri penantian panjang masyarakat Limau Asri Timur untuk mendapatkan akses air bersih. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru









