TIMIKA, Koranpapua.id – Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan di Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, seorang ibu hamil harus dibawa menggunakan sepeda motor menuju bandara agar bisa segera dirujuk ke rumah sakit di Timika.
Pangrias Mapayau membutuhkan penanganan medis lebih lanjut di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika. Namun, ambulans Puskesmas Agimuga sedang rusak dan tidak dapat digunakan.
Situasi itu membuat Bhabinkamtibmas Kampung Faka Fuku, Polsek Agimuga, Brigpol Muh Taufik Permana, mengambil langkah cepat.
Ia menggunakan sepeda motor dinas untuk mengevakuasi Pangrias dari kediamannya menuju Bandara Agimuga, Rabu 9 September 2026.
Pangrias dibonceng dengan pendampingan tenaga kesehatan Puskesmas Agimuga, Muh Irfan, serta suaminya. Mereka menempuh perjalanan menuju bandara untuk mengejar penerbangan ke Timika.
Sekitar pukul 12.00 WIT, Pangrias akhirnya tiba di Bandara Agimuga. Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan kemudian mengurus dokumen rujukan hingga memastikan pasien dapat diberangkatkan menggunakan pesawat Asia One menuju Timika.
Taufik mengatakan keputusan menggunakan sepeda motor dilakukan karena kondisi pasien membutuhkan penanganan segera.
“Sudah menjadi tugas dan kewajiban kami selaku Bhabinkamtibmas untuk selalu hadir membantu warga, terlebih dalam situasi darurat kemanusiaan,” ujarnya.
Ia mengatakan, setelah mengetahui ambulans Puskesmas Agimuga rusak, dirinya memilih menggunakan kendaraan dinas agar Pangrias tidak terlambat mendapatkan pertolongan medis.
“Keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Saya bersyukur proses evakuasi hingga keberangkatan pasien dapat berjalan aman dan lancar,” katanya.
Kisah Pangrias memperlihatkan bagaimana akses layanan kesehatan di wilayah terpencil masih menghadapi tantangan.
Ketika ambulans tidak dapat digunakan, kendaraan roda dua milik seorang Bhabinkamtibmas menjadi sarana untuk membuka jalan bagi seorang ibu hamil menuju layanan medis yang lebih memadai.
Di tengah keterbatasan itu, respons cepat petugas di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan warga tetap bisa mendapatkan pertolongan. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









