ADVERTISEMENT
Jumat, September 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

Dinkes Mimika Klaim 50.171 Anak Ikut POPM Kecacingan, Capaian Masih Tertahan di 81 Persen, Apa Kendalanya?

Ia berharap pihak sekolah semakin menerima program ini karena pada dasarnya pemberian obat cacing sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.

13 Juli 2026
0
Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

Kamaludin, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Mimika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengklaim sebanyak 50.171 anak telah mengikuti Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan.

Meski demikian, capaian program tersebut masih bertahan di angka 81% selama dua tahun berturut-turut dan belum mampu mencapai target nasional sebesar 95%.

ADVERTISEMENT

Apa menjadi kendalanya? Berikut penjelasan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, S.Kep., Ns.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kepada Koranpapua.id, Kamaludin mengakui masih terdapat tantangan besar dalam meningkatkan cakupan program, meski berbagai upaya sosialisasi dan promosi kesehatan telah dilakukan.

Baca Juga

Razia THM di Mimika, Satu Pramuria Terindikasi Positif Narkotika

Pemkab Mimika Perkuat Pengembangan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah

Menurut Kamaludin, berdasarkan laporan yang dihimpun dari seluruh Puskesmas di Mimika, sebanyak 50.171 anak telah menerima obat cacing.

“Berbagai upaya sebenarnya sudah dilakukan, mulai dari sosialisasi, promosi kesehatan, bersurat ke Dinas Pendidikan, hingga mengintegrasikan program ini dengan kegiatan Posyandu, pemberian Vitamin A, dan UKS di sekolah,” ujar Kamaluddin.

Kamaluddin yang ditemui usai menghadiri Pertemuan Sosialisasi dan Advokasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis dan Kecacingan Tahun 2026, Senin 13 Juli 2026  mengatakan, berbagai langkah tersebut belum mampu mendongkrak capaian hingga memenuhi target nasional.

“Kami memang belum bisa mencapai angka 95 persen. Harapan kami melalui pertemuan hari ini ada dampak positif sehingga cakupannya bisa meningkat,” imbuhnya.

Ia berharap pihak sekolah semakin menerima program ini karena pada dasarnya pemberian obat cacing sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Kendala Bukan Kekurangan Obat

Kamaludin menegaskan bahwa rendahnya cakupan bukan disebabkan oleh keterbatasan logistik.

Menurutnya, stok obat cacing yang disediakan pemerintah selama ini mencukupi dan telah didistribusikan ke seluruh Puskesmas.

“Logistik tidak menjadi masalah. Obat tersedia dan teman-teman di lapangan juga sudah berupaya menjangkau seluruh sasaran,” jelasnya.

Tantangannya justru bagaimana meningkatkan promosi kesehatan agar masyarakat semakin memahami pentingnya program ini.

Ia berharap kerja sama dengan Dinas Pendidikan semakin diperkuat agar seluruh sekolah dapat mendukung pelaksanaan POPM secara maksimal.

Obat Diminum di Depan Petugas

Dalam pelaksanaannya, pemberian obat dilakukan kepada anak usia 1 hingga 12 tahun.

Anak usia sekolah menerima obat melalui sekolah, sedangkan Balita dan anak pra-sekolah mendapatkannya di Posyandu.

Untuk memastikan obat benar-benar dikonsumsi, petugas menerapkan metode Directly Observed Treatment (DOT) atau diminum langsung di hadapan petugas kesehatan.

“Sebagian besar anak minum obat langsung di depan petugas. Tetapi kalau ada anak yang takut atau sulit minum obat, obat bisa dibawa pulang oleh orang tua atau guru dengan pengawasan melalui video call sebagai bukti bahwa obat benar-benar diminum,” terang Kamaludin.

Tidak Ada Anggaran Khusus

Terkait pembiayaan, Kamaludin menjelaskan bahwa POPM Kecacingan tidak memiliki anggaran operasional tersendiri karena telah menjadi bagian dari program rutin Dinas Kesehatan.

Pelaksanaannya diintegrasikan dengan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan seperti Posyandu, UKS, dan pelayanan kesehatan rutin di Puskesmas.

“Karena ini program rutin, maka pelaksanaannya diintegrasikan dengan kegiatan yang sudah berjalan. Jadi tidak ada anggaran khusus hanya untuk pemberian obat cacing,” katanya.

Kepala Puskesmas Diminta Serius

Dinas Kesehatan juga meminta seluruh 26 kepala Puskesmas di Kabupaten Mimika agar lebih serius mengawal pelaksanaan POPM.

Kepala puskesmas perlu memastikan tenaga kesehatan aktif turun ke lapangan, melakukan pemantauan, evaluasi, hingga sweeping terhadap anak-anak yang belum menerima obat.

“Kami berharap Kepala Puskesmas benar-benar mengawal program ini, memastikan seluruh sasaran ditemukan, mengevaluasi kendala di lapangan, dan bila perlu melakukan sweeping hingga Oktober agar seluruh anak bisa menerima obat,” tegasnya.

Masyarakat Diajak Lebih Proaktif

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif membawa anak-anak ke Posyandu pada pelaksanaan POPM yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Program ini dinilai penting untuk mencegah infeksi cacing yang dapat mengganggu pertumbuhan, status gizi, kemampuan belajar, hingga kesehatan anak secara umum.

Meski Dinkes memastikan stok obat tersedia dan mekanisme pelaksanaan telah disiapkan, capaian yang masih bertahan di 81% memunculkan pertanyaan yang layak dievaluasi bersama.

Apakah persoalan sebenarnya terletak pada rendahnya partisipasi masyarakat, kurang optimalnya dukungan sekolah, validitas data sasaran, atau efektivitas pelaksanaan program di lapangan?

Pertanyaan ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab jika Mimika ingin mengejar target nasional 95% pada tahun 2026. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Razia THM di Mimika, Satu Pramuria Terindikasi Positif Narkotika

Razia THM di Mimika, Satu Pramuria Terindikasi Positif Narkotika

10 September 2026
Pemkab Mimika Perkuat Pengembangan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah

Pemkab Mimika Perkuat Pengembangan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah

10 September 2026
Dalam Dua Hari, 6 Anggota dan Simpatisan OPM Ikrar Setia kepada NKRI

Dalam Dua Hari, 6 Anggota dan Simpatisan OPM Ikrar Setia kepada NKRI

10 September 2026
Soal Anggaran Konflik, Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar lalu Membantah

Soal Anggaran Konflik, Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar lalu Membantah

10 September 2026
Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

10 September 2026
Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

10 September 2026

POPULER

  • Pertamina Sanksi 19 SPBU di Papua-Maluku, Dua di Antaranya di Mimika

    Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    587 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Dana Pembangunan TK Fajar Baru Muare Mimika Disorot, Bendahara dan Kepala Sekolah Beda Keterangan

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    616 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
Next Post
Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

Cegah Sejak Dini: Satgas Pasgat Bersama YBKN Gelar Sosialisasi Bahaya HIV dan Kanker

AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Resmi Menjabat Kapolres Mimika

AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Resmi Menjabat Kapolres Mimika

Kecacingan Salah Satu Penyakit Menular yang Perlu Mendapat Perhatian Serius, Dinkes Mimika Perkuat Lintas Sektor

Kecacingan Salah Satu Penyakit Menular yang Perlu Mendapat Perhatian Serius, Dinkes Mimika Perkuat Lintas Sektor

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id