JAYAPURA, Koranpapua.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua di tahun 2026, akan berupaya meningkatkan kuota program pembinaan calon siswa sekolah kedinasan dari 30 menjadi 50 peserta.
Penambahan kuota ini seiring dengan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putri Papua ke sekolah kedinasan.
“Perluasan kesempatan bagi putra-putri Papua untuk mengikuti seleksi masuk sekolah kedinasan, sebagai upaya menyiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing,” ujar Plt. Kadis Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama dalam keterangannya di Jakarta seperti dikutip, Sabtu 11 Juli 2026.
Dikatakan, semua peserta memiliki kesempatan yang sama dan tidak ada peserta titipan ataupun intervensi dari pihak manapun.
Menurutnya, seluruh proses seleksi dilaksanakan secara terbuka dan objektif agar peserta yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan untuk bersaing di berbagai sekolah kedinasan tingkat nasional.
Selain memperluas pembinaan sekolah kedinasan, Pemprov Papua juga terus mematangkan Program Beasiswa Pace-Mace sebagai salah satu strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program tersebut saat ini masih dalam pembahasan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) untuk disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Marthen mengatakan kebutuhan anggaran Program Beasiswa Pace-Mace diperkirakan berkisar antara Rp60 miliar hingga Rp70 miliar per tahun.
Pemerintah Provinsi Papua berharap program tersebut dapat segera direalisasikan guna memperluas akses pendidikan sekaligus mencetak generasi Papua yang berkualitas dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah. (Redaksi)










