TIMIKA, Koranpapua.id- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika yang baru dibentuk pada Maret 2026 mulai menyusun langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi.
Plt Kepala BRIDA Mimika, Darius Sabon Rain, menegaskan bahwa tahun pertama menjadi fase penting untuk membangun fondasi kelembagaan sebelum menjalankan berbagai program riset.
Hal itu disampaikan Darius Sabon saat diwawancarai Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Sabtu 11 Juli 2026), usai dirinya dipercaya Bupati Mimika Johannes Rettob memimpin BRIDA.
Menurut Darius, sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih baru, fokus utama BRIDA saat ini adalah menyiapkan seluruh perangkat pendukung agar lembaga tersebut dapat bekerja secara maksimal.
“Karena BRIDA ini baru dibentuk pada bulan Maret lalu, maka di tahun pertama kami fokus membangun fondasi. Kami menyiapkan seluruh dokumen regulasi, SOP setiap bidang, serta melengkapi aturan-aturan yang berkaitan dengan riset dan inovasi daerah,” ujarnya.
Selain memperkuat kelembagaan dari sisi administrasi, BRIDA juga mulai membangun jaringan kerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga di tingkat pusat maupun OPD di Kabupaten Mimika.
Darius menjelaskan, pihaknya telah menjadwalkan audiensi dengan sejumlah kementerian strategis seperti Kementerian PAN-RB, Kementerian Dalam Negeri, dan Bappenas.
“Karena BRIDA memiliki tugas yang berkaitan langsung dengan kementerian dan lembaga di pusat, maka kami mulai membangun komunikasi dan kerja sama,” katanya.
“Di daerah juga kami melakukan konsolidasi dengan OPD seperti Bappeda, Dinas Kominfo, dan OPD lainnya karena BRIDA bekerja lintas sektor,” jelasnya.
Hasil Riset Menjadi Dasar Kebijakan Pemerintah
Darius mengatakan, tugas utama BRIDA bukan hanya melakukan penelitian, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan dasar penyusunan program pembangunan oleh setiap OPD.
“Kami akan melakukan berbagai kajian di berbagai bidang. Hasil kajian tersebut nantinya kami rekomendasikan kepada OPD terkait sebagai bahan penyusunan program dan kegiatan pemerintah daerah,” katanya.
Fokus Riset Daerah Terpencil
Ke depan, BRIDA akan memprioritaskan riset terhadap berbagai persoalan strategis yang masih dihadapi masyarakat, terutama di wilayah terpencil, pesisir, dan pegunungan Kabupaten Mimika.
Menurut Darius, penelitian akan difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga tata kelola pemerintahan sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika.
Di sektor pendidikan misalnya, BRIDA akan mengkaji pemerataan kebutuhan tenaga pendidik, kondisi sekolah, serta kebutuhan riil masyarakat di setiap wilayah.
Sementara di bidang kesehatan, penelitian akan diarahkan pada pemerataan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga sarana dan prasarana yang masih belum memadai.
“Semua riset akan kami koordinasikan dengan OPD terkait agar hasilnya benar-benar sesuai kebutuhan daerah, bukan sekadar kajian di atas kertas,” ungkapnya.
Hasil Riset Jangan Menjadi Dokumen di Lemari
Darius berharap keberadaan BRIDA mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan di Mimika. Ia menegaskan, hasil penelitian tidak boleh hanya menjadi laporan yang tersimpan di rak kantor.
“Keberhasilan BRIDA ditentukan sejauh mana hasil riset kami dapat diterapkan oleh OPD. Kami tidak ingin hasil penelitian hanya menjadi dokumen yang disimpan, tetapi benar-benar dilaksanakan sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh OPD membangun kolaborasi agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar didasarkan pada data dan hasil penelitian.
“Kalau program pemerintah tidak berbasis riset dan data, maka output yang dihasilkan bisa saja tidak tepat sasaran,” pungkas Darius.
Karena itu, Darius berharap sinergi antara BRIDA dan seluruh OPD terus diperkuat agar pembangunan di Mimika semakin berkualitas.
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








