ADVERTISEMENT
Kamis, Juli 9, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Komisi III DPRK Mimika Desak Evaluasi Kinerja Kapus, Buka Layanan 24 Jam Kurangi Antrian di RSUD

"Selama ini mereka kembali ke kota selama dua bulan, tetapi aktivitasnya tidak termonitor secara maksimal. Padahal mereka tetap menerima haknya sebagai tenaga kesehatan”.

9 Juli 2026
0
Komisi III DPRK Mimika Desak Evaluasi Kinerja Kapus, Buka Layanan 24 Jam Kurangi Antrian di RSUD

Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur.(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, SE, menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika.

Hal itu disampaikannya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD Mimika, Kamis 9 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

RDP tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan lapangan Komisi III ke sejumlah Puskesmas dan RSUD Mimika yang menemukan berbagai persoalan dalam pelayanan kesehatan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Herman mengatakan, terdapat beberapa poin penting yang menjadi kesepakatan bersama dalam rapat tersebut.

Baca Juga

Perkuat Sektor Pertanian, Pemprov Papua Kembangkan Sentra Produksi Cabai di Lima Kabupaten

Pererat Persatuan di Puncak Jaya, Satgas Pasgat Dukung Jalan Sehat Kebangsaan

Salah satunya adalah mendorong Dinas Kesehatan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Puskesmas (Kapus) yang dinilai tidak menjalankan tugas secara optimal.

“Kami meminta Dinas Kesehatan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kepala-kepala Puskesmas yang tidak berada di tempat atau tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” tegas Herman.

Selain itu, Komisi III juga menyoroti masih belum meratanya infrastruktur kesehatan, terutama di wilayah pesisir dan pegunungan.

Menurut Herman, pembangunan fasilitas kesehatan di daerah terpencil harus menjadi prioritas dalam perencanaan strategis pemerintah daerah agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang setara.

Puskesmas Diusulkan Buka 24 Jam

Salah satu rekomendasi utama Komisi III adalah mendorong Puskesmas, khususnya di wilayah perkotaan, agar dapat memberikan pelayanan selama 24 jam.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi penumpukan pasien di RSUD Mimika yang saat ini berstatus sebagai rumah sakit rujukan.

“Kalau pelayanan dasar di Puskesmas berjalan optimal selama 24 jam, masyarakat tidak perlu langsung datang ke rumah sakit. Dengan begitu, beban pelayanan di RSUD bisa berkurang,” ujarnya.

Tenaga Kesehatan Pesisir Diusulkan Bertugas di Kota saat Rotasi  

Herman juga menyoroti sistem penempatan tenaga kesehatan di wilayah pesisir dan pegunungan yang selama ini bekerja secara bergiliran.

Menurutnya, ketika tenaga kesehatan tersebut kembali ke Kota Timika selama masa rotasi, mereka seharusnya tetap diberdayakan dengan ditempatkan di Puskesmas yang membutuhkan tambahan tenaga.

“Selama ini mereka kembali ke kota selama dua bulan, tetapi aktivitasnya tidak termonitor secara maksimal. Padahal mereka tetap menerima haknya sebagai tenaga kesehatan,” tegas Herman.

“Karena itu kami mengusulkan agar selama berada di kota mereka ditempatkan di Puskesmas yang membutuhkan pelayanan 24 jam,” lanjut Herman.

Ia menilai langkah tersebut akan meningkatkan efektivitas pemanfaatan sumber daya manusia di sektor kesehatan sekaligus mencegah kekosongan tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan.

Evaluasi Internal Dinas Kesehatan

Komisi III juga meminta Dinas Kesehatan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, termasuk penempatan tenaga kesehatan sesuai kompetensi dan kebutuhan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Herman, penataan SDM yang tepat akan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan tidak ada Puskesmas yang mengalami kekurangan tenaga medis.

“Kami ingin penempatan tenaga kesehatan benar-benar berdasarkan kebutuhan dan kompetensi, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal,” katanya.

Perkuat Sinergi Dinas Kesehatan dan RSUD Mimika

Herman menambahkan, RDP kali ini juga menjadi tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang sempat menemukan perbedaan data antara DPRK dan pihak RSUD.

Namun, menurutnya, persoalan tersebut kini telah diselesaikan karena adanya proses transisi kepemimpinan di RSUD Mimika.

Ia berharap komunikasi antara DPRK, Dinas Kesehatan, dan RSUD Mimika semakin solid demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

“Yang paling penting adalah kolaborasi dan sinergi. Semua pihak memiliki komitmen yang sama, yaitu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Mimika,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Perkuat Sektor Pertanian, Pemprov Papua Kembangkan Sentra Produksi Cabai di Lima Kabupaten

Perkuat Sektor Pertanian, Pemprov Papua Kembangkan Sentra Produksi Cabai di Lima Kabupaten

9 Juli 2026
Pererat Persatuan di Puncak Jaya, Satgas Pasgat Dukung Jalan Sehat Kebangsaan

Pererat Persatuan di Puncak Jaya, Satgas Pasgat Dukung Jalan Sehat Kebangsaan

9 Juli 2026
Komisi III DPRK Mimika Desak Evaluasi Kinerja Kapus, Buka Layanan 24 Jam Kurangi Antrian di RSUD

Komisi III DPRK Mimika Desak Evaluasi Kinerja Kapus, Buka Layanan 24 Jam Kurangi Antrian di RSUD

9 Juli 2026
RDP DPRK Mimika Ungkap Persoalan Pelayanan RSUD, Direktur Beberkan Solusi Atasi Kepadatan Pasien

RDP DPRK Mimika Ungkap Persoalan Pelayanan RSUD, Direktur Beberkan Solusi Atasi Kepadatan Pasien

9 Juli 2026
Dukung Program Pemberdayaan Ekonomi, TP PKK Provinsi Papua Berkunjung ke Pabrik Pengolahan Gurita Ekspor di Bantaeng

Dukung Program Pemberdayaan Ekonomi, TP PKK Provinsi Papua Berkunjung ke Pabrik Pengolahan Gurita Ekspor di Bantaeng

9 Juli 2026
BPKP Dampingi Finalisasi Penilaian Mandiri SPIP Terintegrasi 2026 Pemprov Papua Tengah

BPKP Dampingi Finalisasi Penilaian Mandiri SPIP Terintegrasi 2026 Pemprov Papua Tengah

9 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    663 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Tabrak Trotoar di Mile 32 Timika, Pengendara Sepada Motor Dilaporkan Tewas

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • YPMAK Genjot Transformasi RSMM, Seleksi Penyusun Master Plan Diikuti Puluhan Perusahaan Nasional

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Pererat Persatuan di Puncak Jaya, Satgas Pasgat Dukung Jalan Sehat Kebangsaan

Pererat Persatuan di Puncak Jaya, Satgas Pasgat Dukung Jalan Sehat Kebangsaan

Perkuat Sektor Pertanian, Pemprov Papua Kembangkan Sentra Produksi Cabai di Lima Kabupaten

Perkuat Sektor Pertanian, Pemprov Papua Kembangkan Sentra Produksi Cabai di Lima Kabupaten

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id