TIMIKA, Koranpapua.id – Puluhan kader Posyandu di Kabupaten Mimika mengikuti kegiatan Penilaian Strata Kader Posyandu Sektor Kesehatan yang diselenggarakan Wahana Visi Indonesia melalui Program PASTI-Papua, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu 8 Juli hingga Kamis 9 Juli 2026, di salah satu hotel di Timika itu, didukung penuh oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).

Penilaian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs.
Dalam sambutannya, Godfried menyampaikan apresiasi kepada Wahana Visi Indonesia, Program PASTI-Papua, PTFI, puskesmas, tim penilai, serta seluruh kader yang terus berkomitmen mendukung pelayanan Posyandu di Mimika.
“Kader Posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan di masyarakat. Peran kader sangat penting dalam mendukung pelayanan ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga lansia,” ujar Godfried.
Karena itu, Godfried berharap peningkatan kompetensi kader harus terus dilakukan agar pelayanan Posyandu semakin berkualitas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, penilaian strata kader bukan sekadar menentukan tingkatan kader, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, kader dapat mengetahui kemampuan yang sudah dikuasai serta keterampilan yang masih perlu diperkuat.
Dalam kegiatan ini, para kader dinilai berdasarkan standar 25 keterampilan dasar kader Posyandu.
Hasil penilaian akan menjadi dasar penentuan strata kader, yaitu Kader Purwa, Kader Madya, dan Kader Utama, sesuai kemampuan masing-masing.
Peserta kegiatan berasal dari kader Posyandu binaan Program PASTI-Papua dalam kota yang berada di Kelurahan Koperapoka, Kampung Nayaro, Kampung Nawaripi, Kampung Tipuka, dan Kampung Ayuka.
Selain itu, turut hadir kader Posyandu binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dari wilayah kerja Puskesmas Kwamki Narama, Karang Senang, Timika Jaya, Pasar Sentral, dan Limau Asri.
Selama kegiatan yang berlangsung dua hari, para kader mengikuti penilaian praktik dan observasi, mulai dari pendaftaran sasaran, pengukuran antropometri, pencatatan dan pelaporan, penyuluhan kesehatan, komunikasi dengan masyarakat, hingga penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak atau KIA.
Tim penilai yang berasal dari tenaga kesehatan Puskesmas tersertifikasi melakukan penilaian secara objektif berdasarkan indikator kompetensi yang telah ditetapkan. Hasil penilaian diharapkan menjadi dasar pembinaan kader yang lebih terarah ke depan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Wahana Visi Indonesia, PTFI, Puskesmas, dan para kader Posyandu di Kabupaten Mimika diharapkan semakin aktif, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan yang dekat dengan keluarga.
Dari tangan para kader, pelayanan kesehatan masyarakat terus tumbuh. Mereka hadir tidak hanya untuk menimbang dan mencatat, tetapi juga mendampingi keluarga, memberi edukasi, serta menjadi penggerak hidup sehat di kampung dan kelurahan. (*)
Penulis: Nimo
Editor: Marthen LL Moru







