JAYAPURA, Koranpapua.id- Insiden pembakaran pesawat dan penembakan yang menewaskan pilot Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Ipdeheik, Yahukimo, Pegunungan, Kamis 2 Juli 2026 menambah deretan kasus ‘berdarah’ penerbangan sipil di Tanah Papua.
Seperti diketahui, kasus penembakan pilot sebelumnya pernah menimpa pesawat angkutan udara perintis Smart Air di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Selasa 11 Februari 2026.
Dalam peristiwa itu pilot dan co pilot dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak kelompok separatis bersenjata.
Terkait dengan masih terjadinya penembakan pilot oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras tindakan tersebut.
IPI menilai tindakan yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata, selain menghilangkan nyawa pilot juga membahayakan awak pesawat, penumpang, dan operasional penerbangan sipil di Papua.
Pernyataan kecaman ini disampaikan Ketua Umum IPI, Capt. Muammar Reza Nugraha, dalam keterangannya yang dikutip Koranpapua.id, Senin 6 Juli 2026.
Dikatakan, dengan berulangnya insiden serupa dalam tahun yang sama menunjukkan bahwa ancaman terhadap penerbangan sipil masih nyata dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
IPI menegaskan bahwa setiap bentuk penyerangan, intimidasi, kekerasan, perusakan, maupun pembakaran terhadap pesawat sipil dan personel penerbangan merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
Pasalnya, tindakan tersebut tidak hanya mengancam keselamatan jiwa manusia, tetapi juga mengganggu layanan transportasi udara yang menjadi sarana vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pelayanan kesehatan di Papua.
Muammar juga mengatakan bahwa pilot dan awak pesawat sipil menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dan tidak boleh menjadi sasaran ancaman maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan sipil harus menjadi prioritas bersama, dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali,” tegasnya.
IPI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian ini, termasuk operator penerbangan, aparat keamanan, petugas lapangan, serta pihak lain yang memberikan dukungan dan informasi.
“Kami IPI akan terus berkoordinasi dengan regulator, operator penerbangan, aparat keamanan, pemerintah, serta International Federation of Air Line Pilots’ Associations guna mendorong penguatan keamanan penerbangan sipil di Papua,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut bahwa KKB Bakusip pimpinan M Mbalingga adalah pelaku aksi pembakaran dan penembakan pilot pesawat AMA Air di Yahukimo. (Redaksi)










