ADVERTISEMENT
Senin, Juli 6, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Ketua SKP Keuskupan Timika: Anggaran Menjadi Kendala Tindaklanjut Dugaan Pelanggaran HAM di Papua

Karena tanpa investigasi yang independen dan menyeluruh, keadilan bagi para korban akan semakin sulit terwujud, sementara peristiwa kekerasan terus berulang.

6 Juli 2026
0
Ketua SKP Keuskupan Timika: Anggaran Menjadi Kendala Tindaklanjut Dugaan Pelanggaran HAM di Papua

Saul Wanimbo, Ketua Sekretariat Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral (SKP) Keuskupan Timika. (foto:Ril/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Keterbatasan anggaran untuk melakukan investigasi langsung ke lapangan, menjadi salah satu kendala lambannya penanganan berbagai dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Papua.

Hal tersebut disampaikan Saul Wanimbo, Ketua Sekretariat Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral (SKP) Keuskupan Timika dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Keuskupan Timika, Senin 6 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

Menurut Saul, setiap kali pihak gereja maupun masyarakat mempertanyakan kapan Komnas HAM turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan, jawaban yang diterima hampir selalu sama, yakni belum tersedianya anggaran.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Beberapa kali kami bertanya kapan Komnas HAM akan turun. Jawaban yang selalu kami terima adalah anggarannya belum ada,” ujarnya Saul.

Baca Juga

Hasil Operasi Enam Bulan Kogabwilhan III: 47 Senpi dan 3.000 Batang Ganja Disita di Papua–Maluku

TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

“Mereka menyampaikan bahwa biaya untuk datang ke Papua sangat besar sehingga proses tindak lanjut sering tertunda,” lanjutnya.

Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena Komnas HAM merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM, termasuk dugaan pelanggaran HAM berat.

Dikatakan, di republik ini, lembaga yang memiliki kewenangan menyatakan suatu peristiwa sebagai dugaan pelanggaran HAM adalah Komnas HAM.

Namun kalau investigasinya tidak pernah dilakukan karena alasan anggaran, maka berbagai laporan yang masuk akan terus menggantung tanpa kejelasan.

Saul mengungkapkan bahwa berbagai laporan dugaan kekerasan terhadap warga sipil di Papua telah berulang kali disampaikan kepada lembaga terkait.

Namun hingga kini, menurutnya, masyarakat belum melihat adanya tindak lanjut yang signifikan.

Ia menyinggung sejumlah peristiwa kekerasan yang pernah terjadi di Papua, termasuk kasus pembunuhan warga sipil dan berbagai insiden lain yang telah dilaporkan kepada Komnas HAM.

“Kami berharap setiap laporan yang masuk benar-benar ditindaklanjuti. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena laporan hanya diterima tetapi tidak pernah ada perkembangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saul menilai penyelesaian konflik di Papua tidak boleh hanya mengedepankan pendekatan keamanan.

Menurutnya, berbagai kebijakan yang diambil pemerintah harus mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat sipil dan penghormatan terhadap HAM.

“Jangan setiap terjadi perlawanan kemudian pendekatan yang digunakan hanya pendekatan keamanan. Yang menjadi korban justru masyarakat sipil,” pungkasnya.

Menurutnya, peristiwa seperti ini terus berulang dan belum ada penyelesaian yang menyentuh akar persoalan.

Ia berharap pemerintah pusat memberikan dukungan anggaran yang memadai kepada Komnas HAM agar lembaga tersebut dapat menjalankan mandatnya secara maksimal, khususnya dalam mengusut berbagai dugaan pelanggaran HAM di Papua.

“Bila kendalanya memang anggaran, maka negara harus memastikan kebutuhan itu dipenuhi,” usulnya.

Karena tanpa investigasi yang independen dan menyeluruh, keadilan bagi para korban akan semakin sulit terwujud, sementara peristiwa kekerasan terus berulang. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

Hasil Operasi Enam Bulan Kogabwilhan III: 47 Senpi dan 3.000 Batang Ganja Disita di Papua–Maluku

6 Juli 2026
TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

6 Juli 2026
Deretan Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya Diungkap, Komnas HAM Diminta Turun Tangan

Deretan Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya Diungkap, Komnas HAM Diminta Turun Tangan

6 Juli 2026
Ketua SKP Keuskupan Timika: Anggaran Menjadi Kendala Tindaklanjut Dugaan Pelanggaran HAM di Papua

Ketua SKP Keuskupan Timika: Anggaran Menjadi Kendala Tindaklanjut Dugaan Pelanggaran HAM di Papua

6 Juli 2026
Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

6 Juli 2026
Bupati Mimika Murka! Oknum ASN Dilaporkan Mabuk di Jalan hingga Kantor, Ada Pejabat Eselon Tiga

Bupati Mimika Murka! Oknum ASN Dilaporkan Mabuk di Jalan hingga Kantor, Ada Pejabat Eselon Tiga

6 Juli 2026

POPULER

  • Pendeta GKI Tewas di Intan Jaya, Menham Minta Panglima TNI dan Kapolri Kendalikan Anggotanya

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • SMK Negeri 6 Mimika: Sekolah Gratis dengan Empat Program Unggulan, Pendaftaran Hingga 10 Juli

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Pertamina Berlakukan Harga Terbaru BBM Non-Subsidi di Papua-Maluku, Berikut Daftarnya

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Ini Identitas Pilot Amerika yang Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Dr. Abraham Kateyau Ingatkan Kepala Kampung Jalankan Amanah dengan Baik, Tim Evaluasi Masih Bekerja

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Tabrak Trotoar di Mile 32 Timika, Pengendara Sepada Motor Dilaporkan Tewas

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Deretan Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya Diungkap, Komnas HAM Diminta Turun Tangan

Deretan Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya Diungkap, Komnas HAM Diminta Turun Tangan

TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

Hasil Operasi Enam Bulan Kogabwilhan III: 47 Senpi dan 3.000 Batang Ganja Disita di Papua–Maluku

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id