ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Peringati 55 Tahun Proklamasi, Aliansi Mahasiswa Papua Tuntut Penghentian PSN dan Kembalikan Militer ke Barak

Berdasarkan data kemanusiaan yang dihimpun perwakilan gereja, diperkirakan terdapat sedikitnya 107.000 warga Papua yang kini terpaksa mengungsi.

2 Juli 2026
0
Peringati 55 Tahun Proklamasi, Aliansi Mahasiswa Papua Tuntut Penghentian PSN dan Kembalikan Militer ke Barak

Aksi unjuk rasa damai yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu 1 Juli 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Aliansi Mahasiswa Papua, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) bersama Front Anti Investasi dan Militerisme mengeluarkan siaran pers dalam rangka memperingati 55 tahun proklamasi kemerdekaan Papua Barat yang dideklarasikan oleh Seth Jafeth Rumkorem pada 1 Juli 1971 silam.

Dalam pernyataan sikap yang dirilis kepada Koranpapua.id, Rabu 1 Juli 2026, koalisi organisasi tersebut menyoroti situasi sosial, politik, ekonomi, dan Hak Asasi Manusia (HAM) terkini di Tanah Papua.

ADVERTISEMENT

Mereka secara tegas menolak keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mendesak penarikan aparat militer dari wilayah tersebut dan dikembalikan ke barak.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Soroti Konflik Lahan dan Dampak PSN

Baca Juga

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

Di Tengah Pegunungan Papua, Satgas Pasgat Mulia Salurkan Harapan Nyata Lewat Donor Darah HUT ke-81 RI

Siaran pers tersebut menggarisbawahi dampak dari berbagai proyek pembangunan skala besar dan investasi industri ekstraktif di Papua.

Merujuk pada dokumenter “Pesta Babi” karya sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale, massa aksi menyatakan bahwa implementasi PSN—khususnya di wilayah Merauke—telah memicu perampasan tanah adat milik masyarakat asli Papua.

Mereka juga menyuarakan kekhawatiran atas keberadaan sejumlah korporasi besar berbasis tambang, energi, dan perkebunan kelapa sawit yang dinilai merusak ekosistem hutan adat.

Selain itu, mereka menuntut kepastian keselamatan dan pengembalian Mama Yasinta Maiwend, seorang tokoh adat perempuan Merauke yang dikabarkan mengalami intimidasi serta pemindahan paksa ke Jakarta.

Kritik Terhadap Pendekatan Keamanan

Terkait situasi keamanan, aliansi ini mengkritik keras peningkatan eskalasi personel keamanan organik maupun non-organik di Tanah Papua.

Mengutip laporan riset terbaru, mereka menyebutkan bahwa operasi militeristik di wilayah konflik seperti Dogiyai dan Puncak Jaya terus berlanjut dan berisiko salah sasaran terhadap warga sipil.

Konflik bersenjata yang berkepanjangan ini dilaporkan telah memicu krisis kemanusiaan yang mendalam.

Berdasarkan data kemanusiaan yang dihimpun perwakilan gereja, diperkirakan terdapat sedikitnya 107.000 warga Papua yang kini terpaksa mengungsi (internal displaced persons/IDP) di wilayah Intan Jaya, Yahukimo, Maybrat, Nduga, hingga Lanny Jaya tanpa penanganan yang memadai dari pemerintah.

15 Poin Tuntutan kepada Pemerintah dan PBB

Sebagai solusi atas krisis kedamaian dan keadilan di Papua, aliansi mahasiswa menetapkan 15 poin tuntutan utama yang ditujukan kepada Pemerintah Republik Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di antaranya:

  1. Penghentian Total PSN: Menghentikan seluruh Proyek Strategis Nasional di Merauke, Boven Digoel, Sorong, dan seluruh wilayah Papua.
  2. Demiliterisasi: Menarik seluruh pasukan militer organik dan non-organik dari koridor Papua serta menghentikan penembakan terhadap warga sipil.
  3. Pemberhentian Eksploitasi: Menutup aktivitas operasional perusahaan nasional dan multi-nasional (Multi National Corporation) seperti Freeport, BP, LNG Tangguh, Medco, Korindo, dan korporasi imperialis lainnya.
  4. Stop Kriminalisasi Aktivis: Menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap Mama Yasinta, Dandhy Laksono, Cypri Jehan Paju Dale, Johnny Teddy Wakum, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan film Pesta Babi.
  5. Keterbukaan Akses Jurnalis: Membuka ruang publik dan akses liputan seluas-luasnya bagi jurnalis lokal, nasional, maupun internasional ke Papua.
  6. Penyelesaian Pelanggaran HAM: Mengusut tuntas seluruh kasus pelanggaran HAM masa lalu dan masa kini di Papua, serta membebaskan tahanan politik (tapol).
  7. Hak Menentukan Nasib Sendiri: Mendesak PBB bertanggung jawab meluruskan sejarah Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969 dan memberikan hak menentukan nasib sendiri (self-determination) bagi bangsa West Papua sebagai solusi demokratis.
  8. Hentikan Teror, Kriminalisasi dan terhadap masyarakat adat, Mahasiswa papua di indonesia dan Rakyat Papua Barat
  1. TNI Polri Stop Tangkap dan tembak masyarakat sipil yang berada di Puncak papua, puncak jaya, intan jaya, Ndugama, Timika, Yahukimo, Pegunugan bintang, Maibrat, Dogiyai, dan seluruh tanah papua tanpa ada bukti yang jelas.
  1. PBB Harus Bertanggung jawab Untuk Meluruskan Sejarah Pepera dan Proses Aneksasi West Papua Ke Indonesia yang telah di manipulasi.
  1. Mendukung penuh Kemerdekaan Palestina, West Sahara, Kanaky dan Catalonia.
  1. Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa West Papua Sebagai Solusi Demokratis.
  1. Sahkan UU Masyarakat Adat.
  2. Hentikan Represif negara bebaskan Tahanan Politik.
  3. Usut tuntas Tragedi Kanjuruhan.

“Demikian pernyataan sikap ini dibuat, kami akan terus melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan, pembungkaman, penindasan dan penghisapan, terhadap Rakyat dan Bangsa,” demikian yang ditulis dalam siaran pers tersebut. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

16 Agustus 2026
72 Anggota Paskibra PTFI Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Kuala Kencana

Di Tengah Pegunungan Papua, Satgas Pasgat Mulia Salurkan Harapan Nyata Lewat Donor Darah HUT ke-81 RI

16 Agustus 2026
Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

72 Anggota Paskibra PTFI Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Kuala Kencana

16 Agustus 2026
Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

16 Agustus 2026
Tujuh Personel Polisi Dilaporkan Terluka dalam Demo Protes Penempatan Militer di Papua 

Tujuh Personel Polisi Dilaporkan Terluka dalam Demo Protes Penempatan Militer di Papua 

16 Agustus 2026
Kunker di Papua Tengah, Yorrys Rawayei: Serap Aspirasi untuk Didorong ke Pemerintah Pusat

Yorrys Raweyai: Keberhasilan Otsus Tidak Cukup Diukur dari Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat yang Dirasakan Masyarakat 

16 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    908 shares
    Bagikan 363 Tweet 227
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    679 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
Next Post
Pesawat yang Dibakar di Yahukimo Jenis Pilatus, Terbang untuk Misi Kemanusian, Pilot Dilaporkan Tewas

Pesawat yang Dibakar di Yahukimo Jenis Pilatus, Terbang untuk Misi Kemanusian, Pilot Dilaporkan Tewas

Ini Identitas Pilot Amerika yang Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik

Ini Identitas Pilot Amerika yang Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik

30 Dosen dan Tenaga Ahli UNJ Tiba di Mappi, Siap Tingkatkan Kompetensi 1.000 Guru 3T

30 Dosen dan Tenaga Ahli UNJ Tiba di Mappi, Siap Tingkatkan Kompetensi 1.000 Guru 3T

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id