TIMIKA, Koranpapua.id- Universitas Islam Bandung (UNISBA) kembali berkontribusi memberikan andil dalam pengolahan limbah atau sisa batuan dan tanah halus yang dihasilkan dari proses ekstraksi dan pemisahan mineral berharga (tailing) di PT Freeport Indonesia (PTFI).
Kontribusi UNISBA tersebut dalam mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan Survey Review Penyusunan Dokumen Masterplan Pemanfaatan Tailing Kabupaten Mimika tahun 2026.
Kegiatan tersebut sudah dilakukan pada 21-23 Mei 2026 di Kabupaten Mimika Papua Tengah melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNISBA.
Dikutip dari Humas UNISBA, Senin 15 Juni 2026 menyebutkan bahwa, kegiatan tersebut bertujuan mengumpulkan data, mengidentifikasi berbagai permasalahan.
Serta memastikan titik-titik lokasi dari area pengambilan (quary) area pengumpulan (collecting point) dan titik-titik simpul untuk pendistribusian tailing yang akan dikeluarkan dari area PTFI.
Kajian survei ini diharapkan mampu memotret secara keseluruhan lingkungan yang akan menjadi titik-titik kesepakatan.
Kesepakatan ini akan dibuat payung hukum melalui peraturan daerah/kepala daerah.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penyusunan masterplan pemanfaatan tailing yang telah dilakukan pada tahun 2022 antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dengan LPPM UNISBA.
Seiring dengan sudah dibentuknya PT Mimika Abadi Sejahtera (PT MAS) sebagai perusahaan daerah yang menggawangi pemanfaatan tailing, maka tahun 2026 dilakukan review masterplan.
Review ini dilakukan karena banyaknya penyesuaian mulai dari pergantian peraturan, kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat sehingga diharapkan masterplan semakin relevan untuk digunakan perusda. (Redaksi)









