ADVERTISEMENT
Sabtu, Mei 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Mengenang Almamater, Uskup Timika Mgr. Bernardus Pimpin Misa Harian di SMP Don Bosco Fakfak

“Guru-guru kami dahulu adalah gembala sejati. Mereka mendidik dengan cinta, pengorbanan, dan komitmen. Kami bisa menjadi seperti sekarang ini karena dibentuk oleh mereka”.

23 Mei 2026
0
Mengenang Almamater, Uskup Timika Mgr. Bernardus Pimpin Misa Harian di SMP Don Bosco Fakfak

Uskup Timika Mgr. Bernard di halaman Gereja Katolik Santo Yosep Fakfak pada Jumat 22 Mei 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

FAKFAK, Koranpapua.id- Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A. memberikan perhatian kepada para guru yang menghayati panggilan pendidikan sebagai pelayanan kepada sesama yang telah melahirkan generasi cerdas bagi masa depan.

Hal itu disampaikannya untuk para gurunya, kala ia belajar di SMP Don Bosco Fakfak, saat memimpin Misa Harian di Gereja Katolik Santo Yosep Fakfak pada Jumat 22 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Misa tersebut dipandu oleh siswa-siswi SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam khotbahnya, Mgr. Bernardus yang juga alumni SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak mengenang masa-masa pendidikannya di kota pala itu sekaligus menyampaikan penghormatan kepada para guru yang pernah mendidiknya.

Baca Juga

Dukung Kebutuhan Daging Kurban, Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Mimika Serahkan 66 Ekor Sapi

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Uskup kelahiran Dusun Bakrabiy, Desa Suswa, Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, 22 Agustus 1969 itu mengisahkan perjalanan hidupnya sejak menempuh pendidikan dasar di SD YPPK Suswa hingga melanjutkan studi ke SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak pada Juni 1984.

Uskup Bernard, mengungkapkan peran guru-guru yang besar dalam mendidik generasi muda. Ia mengakui pendidikan yang diterimanya dari para guru, berjasa bagi dirinya dan generasi selanjutnya.

“Guru-guru kami dahulu adalah gembala sejati. Mereka mendidik dengan cinta, pengorbanan, dan komitmen. Kami bisa menjadi seperti sekarang ini karena dibentuk oleh mereka,” ujar Uskup Bernard.

Ia mengenang sejumlah guru yang pernah membimbingnya, seperti Ibu Meri, Pak Kilmas, Pak Horok, hingga Pak Ndandarmana, guru olahraga yang menurutnya memiliki cara sederhana namun bermakna dalam membangun semangat murid-murid Papua.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, iman, disiplin, dan cinta kasih.

Ia menyebut tugas mengajar sebagai bagian dari “magisterium”, yakni perutusan untuk mengajar kehidupan dan nilai-nilai iman.

“Sesungguhnya murid-murid lebih mengingat cara guru mendidik daripada isi pelajaran itu sendiri. Ilmu bisa terlupakan, tetapi kasih, perhatian, dan teladan guru akan tinggal dalam hati sepanjang hidup,” katanya.

Uskup Bernard juga menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini, terutama berkurangnya semangat pengabdian di kalangan tenaga pendidik.

Ia mengaku prihatin karena masih ada guru yang tidak lagi menjalankan tugas sebagai panggilan pelayanan, khususnya di wilayah pedalaman Papua.

Uskup Bernard membandingkan kondisi tersebut dengan dedikasi para guru terdahulu yang rela meninggalkan kampung halaman demi mengabdi di daerah terpencil, bahkan menetap hingga akhir hayat mereka.

“Banyak guru dari Fakfak datang mengabdi di pedalaman Maybrat. Mereka mencintai tugas perutusan mereka dan rela berkorban demi pelayanan,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa tugas penggembalaan harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat kecil, mereka yang sakit, tertindas, dan kehilangan hak-haknya.

“Semangat pelayanan harus dimiliki semua pihak, mulai dari guru, orang tua, pastor, hingga pemerintah,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Uskup Bernard juga mengajak generasi muda untuk melihat profesi guru sebagai panggilan hidup, bukan sekadar pekerjaan untuk mencari penghasilan.

“Kita berdoa semoga Tuhan membangkitkan anak-anak muda yang sungguh terpanggil menjadi guru, bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi menjalankan perutusan,” katanya.

Menutup khotbahnya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, atas dedikasi mereka dalam membentuk generasi Papua.

“Kiranya Tuhan memberkati semua guru dan orang tua yang dengan penuh cinta menjalankan tugas pengabdian demi Gereja, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dukung Kebutuhan Daging Kurban, Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Mimika Serahkan 66 Ekor Sapi

Dukung Kebutuhan Daging Kurban, Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Mimika Serahkan 66 Ekor Sapi

23 Mei 2026
Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

23 Mei 2026
Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Kawasan Mangrove di Papua Tengah Terbesar di Kabupaten Mimika

23 Mei 2026
Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

23 Mei 2026
Mengenang Almamater, Uskup Timika Mgr. Bernardus Pimpin Misa Harian di SMP Don Bosco Fakfak

Mengenang Almamater, Uskup Timika Mgr. Bernardus Pimpin Misa Harian di SMP Don Bosco Fakfak

23 Mei 2026
Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Sejumlah Wilayah, Papua Tengah Waspada Gelombang Rossby Ekuatorial

Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Sejumlah Wilayah, Papua Tengah Waspada Gelombang Rossby Ekuatorial

23 Mei 2026

POPULER

  • Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    Sebelum Eksekusi Pendulang Emas, Pelaku Minta Makan dan Dibuatkan Kopi

    683 shares
    Bagikan 273 Tweet 171
  • Perkelahian Dua Pria di Timika Berujung Korban Dilarikan ke RSMM, Pelaku Masuk Tahanan Polisi

    615 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Disaksikan Istri, Pencari Karaka di Timika Diterkam Buaya, SAR Lakukan Pencarian

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Kawasan Mangrove di Papua Tengah Terbesar di Kabupaten Mimika

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id