ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Mengenang Almamater, Uskup Timika Mgr. Bernardus Pimpin Misa Harian di SMP Don Bosco Fakfak

“Guru-guru kami dahulu adalah gembala sejati. Mereka mendidik dengan cinta, pengorbanan, dan komitmen. Kami bisa menjadi seperti sekarang ini karena dibentuk oleh mereka”.

23 Mei 2026
0
Mengenang Almamater, Uskup Timika Mgr. Bernardus Pimpin Misa Harian di SMP Don Bosco Fakfak

Uskup Timika Mgr. Bernard di halaman Gereja Katolik Santo Yosep Fakfak pada Jumat 22 Mei 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

FAKFAK, Koranpapua.id- Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A. memberikan perhatian kepada para guru yang menghayati panggilan pendidikan sebagai pelayanan kepada sesama yang telah melahirkan generasi cerdas bagi masa depan.

Hal itu disampaikannya untuk para gurunya, kala ia belajar di SMP Don Bosco Fakfak, saat memimpin Misa Harian di Gereja Katolik Santo Yosep Fakfak pada Jumat 22 Mei 2026.

Misa tersebut dipandu oleh siswa-siswi SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Dalam khotbahnya, Mgr. Bernardus yang juga alumni SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak mengenang masa-masa pendidikannya di kota pala itu sekaligus menyampaikan penghormatan kepada para guru yang pernah mendidiknya.

Baca Juga

Emanuel Kemong Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Amungme dan Kamoro

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

Uskup kelahiran Dusun Bakrabiy, Desa Suswa, Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, 22 Agustus 1969 itu mengisahkan perjalanan hidupnya sejak menempuh pendidikan dasar di SD YPPK Suswa hingga melanjutkan studi ke SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak pada Juni 1984.

Uskup Bernard, mengungkapkan peran guru-guru yang besar dalam mendidik generasi muda. Ia mengakui pendidikan yang diterimanya dari para guru, berjasa bagi dirinya dan generasi selanjutnya.

“Guru-guru kami dahulu adalah gembala sejati. Mereka mendidik dengan cinta, pengorbanan, dan komitmen. Kami bisa menjadi seperti sekarang ini karena dibentuk oleh mereka,” ujar Uskup Bernard.

Ia mengenang sejumlah guru yang pernah membimbingnya, seperti Ibu Meri, Pak Kilmas, Pak Horok, hingga Pak Ndandarmana, guru olahraga yang menurutnya memiliki cara sederhana namun bermakna dalam membangun semangat murid-murid Papua.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, iman, disiplin, dan cinta kasih.

Ia menyebut tugas mengajar sebagai bagian dari “magisterium”, yakni perutusan untuk mengajar kehidupan dan nilai-nilai iman.

“Sesungguhnya murid-murid lebih mengingat cara guru mendidik daripada isi pelajaran itu sendiri. Ilmu bisa terlupakan, tetapi kasih, perhatian, dan teladan guru akan tinggal dalam hati sepanjang hidup,” katanya.

Uskup Bernard juga menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini, terutama berkurangnya semangat pengabdian di kalangan tenaga pendidik.

Ia mengaku prihatin karena masih ada guru yang tidak lagi menjalankan tugas sebagai panggilan pelayanan, khususnya di wilayah pedalaman Papua.

Uskup Bernard membandingkan kondisi tersebut dengan dedikasi para guru terdahulu yang rela meninggalkan kampung halaman demi mengabdi di daerah terpencil, bahkan menetap hingga akhir hayat mereka.

“Banyak guru dari Fakfak datang mengabdi di pedalaman Maybrat. Mereka mencintai tugas perutusan mereka dan rela berkorban demi pelayanan,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa tugas penggembalaan harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat kecil, mereka yang sakit, tertindas, dan kehilangan hak-haknya.

“Semangat pelayanan harus dimiliki semua pihak, mulai dari guru, orang tua, pastor, hingga pemerintah,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Uskup Bernard juga mengajak generasi muda untuk melihat profesi guru sebagai panggilan hidup, bukan sekadar pekerjaan untuk mencari penghasilan.

“Kita berdoa semoga Tuhan membangkitkan anak-anak muda yang sungguh terpanggil menjadi guru, bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi menjalankan perutusan,” katanya.

Menutup khotbahnya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, atas dedikasi mereka dalam membentuk generasi Papua.

“Kiranya Tuhan memberkati semua guru dan orang tua yang dengan penuh cinta menjalankan tugas pengabdian demi Gereja, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Emanuel Kemong Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Amungme dan Kamoro

Emanuel Kemong Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Amungme dan Kamoro

8 Oktober 2026
Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

7 Oktober 2026
Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

7 Oktober 2026
200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

7 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    759 shares
    Bagikan 304 Tweet 190
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    594 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Kawasan Mangrove di Papua Tengah Terbesar di Kabupaten Mimika

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id