ADVERTISEMENT
Rabu, Juli 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Mengenang Almamater, Uskup Timika Mgr. Bernardus Pimpin Misa Harian di SMP Don Bosco Fakfak

“Guru-guru kami dahulu adalah gembala sejati. Mereka mendidik dengan cinta, pengorbanan, dan komitmen. Kami bisa menjadi seperti sekarang ini karena dibentuk oleh mereka”.

23 Mei 2026
0
Mengenang Almamater, Uskup Timika Mgr. Bernardus Pimpin Misa Harian di SMP Don Bosco Fakfak

Uskup Timika Mgr. Bernard di halaman Gereja Katolik Santo Yosep Fakfak pada Jumat 22 Mei 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

FAKFAK, Koranpapua.id- Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A. memberikan perhatian kepada para guru yang menghayati panggilan pendidikan sebagai pelayanan kepada sesama yang telah melahirkan generasi cerdas bagi masa depan.

Hal itu disampaikannya untuk para gurunya, kala ia belajar di SMP Don Bosco Fakfak, saat memimpin Misa Harian di Gereja Katolik Santo Yosep Fakfak pada Jumat 22 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Misa tersebut dipandu oleh siswa-siswi SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam khotbahnya, Mgr. Bernardus yang juga alumni SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak mengenang masa-masa pendidikannya di kota pala itu sekaligus menyampaikan penghormatan kepada para guru yang pernah mendidiknya.

Baca Juga

Kejuaraan Olahraga Pelajar Mimika 2026 Resmi Bergulir, Bidik Lahirnya Atlet Masa Depan Papua

Dampak Konflik Bersenjata di Papua, 122.000 Orang Terpaksa Hidup di Pengungsian

Uskup kelahiran Dusun Bakrabiy, Desa Suswa, Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, 22 Agustus 1969 itu mengisahkan perjalanan hidupnya sejak menempuh pendidikan dasar di SD YPPK Suswa hingga melanjutkan studi ke SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak pada Juni 1984.

Uskup Bernard, mengungkapkan peran guru-guru yang besar dalam mendidik generasi muda. Ia mengakui pendidikan yang diterimanya dari para guru, berjasa bagi dirinya dan generasi selanjutnya.

“Guru-guru kami dahulu adalah gembala sejati. Mereka mendidik dengan cinta, pengorbanan, dan komitmen. Kami bisa menjadi seperti sekarang ini karena dibentuk oleh mereka,” ujar Uskup Bernard.

Ia mengenang sejumlah guru yang pernah membimbingnya, seperti Ibu Meri, Pak Kilmas, Pak Horok, hingga Pak Ndandarmana, guru olahraga yang menurutnya memiliki cara sederhana namun bermakna dalam membangun semangat murid-murid Papua.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, iman, disiplin, dan cinta kasih.

Ia menyebut tugas mengajar sebagai bagian dari “magisterium”, yakni perutusan untuk mengajar kehidupan dan nilai-nilai iman.

“Sesungguhnya murid-murid lebih mengingat cara guru mendidik daripada isi pelajaran itu sendiri. Ilmu bisa terlupakan, tetapi kasih, perhatian, dan teladan guru akan tinggal dalam hati sepanjang hidup,” katanya.

Uskup Bernard juga menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini, terutama berkurangnya semangat pengabdian di kalangan tenaga pendidik.

Ia mengaku prihatin karena masih ada guru yang tidak lagi menjalankan tugas sebagai panggilan pelayanan, khususnya di wilayah pedalaman Papua.

Uskup Bernard membandingkan kondisi tersebut dengan dedikasi para guru terdahulu yang rela meninggalkan kampung halaman demi mengabdi di daerah terpencil, bahkan menetap hingga akhir hayat mereka.

“Banyak guru dari Fakfak datang mengabdi di pedalaman Maybrat. Mereka mencintai tugas perutusan mereka dan rela berkorban demi pelayanan,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa tugas penggembalaan harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat kecil, mereka yang sakit, tertindas, dan kehilangan hak-haknya.

“Semangat pelayanan harus dimiliki semua pihak, mulai dari guru, orang tua, pastor, hingga pemerintah,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Uskup Bernard juga mengajak generasi muda untuk melihat profesi guru sebagai panggilan hidup, bukan sekadar pekerjaan untuk mencari penghasilan.

“Kita berdoa semoga Tuhan membangkitkan anak-anak muda yang sungguh terpanggil menjadi guru, bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi menjalankan perutusan,” katanya.

Menutup khotbahnya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, atas dedikasi mereka dalam membentuk generasi Papua.

“Kiranya Tuhan memberkati semua guru dan orang tua yang dengan penuh cinta menjalankan tugas pengabdian demi Gereja, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kejuaraan Olahraga Pelajar Mimika 2026 Resmi Bergulir, Bidik Lahirnya Atlet Masa Depan Papua

Kejuaraan Olahraga Pelajar Mimika 2026 Resmi Bergulir, Bidik Lahirnya Atlet Masa Depan Papua

8 Juli 2026
Dampak Konflik Bersenjata di Papua, 122.000 Orang Terpaksa Hidup di Pengungsian

Dampak Konflik Bersenjata di Papua, 122.000 Orang Terpaksa Hidup di Pengungsian

8 Juli 2026
817 Peserta Perwakilan Enam Kabupaten Berkompetisi di Pesparani IV Papua Barat, Perlombakan 13 Kategori

817 Peserta Perwakilan Enam Kabupaten Berkompetisi di Pesparani IV Papua Barat, Perlombakan 13 Kategori

8 Juli 2026
Gubernur Meki: Pensiun Bukan Akhir dari Pengabdian, tetapi Awal Memasuki Fase Kehidupan Baru

Gubernur Meki: Pensiun Bukan Akhir dari Pengabdian, tetapi Awal Memasuki Fase Kehidupan Baru

8 Juli 2026
Bupati Johannes Rettob: Tahun 2026 Pemkab Mimika Targetkan Satu Data Terintegrasi Real-Time

Bupati Johannes Rettob: Tahun 2026 Pemkab Mimika Targetkan Satu Data Terintegrasi Real-Time

8 Juli 2026
Kasus Penembakan Pilot Amerika dan Pembakaran AMA Air, Satgas ODC Tetapkan Tujuh Tersangka

Bupati Mimika Sebut Hingga Juli 2026 Serapan Anggaran Pemkab Mimika Masih 22,37 Persen

8 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    649 shares
    Bagikan 260 Tweet 162
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Pendeta GKI Tewas di Intan Jaya, Menham Minta Panglima TNI dan Kapolri Kendalikan Anggotanya

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ini Identitas Pilot Amerika yang Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dr. Abraham Kateyau Ingatkan Kepala Kampung Jalankan Amanah dengan Baik, Tim Evaluasi Masih Bekerja

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Tabrak Trotoar di Mile 32 Timika, Pengendara Sepada Motor Dilaporkan Tewas

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibekuk Usai Bobol Tahanan dan Kabur ke Poumako

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Kawasan Mangrove di Papua Tengah Terbesar di Kabupaten Mimika

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Januari-Mei 2026: 668 Ekor Hewan Kurban Masuk Mimika, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Iduladha 1447 H

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id