ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Bupati Johannes Rettob: Tahun 2026 Pemkab Mimika Targetkan Satu Data Terintegrasi Real-Time

"Saya minta tidak ada lagi tanda tangan basah. Seluruh OPD harus menuntaskan penerapan tanda tangan elektronik agar layanan digital berjalan menyeluruh dan tidak lagi parsial”.

8 Juli 2026
0
Bupati Johannes Rettob: Tahun 2026 Pemkab Mimika Targetkan Satu Data Terintegrasi Real-Time

Bupati Mimika Johannes Rettob saat membuka FGD Perubahan dan Pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di salah satu Hotel di Timika, Rabu 8 Juli 2026. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Integarasi Satu Data Kabupaten Mimika ditargetkan dapat terwujud secara real-time pada 2026 sebagai bagian dari percepatan transformasi menuju pemerintahan digital yang terintegrasi.

Target tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Perubahan dan Pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Pemerintah Digital di salah satu Hotel di Timika, Rabu 8 Juli 2026.

Johannes menegaskan forum tersebut bukan sekadar FGD, tetapi menjadi rapat strategis Dewan Smart City untuk menetapkan berbagai kebijakan yang mendorong percepatan digitalisasi pemerintahan di Mimika.

Johannes mengungkapkan, capaian indeks SPBE Kabupaten Mimika saat ini masih berada di kisaran 2,5 dari nilai maksimal 4.

Baca Juga

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Kondisi tersebut menunjukkan penerapan SPBE belum maksimal sehingga dibutuhkan komitmen seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat transformasi digital.

“Artinya kita belum maksimal melaksanakan SPBE. Karena itu saya berharap melalui Rapat Dewan Smart City ini kita mengambil keputusan yang tepat agar nilai SPBE Mimika bisa meningkat,” kata Johannes.

Salah satu langkah yang kini dilakukan Pemkab Mimika adalah mengintegrasikan seluruh sistem dan data milik OPD ke dalam satu platform.

Melalui sistem tersebut, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai layanan pemerintah secara terbuka, mulai dari pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP), pembayaran pajak, hingga informasi pembangunan daerah.

“Saat ini kita sedang membangun satu sistem yang mengintegrasikan semua data. Target kami, Satu Data Kabupaten Mimika dapat diakses secara real-time sehingga seluruh masyarakat bisa melihat berbagai layanan pemerintah dalam satu aplikasi,” ujarnya.

Platform tersebut yaitu Mimika Center dan dirancang menjadi pusat data digital Kabupaten Mimika yang dapat diakses melalui aplikasi telepon pintar.

Menurut Johannes, keterbukaan data menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Selain integrasi data, Pemkab Mimika juga akan mempercepat penerapan tanda tangan elektronik di seluruh OPD.

Langkah itu dinilai penting untuk mempercepat pelayanan sekaligus menghilangkan praktik administrasi manual yang selama ini masih diterapkan di sejumlah perangkat daerah.

“Saya minta tidak ada lagi tanda tangan basah. Seluruh OPD harus menuntaskan penerapan tanda tangan elektronik agar layanan digital berjalan menyeluruh dan tidak lagi parsial,” tegasnya.

Johannes juga meminta setiap OPD mengakhiri kebiasaan membangun aplikasi secara terpisah karena berpotensi menimbulkan tumpang tindih sistem, menyulitkan integrasi data, dan memboroskan anggaran.

Seluruh aplikasi dan situs OPD nantinya akan dihubungkan ke dalam sistem Satu Data Kabupaten Mimika.

Ia menambahkan, keberhasilan Smart City tidak hanya diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki pemerintah, melainkan dari kemampuan teknologi tersebut dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data yang akurat.

“Smart City bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Kuncinya adalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi, bukan ego sektoral,” pungkas Johannes. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pajak Mimika Baru Terealisasi 47,66 Persen, Pemkab Dorong Kepatuhan Tanpa Hadiah

Pajak Mimika Baru Terealisasi 47,66 Persen, Pemkab Dorong Kepatuhan Tanpa Hadiah

6 Oktober 2026
Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

6 Oktober 2026
Karya Kamoro Bernilai Jutaan Rupiah, Thomas Dorong Festival Seni di Mimika Digelar Lebih Besar

Karya Kamoro Bernilai Jutaan Rupiah, Thomas Dorong Festival Seni di Mimika Digelar Lebih Besar

6 Oktober 2026
Pemkab Mimika Matangkan Tata Ruang Poumako-Kokonau untuk Investasi

Pemkab Mimika Matangkan Tata Ruang Poumako-Kokonau untuk Investasi

6 Oktober 2026
Israel Kurnia Burdam Kritis Usai Diduga Dianiaya Berulang di Timika, Keluarga Desak Polisi Bertindak

Israel Kurnia Burdam Kritis Usai Diduga Dianiaya Berulang di Timika, Keluarga Desak Polisi Bertindak

6 Oktober 2026
Gereja Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage Diberkati, Umat Fakfak Diminta Rawat Satu Tungku Tiga Batu

Gereja Santo Fransiskus Asisi SP2 Tomage Diberkati, Umat Fakfak Diminta Rawat Satu Tungku Tiga Batu

5 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    659 shares
    Bagikan 264 Tweet 165
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    570 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Gubernur Meki: Pensiun Bukan Akhir dari Pengabdian, tetapi Awal Memasuki Fase Kehidupan Baru

Gubernur Meki: Pensiun Bukan Akhir dari Pengabdian, tetapi Awal Memasuki Fase Kehidupan Baru

817 Peserta Perwakilan Enam Kabupaten Berkompetisi di Pesparani IV Papua Barat, Perlombakan 13 Kategori

817 Peserta Perwakilan Enam Kabupaten Berkompetisi di Pesparani IV Papua Barat, Perlombakan 13 Kategori

Dampak Konflik Bersenjata di Papua, 122.000 Orang Terpaksa Hidup di Pengungsian

Dampak Konflik Bersenjata di Papua, 122.000 Orang Terpaksa Hidup di Pengungsian

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id