ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

Situasi keamanan di Yahukimo dilaporkan rawan, namun tetap terkendali dengan peningkatan patroli aparat guna melindungi masyarakat sipil pascainsiden.

21 Mei 2026
0
Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

Salah satu pendulang emas yang tewas dibunuh oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

YAHUKIMO, Koranpapua.id- Delapan pendulang emas dilaporkan tewas dibunuh oleh kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan peristiwa tersebut berlangsung selama empat hari berturut-turut, sejak 17 Mei hingga 20 Mei 2026.

Menurutnya, para korban bukan warga sipil biasa, melainkan aparat keamanan Indonesia yang menyamar.

Namun, Koops TNI Habema menegaskan seluruh korban merupakan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut.

Baca Juga

200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” ujar Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna dalam keterangan pers, Kamis 21 Mei 2026.

Ia menambahkan, tindakan kekerasan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia (HAM).

“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, proses persiapan evakuasi masih berlangsung mengingat lokasi kejadian berada di wilayah pedalaman Korowai.

Di sisi lain, situasi keamanan di Yahukimo dilaporkan rawan, namun tetap terkendali dengan peningkatan patroli aparat guna melindungi masyarakat sipil pascainsiden.

TPNPB – OPM Nyatakan Siap Bertanggungjawab

Sementara itu pihak TPNPB-OPM menyatakan bertangungjawab atas peristiwa pembunuhan tersebut.

Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom, Rabu 20 Mei 2026 mengatakan, operasi pembantaian dipimpin Kopitua Heluka.

Ia menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai aksi balasan atas tewasnya dua anggota TPNPB yang ditembak aparat militer Indonesia di Yahukimo pekan lalu.

“Kami telah melakukan operasi pembersihan mulai tanggal 17 Mei sampai 20 Mei 2026 dan berhasil menembak mati anggota TNI-Polri yang menyamar sebagai pendulang emas illegal,” kata Sebby.

Ia menyebut bahwa, operasi tersebut dilakukan bersama pasukan TPNPB dari Batalyon Yamue di bawah pimpinan Kumis Passe dan Dejang Heluka.

Dikemukakan, seluruh anggota yang terlibat bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut. Ia juga menyampaikan ancaman akan terus melakukan operasi terhadap aparat keamanan Indonesia di wilayah Papua.

Sementara itu, Dejang Heluka dalam pernyataannya mengaku tidak akan meninggalkan lokasi operasi dan menunggu pemerintah Indonesia mengambil jenazah para korban. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

7 Oktober 2026
Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

7 Oktober 2026
200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

7 Oktober 2026
Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

7 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    757 shares
    Bagikan 303 Tweet 189
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    594 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • M3 Salon Hadir di Timika, Tawarkan Layanan Hair Style hingga Hair Treatment

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Dorong Eliminasi Malaria, Dinkes Mimika Seminar PHBS Tatanan Rumah Tangga di Enam Distrik

Pengadilan Negeri Timika Tuntaskan Mediasi Sengketa Kepemilikan Tanah di Distrik Wania

Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id