YAHUKIMO, Koranpapua.id– Di ketinggian rata-rata 2.479 meter di atas permukaan laut, prajurit baret jingga Satgas Pasgat Pos Balinggama menegakkan Sang Merah Putih di peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin 17 Agustus 2026.
Wilayah itu terletak di tengah pegunungan yang terisolasi, bersuhu 3–9 derajat Celcius, tanpa jalur darat dan hanya bisa dijangkau lewat udara.
Kampung tersebut bernama Balinggama yang berada dalam wilayah Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Pengibaran bendera dipimpin oleh Komandan Pos Balinggama, Letda Pas Dankery Nataniel Waimbo, S.Tr.Han., bersama seluruh personel.
Meski berada di wilayah yang sulit dijangkau dan penuh tantangan alam, semangat kemerdekaan justru membara lebih kuat.
Kewaspadaan tetap dijaga ketat, itulah naluri prajurit komando: merayakan kemerdekaan dengan hati tulus, namun tetap siap menjaga rakyat dari ancaman.
Kehadiran Satgas Pasgat di Kampung Balinggama bukan kehadiran biasa. Pasca penembakan Pilot AMA oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Satgas Pasgat adalah pasukan pertama yang masuk dan mengamankan wilayah ini.
Mereka datang bukan hanya untuk mengibarkan bendera, melainkan untuk menjadi garda pelindung bagi masyarakat yang selama ini terisolasi dan hidup dalam ketakutan akibat kekerasan kelompok bersenjata.
Lapangan Terbang Balinggama yang berada di ketinggian 2.292 mdpl kini kembali aman dan berfungsi, membuka pintu bagi bantuan, logistik, serta harapan baru bagi warga yang selama ini terputus dari dunia luar.
Di tengah medan berat, udara dingin, dan ancaman yang masih mengintai, prajurit Satgas Pasgat Pos Balinggama berdiri tegak.
Ini membuktikan bahwa kedaulatan negara tidak mengenal jarak, tidak mengenal ketinggian, dan tidak akan meninggalkan rakyatnya.
“Di sini, di puncak pegunungan Yahukimo, di Kampung Balinggama, kami berdiri bukan hanya sebagai prajurit, melainkan sebagai perpanjangan tangan negara,” ujar Letda Pas Dankery Nataniel Waimbo.
“Merah Putih yang berkibar di Balinggama adalah janji rakyat tidak ditinggalkan, dan kemerdekaan dijaga sampai ke ujung tertinggi tanah air,” tegasnya. (Redaksi)









