MAMBERAMO RAYA, Koranpapua.id- Tingkat kematian Orang Asli Papua (OAP) disebabkan berbagai faktor kritis, di mana masalah kesehatan dan keterbatasan akses layanan medis menjadi penyebab utama.
Selain itu, Papua masih menghadapi konflik bersenjata, kekerasan dan bencana alam yang berdampak signifikan terhadap warga yang mendiami wilayah Tanah Papua.
Selain sebagian faktor yang disebutkan diatas, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, tingginya tingkat kematian OAP, juga disebabkan oleh tiga penyakit yakni, menyebut AIDS, tuberkulosis, dan malaria.
“Tiga penyakit ini yang paling banyak merenggut nyawa orang asli Papua. Karena itu saya meminta tenaga kesehatan lebih aktif menjangkau masyarakat pedalaman,” tegas Matius saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Trimuris, Burmeso, dan Teba, Kabupaten Mamberamo Raya, Minggu, 17 Mei 2026.
Melihat kondisi itu, Matius meminta agar fasilitas kesehatan di Teba, Trimuris, dan Bagusa ditingkatkan agar pelayanan tidak lagi menjadi kendala bagi warga pedalaman.
Matius secara khusus mendorong penguatan puskesmas di Teba sebagai titik awal penanganan pasien sebelum dirujuk ke fasilitas lebih tinggi.
Di bidang pendidikan, Pemprov Papua akan mendorong pembangunan sekolah berasrama dan sekolah rakyat di Teba dan Trimuris.
Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa mengharuskan warga turun ke Jayapura.
“Kita membangun supaya masyarakat tidak turun lagi ke Jayapura. Mungkin di Teba kita buat, di Trimuris,” ujar Fakhiri. (Redaksi)










