TIMIKA, Koranpapua.id- Dalam satu dekade terakhir, PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat peningkatan signifikan pada sektor ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah operasional Papua Tengah.
Berdasarkan data internal yang dilansir dari Investor Daily, proporsi tenaga kerja asli Papua saat ini telah menyentuh angka 40,9 persen.
Perkembangan ini terlihat nyata di Distrik Mimika Timur, Kuala Kencana, dan Tembagapura melalui penyerapan lulusan program pelatihan serta penerima beasiswa perusahaan.
Penguatan sumber daya manusia tersebut menjadi fokus utama dalam investasi jangka panjang di wilayah sekitar tambang.
“Kami melihat kemajuan yang membanggakan. Tenaga kerja asal Papua kini mengisi peran yang semakin beragam, dari posisi teknis hingga manajerial. Ini adalah hasil investasi jangka panjang pada pendidikan dan pelatihan,” kata Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas.
Selain penyerapan tenaga kerja, sektor ekonomi makro di Timika turut berkembang melalui kemitraan dengan lebih dari 400 pengusaha lokal.
Program pemberdayaan bisnis lokal ini mencakup berbagai bidang mulai dari katering, transportasi, hingga jasa perbengkelan yang menciptakan ekosistem mandiri.
“Sekarang kami bisa mempekerjakan lebih banyak orang kampung, dan usaha kami bisa mengirimkan pasokan secara rutin,” ujar salah satu pelaku usaha, Grasella Kunong seperti dikutip, Rabu 13 Mei 2026.
Dukungan sosial perusahaan juga menyasar sektor kesehatan melalui program penanganan malaria dan peningkatan nutrisi anak.
Di bidang infrastruktur, pembangunan akses jalan, jaringan listrik, serta air bersih terus ditingkatkan untuk mendukung mobilitas logistik dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi utama bagi masa depan Papua. Karena itu, kami menjalankan program sosial secara jangka panjang dan berkelanjutan,” kata Tony.
Pihak manajemen menekankan bahwa seluruh program pemberdayaan bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi daerah yang tetap kokoh meski di masa depan operasional tambang telah berakhir.
“Tujuan kami adalah agar Papua Tengah memiliki kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan, jauh melampaui masa operasional tambang. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat jangka panjang dari setiap investasi yang dilakukan hari ini,” tutur Tony.
Fokus pembangunan saat ini diarahkan pada pengembangan usaha lokal berbasis potensi daerah serta pelestarian lingkungan.
Langkah tersebut dibarengi dengan peningkatan fasilitas pendidikan dari tingkat PAUD hingga sekolah menengah bagi ribuan pelajar di Papua Tengah. (Redaksi)








