ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Mahasiswa Dogiyai Turun ke Jalan, Desak Usut Tuntas Kasus Kekerasan Bersenjata di Tanah Papua

Berbagai persoalan masih terjadi hingga kini. Mulai dari kekerasan, ketidakadilan, hingga masalah pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua.

11 Mei 2026
0
Mahasiswa Dogiyai Turun ke Jalan, Desak Usut Tuntas Kasus Kekerasan Bersenjata di Tanah Papua

Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai, Papua Tengah di Kota Jayapura, Papua menggelar mimbar bebas di kawasan Lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin 11 Mei 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Tindakan kekerasan bersenjata yang menewaskan warga sipil terus terjadi Tanah Papua.

Kondisi ini berdampak terhadap kehidupan masyarakat yang merasa tidak nyaman hidup di tanah kelahiran sendiri.

ADVERTISEMENT

Melihat kondisi keamanan di Papua yang tidak kondusif, terutama di wilayah Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, mendorong pelajar dan mahasiswa Dogiyai di Jayapura turun ke jalan, Senin 11 Mei 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Para mahasiswa ini menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Dalam aksi itu, mereka menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan.

Baca Juga

Satgas Damai Cartenz Bagikan 500 Tas Sekolah kepada Siswa di Mimika

Pemkab Mimika Gelontorkan Rp10,43 Miliar Bangun Sejumlah Fasilitas Kepolisian

Di antaranya menuntut penegakan hukum yang adil terhadap segala tindak kekerasan di Tanah Papua, khususnya tragedi kemanusia kemanusiaan di Kabupaten Dogiyai.

Dalam aksi itu, massa membawa pamflet yang bertuliskan:

“Stop kekerasan Militerisme”

“Hentikan kekerasan militer”

“Dogiyai darurat HAM segera usut tuntas pelanggaran HAM berat dan adili pelaku pembunuh masyarakat sipil”.

Fredi Pigai selaku Kordinator Lapangan (Korlap) dalam orasinya menyerukan pentingnya menyuarakan kebenaran, menolak segala bentuk kekerasan, serta menyelamatkan masyarakat sipil dari dampak konflik bersenjata.

Fredi menyampaikan bahwa berbagai operasi militer yang terjadi sejak masa Trikora pada 19 Desember 1961 hingga saat ini telah meninggalkan trauma, kekerasan, dan penderitaan bagi masyarakat Papua.

Dengan melihat kondisi itu, maka mahasiswa mendesak agar pemerintah pusat segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan militerisme di Dogiyai. “Masyarakat sipil tidak tahu apa-apa,” tegas Fredi Pigai.

Dalam orasinya Ferdi juga menyebutkan bahwa pada tanggal 31 Maret 2026 telah terjadi penembakan dan kekerasan di di Moanemani, Dogiyai.

Pada peristiwa itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, serta sejumlah warga mengalami luka-luka.

“Kami berharap adanya perhatian serius terhadap keselamatan masyarakat sipil di Dogiyai dan seluruh Tanah Papua, serta menuntaskan berbagai kasus kekerasan melalui jalur hukum,” kata Ferdi.

Orator lainnya, Frengky Edowai menyampaikan, berbagai persoalan masih terjadi hingga kini. Mulai dari kekerasan, ketidakadilan, hingga masalah pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua.

Kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Tanah Papua belum ada penyelesaian yang adil sampai saat ini.

Kondisi masyarakat Papua masih menghadapi tekanan dalam berbagai aspek kehidupan. Bahkan proses hukum terhadap terduga para pelaku pelanggaran HAM hingga hari ini belum benar-benar diselesaikan.

Dalam orasinya, Frengky juga menyinggung dampak pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam yang belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi masyarakat asli Papua.

Ia menilai, kepentingan ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam sering kali lebih utamakan, dibandingkan terhadap perlindungan hak-hak masyarakat adat Papua. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Damai Cartenz Bagikan 500 Tas Sekolah kepada Siswa di Mimika

Satgas Damai Cartenz Bagikan 500 Tas Sekolah kepada Siswa di Mimika

2 Oktober 2026
Pemkab Mimika Gelontorkan Rp10,43 Miliar Bangun Sejumlah Fasilitas Kepolisian

Pemkab Mimika Gelontorkan Rp10,43 Miliar Bangun Sejumlah Fasilitas Kepolisian

2 Oktober 2026
Benyamin R. Magal Pimpin Caretaker KNPI Papua Tengah, Konsolidasi Pemuda Jadi Fokus

Benyamin R. Magal Pimpin Caretaker KNPI Papua Tengah, Konsolidasi Pemuda Jadi Fokus

2 Oktober 2026
YPMAK Kucurkan Rp1 Miliar, Bantu Pembangunan Kantor Klasis Angaiya

YPMAK Kucurkan Rp1 Miliar, Bantu Pembangunan Kantor Klasis Angaiya

2 Oktober 2026
Tekan Kecelakaan, Dishub Bintuni Sasar Pelajar hingga Pengemudi Angkutan

Tekan Kecelakaan, Dishub Bintuni Sasar Pelajar hingga Pengemudi Angkutan

1 Oktober 2026
DPR Ketok Palu, Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri

DPR Ketok Palu, Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri

1 Oktober 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Pengamanan Areal Freeport Berganti ke Yonif 133/Yudha Sakti

Pengamanan Areal Freeport Berganti ke Yonif 133/Yudha Sakti

Buntut Rusuh di Stadion Lukas Enembe: Polda Papua Amankan 14 Orang

Buntut Rusuh di Stadion Lukas Enembe: Polda Papua Amankan 14 Orang

25 Tahun Otsus Berjalan: Kita Boleh Enam Provinsi Tapi Tetap Satu Papua

25 Tahun Otsus Berjalan: Kita Boleh Enam Provinsi Tapi Tetap Satu Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id