TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 450 prajurit Yonif 315/Garuda diberangkatkan untuk menjalankan misi penting sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (Satgas Pamtas RI–PNG).
Upacara pemberangkatan yang berlangsung di Markas Yonif 315/Garuda pada Sabtu 2 Mei 2026 tersebut turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Momentum ini menjadi simbol kesiapan prajurit dalam mengemban tugas negara di wilayah perbatasan yang strategis.
Dalam sambutannya, Jenal Mutaqin memberikan pesan khusus kepada seluruh prajurit agar senantiasa menjaga kondisi fisik dan mental selama bertugas.
“Selamat bertugas. Tetap bawa nama baik Indonesia di mana pun berada. Laksanakan tugas dengan penuh kebanggaan,” ujarnya seperti dilansir Senin 4 Mei 2026.
Sebanyak 450 personel ini akan menjalankan penugasan selama satu tahun dengan sistem mobile di wilayah perbatasan.
Tugas mereka tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah, tetapi juga mencakup pembinaan teritorial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Program pembinaan tersebut meliputi berbagai sektor penting, seperti ketahanan pangan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur desa.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan.
Sementara itu, Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigadir Jenderal TNI Thomas Rajunio, dalam arahannya menegaskan bahwa penugasan ini merupakan kehormatan besar bagi setiap prajurit.
“Penugasan ini adalah sebuah kehormatan. Tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan menjalankan operasi. Laksanakan dengan penuh kebanggaan, keberanian, dan tanggung jawab, namun tetap berhati-hati,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai dasar TNI, seperti Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman utama dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, disiplin, loyalitas, serta kehormatan harus selalu dijaga oleh seluruh prajurit selama menjalankan misi di lapangan.
“Tunjukkan bahwa prajurit Garuda dan Siliwangi adalah petarung profesional yang mampu menjalankan tugas dengan baik,” lanjutnya.
Selain itu, Danrem mengingatkan seluruh personel agar tidak lengah terhadap situasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa setiap potensi ancaman, sekecil apa pun, harus tetap diwaspadai.
“Tidak ada prajurit hebat yang berjuang sendiri,” tambahnya.
Para prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 315/Garuda dijadwalkan mulai bergerak menuju daerah penugasan pada Selasa 5 Mei 2026.
Penugasan ini diharapkan tidak hanya memperkuat keamanan perbatasan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat setempat. (Redaksi)








