ADVERTISEMENT
Kamis, Mei 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Kisah Dua Guru Lintas Iman, Merawat Harmoni dari Papua Barat

Guru-guru dari latar belakang agama yang berbeda dilibatkan, bukan sekadar sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari denyut kehidupan sekolah.

3 Mei 2026
0
Kisah Dua Guru Lintas Iman, Merawat Harmoni dari Papua Barat

Adwiyah Nur Soleha, seorang guru Bimbingan Konseling di Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Pelita Sambab, Manaokwari, Papua Barat (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MANOKWARI- Koranpapua.id- Di sebuah sudut Papua Barat, di antara ruang kelas sederhana dan suara nyanyian yang mengalun setiap pagi, perbedaan tidak pernah benar-benar menjadi jarak.

Ia justru tumbuh sebagai ruang perjumpaan, tempat orang-orang belajar memahami, bukan sekadar menerima.

ADVERTISEMENT

Di Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Pelita Sambab, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, kisah tentang harmoni itu dirawat dalam keseharian.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tidak dengan kata-kata besar, melainkan melalui sikap-sikap kecil yang berulang, yang perlahan membentuk makna.

Baca Juga

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

Adalah Adwiyah Nur Soleha, seorang guru Bimbingan Konseling, yang datang membawa latar berbeda dari sebagian besar siswa.

Pada hari-hari pertamanya, ia sempat merasa asing. Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan para siswa terdengar begitu dekat bagi mereka, namun belum sepenuhnya akrab bagi Adwiyah yang seorang muslimah.

Namun waktu, seperti biasa, bekerja dengan caranya sendiri. Ia mengikis jarak, menumbuhkan pengertian.

Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.

Adwiyah mulai melihat bahwa yang ia temui bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kebiasaan yang perlu dipahami.

Ia pun menyesuaikan langkahnya. Bukan dengan mengubah siapa dirinya, tetapi dengan membuka ruang untuk menerima yang lain.

Di dalam kelas, ia menanamkan nilai-nilai toleransi lewat cara yang sederhana. Ia mengajak siswa menuliskan ayat-ayat kitab suci tentang kebaikan dan kasih.

Di luar dugaan, hubungan itu tumbuh begitu hangat. Bahkan, dalam keseharian, para siswa justru kerap mengingatkannya untuk menunaikan salat.

“Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ujarnya pelan seperti dikuitp dari Humas Kemenag Papua Barat, Minggu 3 Mei 2026.

Di tempat yang sama, kisah lain berjalan dalam ritme yang berbeda. Emiria Ziliwu, guru Pengetahuan Alkitab, telah lebih dulu menapaki jalan pengabdian itu sejak 2006.

Ia datang dari Nias, membawa pengalaman panjang yang menempa keteguhan.

Bagi Emiria, mengajar bukan sekadar menyampaikan pengetahuan. Ia adalah upaya merawat harapan.

Di tengah keterbatasan tenaga pengajar dan medan yang tidak selalu mudah, ia menyaksikan sesuatu yang tidak pernah pudar: semangat belajar anak-anak Papua.

Dari sana, ia percaya, pendidikan akan selalu menemukan jalannya. Ia melihat para lulusan tidak hanya melanjutkan panggilan sebagai hamba Tuhan, tetapi juga hadir di ruang-ruang lain, termasuk dalam pemerintahan.

Bagi Emiria, itulah tanda bahwa pendidikan bekerja membantu setiap anak menemukan perannya di tengah kehidupan yang majemuk.

Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Willem Buiswarin, semangat itu menemukan bentuk yang lebih terarah.

Sekolah menegaskan komitmennya pada integritas, keimanan, dan keilmuan-tiga hal yang saling menguatkan, bukan meniadakan.

Program moderasi beragama yang diinisiasi Kementerian Agama pun hadir sebagai penguat.

Guru-guru dari latar belakang agama yang berbeda dilibatkan, bukan sekadar sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian dari denyut kehidupan sekolah.

“Sudah sekitar tiga tahun guru Muslim turut mengabdi di sini,” katanya.

Harmoni itu terasa dalam momen-momen yang barangkali sederhana, namun sarat makna.

Saat perayaan Paskah, misalnya, para guru Muslim ikut terlibat dalam kepanitiaan.

Mereka bekerja bersama, melampaui sekat-sekat yang sering kali terasa kaku di luar sana.

Di SMTKN Pelita Sambab, apa yang diajarkan di kelas oleh Adwiyah, dan apa yang dijaga dalam ketekunan oleh Emiria, perlahan menjelma menjadi budaya.

Dari dua sosok yang datang dari latar berbeda, terajut satu pemahaman yang sama: pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, melainkan tentang bagaimana manusia belajar hidup bersama.

Di tempat itu, harmoni tidak dideklarasikan. Ia tumbuh diam-diam, tetapi mengakar. Dan mungkin, justru dari ruang-ruang sederhana seperti itulah, Indonesia dirawat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

21 Mei 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Wadanyon HSSBI di Yahukimo

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

21 Mei 2026
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

21 Mei 2026
Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

21 Mei 2026
148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

21 Mei 2026
Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

21 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Delapan Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Jubir TPNPB: Pembunuhan sebagai Aksi Balas Dendam

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Sekda Ferdinandus: Nama Pejuang Kemerdekaan Harus Ditulis di Depan Penjara Boven Digoel

Sekda Ferdinandus: Nama Pejuang Kemerdekaan Harus Ditulis di Depan Penjara Boven Digoel

Penyumbang Terbesar Nasional, Kemenkes Yakin Wilayah Papua Raya Bisa Lepas dari Malaria

Penyumbang Terbesar Nasional, Kemenkes Yakin Wilayah Papua Raya Bisa Lepas dari Malaria

890 Jemaah Haji asal Provinsi Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wagub Aryoko Pesan Pererat Ukhuwah Islamiyah

890 Jemaah Haji asal Provinsi Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci, Wagub Aryoko Pesan Pererat Ukhuwah Islamiyah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id