PEGUNUNGAN BINTANG, Koranpapua.id- Pemerintah Daerah (Pemda) Pegunungan Bintang, bersama aparat TNI-Polri menggelar sosialisasi PEKAT (Pencegahan Penyakit Masyarakat).
Satgas Yon Parako 466 Pasgat yang bertugas di wilayah itu, ikut bersama dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di SMP Negeri 1 Oksibil, Kamis 30 April 2026.
Diharapkan melalui kegiatan yang diikuti sekitar 350 pelajar ini, dapat memberikan pemahaman akan bahaya Narkoba, minuman keras, perjudian, dan perilaku menyimpang lainnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pegunungan Bintang, Kalep Alimdam, dalam sosialisasi itu, menekankan pentingnya pembinaan generasi muda, khususnya terkait dengan bahaya Narkoba.
Kalep Alimdam menjelaskan bahwa Tim PEKAT telah aktif sejak 2025 setelah dibentuk oleh Bupati Pegunungan Bintang.
Ia juga mengingatkan siswa untuk menjauhi perilaku menyimpang serta menyebut rencana pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi siswa sebagai langkah pembinaan di masa mendatang.
Kepala Sekolah SMPN 1 Oksibil, Fince Titus Giey, menegaskan komitmen sekolah untuk menindak tegas siswa yang terbukti mengkonsumsi Narkoba maupun minuman keras.
Wakil Ketua Komisi C DPRK Pegunungan Bintang, Jefri D. Singpanki, memastikan dasar hukum penertiban penyakit masyarakat segera disahkan.
Dan kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Distrik Oksibil, Yanuarius Opki, mengimbau siswa menjauhi rokok sebagai pintu masuk penyalahgunaan Narkoba.
Danpos Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Kapten Pas Achmad Rifai S.Tr.(Han), memberikan motivasi agar siswa menjauhi Narkoba dan penyakit masyarakat.
Ia menekankan bahwa menjaga diri dari perilaku negatif adalah langkah penting meraih cita-cita dan membahagiakan keluarga.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan patroli bersama menggunakan mobil dan motor, melintasi jalur SMP Negeri 1 Oksibil – pertigaan Tugu Kalomdol dan menuju ke Kantor Distrik Oksibil.
Seluruh kegiatan berlangsung tertib dengan dukungan TNI/Polri, Satpol PP, tokoh masyarakat, pemuda, dan guru.
Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran pelajar untuk menjauhi penyakit sosial dan meraih masa depan yang lebih baik. (Redaksi)








