ADVERTISEMENT
Rabu, September 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Pempus Perkuat Intervensi Kesehatan, 12% ODHA di Indonesia Berada di Tanah Papua

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, mulai dari penguatan kebijakan, penganggaran, hingga koordinasi lintas sektor”.

29 April 2026
0
Pempus Perkuat Intervensi Kesehatan, 12% ODHA di Indonesia Berada di Tanah Papua

Kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus di Jayapura. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Pemerintah pusat terus memperkuat intervensi kesehatan di Tanah Papua.

Hal ini bertujuan untuk menekan beban penyakit menular seperti tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, malaria, dan kusta yang masih menjadi tantangan utama di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam kunjungan kerja di Jayapura, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kegiatan ini berlangsung sejak 27 hingga 29 April bersama enam provinsi di Tanah Papua sebagai bagian dari program quick win Presiden,” ujar Wamenkes Benjamin.

Baca Juga

Hidupkan Kembali Penerbangan Jila–Timika, Bandara Jila Diprioritaskan Pasang Starlink

Wakil Ketua I DPRK Mimika Minta Dana Otsus Tak Berhenti pada Penyerapan Anggaran

Menurutnya, fokus utamanya adalah pemberantasan tuberkulosis dan malaria, karena lebih dari 90 persen kasus malaria nasional ada di Tanah Papua.

Ia menambahkan bahwa penanganan penyakit menular di Papua membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.

“Kita datang untuk bekerja sama lintas sektor, bersatu menyukseskan program pemerintah agar penuntasan penyakit di Tanah Papua dapat berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Berdasarkan data, beban penyakit di Papua masih signifikan. Sekitar 95% kasus malaria nasional berasal dari Tanah Papua.

Sementara 12% Orang dengan HIV/ AIDS di Indonesia berada di wilayah Tanah Papua. Selain itu, penemuan kasus TB dan kepatuhan pengobatan masih menjadi tantangan utama.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Akhmad Wiyagus, menekankan bahwa keberhasilan penanganan penyakit menular sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, mulai dari penguatan kebijakan, penganggaran, hingga koordinasi lintas sektor di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Papua, Drs. Mathius D. Fakhiri, menyampaikan komitmen daerah dalam mendukung upaya pemerintah pusat.

“Kami mewakili enam provinsi di Tanah Papua memiliki kerinduan yang sama untuk mengatasi persoalan kesehatan yang serius ini,” ujar Gubernur Fakhiri.

Dikatakan, kehadiran pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan, menjadi dorongan bagi kami untuk bangkit bersama melawan TB, AIDS, malaria, dan kusta. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hidupkan Kembali Penerbangan Jila–Timika, Bandara Jila Diprioritaskan Pasang Starlink

Hidupkan Kembali Penerbangan Jila–Timika, Bandara Jila Diprioritaskan Pasang Starlink

30 September 2026
Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di USTJ, Aksinya Terekam Video

Dua Polisi Terluka Saat Kericuhan Pengibaran Bintang Kejora di USTJ Jayapura

30 September 2026
Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di USTJ, Aksinya Terekam Video

Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di USTJ, Aksinya Terekam Video

30 September 2026
Wakil Ketua I DPRK Mimika Minta Dana Otsus Tak Berhenti pada Penyerapan Anggaran

Wakil Ketua I DPRK Mimika Minta Dana Otsus Tak Berhenti pada Penyerapan Anggaran

30 September 2026
KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

30 September 2026
Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

30 September 2026

POPULER

  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Insiden Tewasnya 15 Warga Sipil di Puncak Perlu Investigasi Independen

Insiden Tewasnya 15 Warga Sipil di Puncak Perlu Investigasi Independen

Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

Ketua MRP PPT Serukan Hentikan Perang Adat di Mimika, Sudah Korbankan 16 Nyawa

Tewas Dipukul Palu, Kasus Kematian Siswa Magang di Mimika Hingga Kini Belum Tuntas

Tewas Dipukul Palu, Kasus Kematian Siswa Magang di Mimika Hingga Kini Belum Tuntas

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id