MOENAMANI, Koranpapua.id- Bentrok antara aparat kepolisian dan warga sipil di Moanemani, Ibukota Kabupaten Dogiayai, Papua Tengah, mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Bentrok terjadi sebagai buntut dari penembakan terhadap empat warga sipil pasca tewasnya Bripda JE, anggota Polres Dogiyai pada Selasa 31 Maret 2026.
Meski belum ada pernyataan resmi terkait jumlah dan identitas korban tewas dalam peristiwa yang cukup mencengkam itu, namun ada tiga nama korban sudah beredar luas di masyarakat.
Para korban antara lain bernama Siprianus Tibakoto (19) terkena peluru di bagian kepala belakang, mama Ester Pigai (60) tertembak di dalam rumahnya.
Korban lainnya Yoseph Yobee (18) tertembak di bagian perut. Sementara satu korban tewas lainnya belum terferivikasi identitasnya.
Seperti diketahui, sebelum empat warga itu tewas tertembak, sekitar pukul 10.00 WIT ditemukan jenazah Bripda JE yang tergelatak di tepi jalan tak jauh dari Puskesmas Moanemani.
Bripda JE ditemukan dalam kondisi luka parah. Lehernya dibacok, dan jari jemarinya tak utuh, diduga akibat sabekatan senjata tajam.
Usai ditemukan jasat Bripda JE, terdengar bunyi tembakan, sementara di lokasi lain, sejumlah orang menghancurkan dua truk yang diparkir di depan kantor DPRK Dogiyai.
Karena ketakutan, dua sopir bersama tiga rekan lainnya lari menyelamatkan diri ke arah bukit. Mereka bersembunyi dalam hutan hingga dievakuasi aparat keamanan.
“Jadi teman-temannya (anggota polisi) datang jemput, baru melakukan penyisiran dan melepaskan tembakan dan mengakibatkan empat warga meninggal dunia,” ujar salah satu warga Dogiyai kepada media ini, Rabu 1 April 2026.
Kapolsek Kamuu, Iptu Yusuf Habel Apiem mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan identitas korban yang meninggal dalam peristiwa itu.
“Kami belum bisa sampaikan kronologisnya. Nanti pimpinan yang akan sampaikan. Kami masih mendalami kasus ini, lagi pula korbannya ada masyarakat dan juga satu anggota kami,” pungkasnya. (Redaksi)










