TIMIKA, Koranpapua.id– Kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika, diingatkan untuk menyusun program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan tidak asal-asalan.
Ultimatum ini ditegaskan Bupati Mimika, Johannes Rettob usai membuka kegiatan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 di Aula Kantor Bappeda Mimika, Kamis 26 Maret 2026.
Bupati Johannes menegaskan pentingnya perencanaan program kerja yang terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kalau tidak bermanfaat untuk masyarakat untuk apa dibuat programnya,” ujar Bupati.
Bupati Johannes juga menekankan bahwa setiap program yang disusun harus memiliki tujuan jelas, terukur, serta berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, perencanaan program tidak boleh hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi wajib memenuhi empat indikator utama, yakni output, outcome, benefit, dan manfaat.
“Setiap program harus punya tujuan yang jelas. Tujuan itu harus ada output-nya, outcome-nya, benefit-nya, serta manfaatnya,” pungkas Bupati Johannes.
Dikatakan bahwa, akhir dari seluruh program pembangunan yang dijalankan OPD bertujuan untuk terciptanya masyarakat yang sejahtera.
“Tujuan terakhir dari semua pembangunan kita ini adalah masyarakat sejahtera. Kuncinya itu. Terus apa yang kita buat untuk masyarakat sejahtera?”.
“Banyak infrastruktur kita perbaiki, kesehatan kita perbaiki, pendidikan kita perbaiki, keamanan kita perbaiki. Ujungnya nanti ke sana,” lanjutnya.
Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa setiap program OPD harus melalui proses pengawasan, termasuk oleh DPRD, guna memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Semua OPD harus kita awasi. DPRD juga sebagai pengawas akan melihat apakah program tersebut benar-benar memberi manfaat,” tandasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










