ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Meninggal Usai Dianiaya Anak Pemilik Perusahaan, Ibu Korban Tuntut Keadilan dan Pertanggungjawaban

Putranya juga selama ini ikut berkontribusi membantu biaya pendidikan adiknya. Karena itu, kepergian putranya bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga beban ekonomi bagi keluarga.

24 Maret 2026
0
Meninggal Usai Dianiaya Anak Pemilik Perusahaan, Ibu Korban Tuntut Keadilan dan Pertanggungjawaban

Hj. Aminah, ibu korban menuntut keadilan atas kematian anaknya sekaligus mendesak pihak perusahaan bertanggung jawab. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Peristiwa penganiayaan oleh anak pemilik perusahaan LPK IKM terhadap seorang peserta magang hingga meninggal dunia sudah terjadi sebulan lalu atau tepatnya, Sabtu 14 Februari 2026.

Di tengah rasa duka yang masih menyelimuti keluarga korban, pihak perusahaan tempat anaknya magang juga ‘diam membisu’ dan terkesan lepas tanggungjawab terhadap kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

Padahal selain korban meninggal dunia saat melaksanakan tugas magang, pelaku penganiayaan tersebut merupakan anak dari pemilik perusahaan tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Terkait dengan kasus itu, Hj. Aminah, ibu korban dengan tegas menuntut keadilan atas kematian putranya.

Baca Juga

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

Ia juga mendesak pihak perusahaan tempat korban magang untuk bertanggung jawab.

Kepada awak media di Timika, Senin 23 Maret 2026, Hj. Aminah mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap pihak perusahaan.

Ia menilai sejak peristiwa yang merenggut nyawa putranya, hingga kini pihak perusahaan belum menunjukkan itikad baik.

“Anak saya meninggal di tempat dia training. Harus ada tanggung jawab dari perusahaan, tapi sampai sekarang belum ada,” sesalnya.

Hj. Aminah menegaskan bahwa anaknya merupakan tulang punggung keluarga yang selama ini membantu membiayai kebutuhan rumah tangga.

Putranya juga selama ini ikut berkontribusi membantu biaya pendidikan adiknya. Karena itu, kepergian putranya bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga beban ekonomi bagi keluarga.

“Anak saya itu tulang punggung keluarga. Sekarang dia sudah tidak ada, siapa lagi yang akan membantu saya,” ujarnya.

Ia juga menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya dan meminta proses hukum berjalan cepat dan transparan.

“Ini bukan masalah kecil, ini nyawa hilang. Saya minta diusut tuntas dan pelaku dihukum setimpal,” tegasnya.

Hj. Aminah juga mempertanyakan sistem keamanan di perusahaan, khususnya tidak adanya kamera pengawas di lokasi kejadian yang dianggap janggal untuk perusahaan berskala besar.

Berdasarkan informasi, penanganan kasus ini telah memasuki tahap I, yakni pengiriman berkas perkara ke kejaksaan. Namun, berkas tersebut dikembalikan karena dinilai belum lengkap.

Penyidik menyebutkan masih ada sejumlah petunjuk dari jaksa yang harus dipenuhi, termasuk pemeriksaan oleh dokter ahli dan penambahan keterangan saksi.

Seperti pernah diberitakan media ini, seorang pemuda berinisial AJ meninggal dunia setelah dirawat intensif di RSUD Mimika.

AJ meninggal setelah dihajar oleh satu rekan kerja di salah satu perusahaan yang berlokasi di Jalan Elang, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika.

Keterangan saksi menyebutkan, pelaku berinisial WBKD (32) memukul korban menggunakan palu. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka berat pada kepala dan wajah sehingga dilarikan ke RSUD Mimika. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editir: Marthen LL Moru

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

15 Agustus 2026
SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

15 Agustus 2026
Siswi SATP Timika Wakili Papua Tengah ke Tingkat Nasional, Widi Siap Berlaga di Jakarta

Siswi SATP Timika Wakili Papua Tengah ke Tingkat Nasional, Widi Siap Berlaga di Jakarta

15 Agustus 2026
YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

YPMAK Bidik Potensi Kopi Jadi Program Unggulan di Wilayah Pegunungan Mimika 

15 Agustus 2026
Arel Kerja Freeport Kembali Terusik, Satu Karyawan Tewas Ditembak OTK di Area Tambang Grasberg

Willem Assem Sebut Tiga Warga yang Ditembak di Maybrat Bukan OPM, Dua Korbannya Perempuan 

15 Agustus 2026
Kemenkeu Tetapkan Dana Desa 2025 untuk Papua Tengah, Puncak Jaya Terbesar Rp275.517.473.000

Di Hadapan Ratusan Kepala Kampung, Gubernur Meki Nawipa Paparkan Besaran Dana Desa Delapan Kabupaten. Ini Rinciannya

15 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    903 shares
    Bagikan 361 Tweet 226
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    676 shares
    Bagikan 270 Tweet 169
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
Next Post
Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Minta Freeport Tidak Kurangi Setoran ke Daerah

Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Minta Freeport Tidak Kurangi Setoran ke Daerah

Prakiraan Cuaca untuk Provinsi Papua Satu Pekan Kedepan, Sebagian Besar Daerah Cerah

Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Hujan, Kilat dan Angin Kencang sampai 26 Maret, Termasuk Papua Tengah

Tundukan Eleven Wise FC 2-1, Persiker Pimpin Sementara Klasemen Liga 4 Zona Papua

Tundukan Eleven Wise FC 2-1, Persiker Pimpin Sementara Klasemen Liga 4 Zona Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id