ADVERTISEMENT
Sabtu, April 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Meninggal Usai Dianiaya Anak Pemilik Perusahaan, Ibu Korban Tuntut Keadilan dan Pertanggungjawaban

Putranya juga selama ini ikut berkontribusi membantu biaya pendidikan adiknya. Karena itu, kepergian putranya bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga beban ekonomi bagi keluarga.

24 Maret 2026
0
Meninggal Usai Dianiaya Anak Pemilik Perusahaan, Ibu Korban Tuntut Keadilan dan Pertanggungjawaban

Hj. Aminah, ibu korban menuntut keadilan atas kematian anaknya sekaligus mendesak pihak perusahaan bertanggung jawab. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Peristiwa penganiayaan oleh anak pemilik perusahaan LPK IKM terhadap seorang peserta magang hingga meninggal dunia sudah terjadi sebulan lalu atau tepatnya, Sabtu 14 Februari 2026.

Di tengah rasa duka yang masih menyelimuti keluarga korban, pihak perusahaan tempat anaknya magang juga ‘diam membisu’ dan terkesan lepas tanggungjawab terhadap kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

Padahal selain korban meninggal dunia saat melaksanakan tugas magang, pelaku penganiayaan tersebut merupakan anak dari pemilik perusahaan tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Terkait dengan kasus itu, Hj. Aminah, ibu korban dengan tegas menuntut keadilan atas kematian putranya.

Baca Juga

70 PNS Baru Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Kerja dan Tanamkan Budaya Malu

BKPSDM Papua Tengah Buka Seleksi Calon Mahasiswa Enam Sekolah Kedinasan, Berlaku untuk Delapan Kabupaten

Ia juga mendesak pihak perusahaan tempat korban magang untuk bertanggung jawab.

Kepada awak media di Timika, Senin 23 Maret 2026, Hj. Aminah mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap pihak perusahaan.

Ia menilai sejak peristiwa yang merenggut nyawa putranya, hingga kini pihak perusahaan belum menunjukkan itikad baik.

“Anak saya meninggal di tempat dia training. Harus ada tanggung jawab dari perusahaan, tapi sampai sekarang belum ada,” sesalnya.

Hj. Aminah menegaskan bahwa anaknya merupakan tulang punggung keluarga yang selama ini membantu membiayai kebutuhan rumah tangga.

Putranya juga selama ini ikut berkontribusi membantu biaya pendidikan adiknya. Karena itu, kepergian putranya bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga beban ekonomi bagi keluarga.

“Anak saya itu tulang punggung keluarga. Sekarang dia sudah tidak ada, siapa lagi yang akan membantu saya,” ujarnya.

Ia juga menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya dan meminta proses hukum berjalan cepat dan transparan.

“Ini bukan masalah kecil, ini nyawa hilang. Saya minta diusut tuntas dan pelaku dihukum setimpal,” tegasnya.

Hj. Aminah juga mempertanyakan sistem keamanan di perusahaan, khususnya tidak adanya kamera pengawas di lokasi kejadian yang dianggap janggal untuk perusahaan berskala besar.

Berdasarkan informasi, penanganan kasus ini telah memasuki tahap I, yakni pengiriman berkas perkara ke kejaksaan. Namun, berkas tersebut dikembalikan karena dinilai belum lengkap.

Penyidik menyebutkan masih ada sejumlah petunjuk dari jaksa yang harus dipenuhi, termasuk pemeriksaan oleh dokter ahli dan penambahan keterangan saksi.

Seperti pernah diberitakan media ini, seorang pemuda berinisial AJ meninggal dunia setelah dirawat intensif di RSUD Mimika.

AJ meninggal setelah dihajar oleh satu rekan kerja di salah satu perusahaan yang berlokasi di Jalan Elang, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika.

Keterangan saksi menyebutkan, pelaku berinisial WBKD (32) memukul korban menggunakan palu. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka berat pada kepala dan wajah sehingga dilarikan ke RSUD Mimika. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editir: Marthen LL Moru

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

70 PNS Baru Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Kerja dan Tanamkan Budaya Malu

70 PNS Baru Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Kerja dan Tanamkan Budaya Malu

11 April 2026
DBH Freeport Turun Rp800 Miliar, Mimika Terancam Defisit Anggaran

DBH Freeport Turun Rp800 Miliar, Mimika Terancam Defisit Anggaran

11 April 2026
Pemkab Mimika dan DPRK Sepakati Pembangunan Gedung C2 RSUD Senilai Rp242 Miliar

Keputusan Visioner Pemkab Mimika: Bangun Gedung Perawatan Modern, Gelontorkan Rp242 Miliar

11 April 2026
Dogiyai Berdarah: Kapolda Pastikan Penegakan Hukum Berjalan, AKBP Denis Diberi Waktu Enam Bulan

Dogiyai Berdarah: Kapolda Pastikan Penegakan Hukum Berjalan, AKBP Denis Diberi Waktu Enam Bulan

11 April 2026
Tiga Warga Australia Masuk Ilegal ke Indonesia via Merauke, Satunya Profesi Pilot

Tiga Warga Australia Masuk Ilegal ke Indonesia via Merauke, Satunya Profesi Pilot

10 April 2026
BKPSDM Papua Tengah Buka Seleksi Calon Mahasiswa Enam Sekolah Kedinasan, Berlaku untuk Delapan Kabupaten

BKPSDM Papua Tengah Buka Seleksi Calon Mahasiswa Enam Sekolah Kedinasan, Berlaku untuk Delapan Kabupaten

10 April 2026

POPULER

  • Buntut Peristiwa Dogiayai Berdarah, Kapolda Papua Copot Kompol Yocbeth Mince Mayor

    Buntut Peristiwa Dogiayai Berdarah, Kapolda Papua Copot Kompol Yocbeth Mince Mayor

    606 shares
    Bagikan 242 Tweet 152
  • Perkuat Pengamanan Pasca Insiden Berdarah, BKO Mabes Polri Tiba di Dogiyai

    594 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Aroma Dugaan Korupsi Proyek Lahan di Mimika Menguat, Kasus Senilai Rp22,5 Miliar Naik Tahap Penyidikan

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Pemkab Mimika Tetapkan WFH Setiap Jumat, Berikut Daftar Pejabat dan Unit Kerja yang Tetap Bekerja di Kantor

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Terekam CCTV, Seorang Pria Tewas Dihabisi di Halaman Masjid Al-Azhar Timika

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Satpol PP Mimika Operasi Penertiban Pedagang Kaki Lima di Sejumlah Ruas Jalan dalam Kota

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Dua Unit Rumah di Timika Dilalap Api, 14 Ekor Babi Ikut Terbakar

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Minta Freeport Tidak Kurangi Setoran ke Daerah

Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Minta Freeport Tidak Kurangi Setoran ke Daerah

Prakiraan Cuaca untuk Provinsi Papua Satu Pekan Kedepan, Sebagian Besar Daerah Cerah

Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Hujan, Kilat dan Angin Kencang sampai 26 Maret, Termasuk Papua Tengah

Tundukan Eleven Wise FC 2-1, Persiker Pimpin Sementara Klasemen Liga 4 Zona Papua

Tundukan Eleven Wise FC 2-1, Persiker Pimpin Sementara Klasemen Liga 4 Zona Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id