ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Ketua Umum IKF Mimika: Flobamora Papua Tengah Krisis Legitimasi Saat Organisasi Dibentuk Tanpa Mandat

“Kita tidak sedang membangun organisasi kecil tanpa arah. Flobamora adalah wadah besar yang membawa identitas, solidaritas, dan harga diri masyarakat Nusa Tenggara Timur di tanah rantau”.

20 Maret 2026
0
Ketua Umum IKF Mimika: Flobamora Papua Tengah Krisis Legitimasi Saat Organisasi Dibentuk Tanpa Mandat

Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

  TIMIKA, Koranpapua.id- Pembentukan organisasi seharusnya lahir dari proses yang sah, terbuka, dan berlandaskan aturan yang disepakati bersama.

Namun yang terjadi dalam pembentukan Flobamora Papua Tengah justru menimbulkan pertanyaan serius.

ADVERTISEMENT

“Apakah organisasi ini dibangun atas dasar legitimasi, atau sekadar inisiatif segelintir orang tanpa mandat yang jelas?,” tanya Gabriel Zezo, Ketua Umum Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Kabupaten Mimika dalam keterangannya, Jumat 20 Maret 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sebagai Ketua Flobamora Kabupaten Mimika yang terpilih secara sah melalui Musyawarah Daerah (Musda) periode 2025–2030, Gabriel menyatakan penolakan secara tegas.

Baca Juga

10 Anggota Paskibraka Mimika Berangkat ke Nabire, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT RI

Satgas Pamtas RI-PNG Pos Timika Ikut Donor Darah, Bantu Penuhi Kebutuhan Stok Darah

Alasannya penolakannya, dikarenakan mekanisme pembentukan kepengurusan Flobamora Papua Tengah yang tidak melibatkan perwakilan kabupaten se- Papua Tengah.

Organisasi bukanlah milik individu atau kelompok kecil. Flobamora adalah milik bersama yang dibangun melalui kesepakatan kolektif.

Dalam prinsip dasar organisasi, legitimasi lahir dari partisipasi. Tanpa keterlibatan unsur daerah, khususnya pengurus kabupaten yang sah, maka proses tersebut cacat secara moral dan organisatoris.

“Pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah atas mandat siapa panitia ini dibentuk? Dari mana dasar kewenangannya,” tegas Gabriel.

Putra Ngada yang sudah lalang melintang di Tanah Papua itu menjelaskan bahwa dalam organisasi yang sehat, tidak ada proses yang muncul secara tiba-tiba tanpa akar yang jelas.

Ibarat pohon, tidak mungkin ada batang tanpa akar. Jika akar itu adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), maka setiap tindakan organisasi harus bersumber dari sana.

AD/ART bukan sekadar dokumen formalitas tetapi undang-undang dalam tubuh organisasi. Di dalamnya diatur mekanisme pembentukan kepengurusan, kewenangan, serta tata cara pengambilan keputusan.

“Mengabaikan AD/ART sama saja dengan meniadakan hukum dalam organisasi itu sendiri,” pungkasnya.

Menurutnya, jika benar hanya segelintir orang berkumpul, membentuk panitia, lalu menetapkan kepengurusan tanpa proses Musyawarah Besar atau forum representatif lainnya, maka patut dipertanyakan keabsahannya.

Ia menilai persoalan ini bukan hanya cacat prosedur, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik horizontal di internal warga Flobamora, dalam keterangannya kepada koranpapua.id.

“Kita tidak sedang membangun organisasi kecil tanpa arah. Flobamora adalah wadah besar yang membawa identitas, solidaritas, dan harga diri masyarakat Nusa Tenggara Timur di tanah rantau”.

Oleh karena itu, setiap langkah harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, bukan dengan cara-cara instan yang mengabaikan prinsip demokrasi organisasi.

Lebih berbahaya lagi, jika praktik seperti ini dibiarkan, maka akan tercipta preseden buruk: siapa pun bisa mengklaim kepemimpinan tanpa melalui mekanisme yang sah. Ini adalah pintu masuk bagi perpecahan, bukan persatuan.

Penegasan ini lanjut Gabriel, bukan untuk memperkeruh suasana, tetapi untuk meluruskan arah. “Kita semua menginginkan Flobamora Papua Tengah yang kuat, solid, dan memiliki legitimasi. Namun itu hanya bisa dicapai jika prosesnya benar,” pesan Gabriel.

Lebih dari itu, demi menjaga keutuhan dan mencegah konflik yang lebih luas, Flobamora Mimika secara tegas meminta kepada Flobamora Provinsi Papua di Jayapura sebagai induk organisasi untuk segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab.

Pertama, menghentikan seluruh proses pemilihan Ketua Flobamora Papua Tengah di Nabire yang tidak memiliki dasar legitimasi organisasi.

Kedua, Flobamora induk harus segera menyampaikan sikap resmi melalui surat kepada instansi terkait. Antara lain Gubernur Papua Tengah, Kesbangpol Papua Tengah dan Kabupaten Nabire dan Polda Papua Tengah.

Isi surat tersebut harus menegaskan bahwa kepengurusan yang saat ini mengatasnamakan Flobamora Papua Tengah tidak memiliki dasar hukum organisasi yang sah, serta statusnya telah demisioner.

Langkah ini penting, bukan untuk memperkeruh keadaan, tetapi justru untuk mencegah kekeliruan administratif dan potensi konflik sosial di kemudian hari.

Negara melalui pemerintah daerah tidak boleh mengakui atau memfasilitasi organisasi yang proses pembentukannya tidak sesuai dengan mekanisme internalnya sendiri.

Flobamora sebagai organisasi besar harus dijaga marwahnya. Induk organisasi memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk memastikan bahwa setiap pembentukan struktur di bawahnya berjalan sesuai aturan, bukan berdasarkan kepentingan sesaat.

Solusi ke depan sangat jelas, hentikan proses yang tidak sah. Bangun kembali konsensus bersama dan selenggarakan forum resmi yang melibatkan seluruh unsur kabupaten se-Papua Tengah sesuai AD/ART.

“Hanya dengan cara itulah kita bisa memastikan bahwa organisasi ini berdiri di atas fondasi yang kuat, bukan di atas konflik dan kepentingan,” timpal Gabriel.

Karena menurutnya, organisasi yang besar tidak dibangun dari jalan pintas, tetapi dari proses yang benar.

“Dan jika kita sepakat bahwa Flobamora adalah rumah bersama, maka tidak boleh ada satu pun yang membangun rumah itu tanpa sepengetahuan dan persetujuan seluruh penghuninya,” tutupnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

10 Anggota Paskibraka Mimika Berangkat ke Nabire, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT RI

10 Anggota Paskibraka Mimika Berangkat ke Nabire, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT RI

4 Agustus 2026
Satgas Pamtas RI-PNG Pos Timika Ikut Donor Darah, Bantu Penuhi Kebutuhan Stok Darah

Satgas Pamtas RI-PNG Pos Timika Ikut Donor Darah, Bantu Penuhi Kebutuhan Stok Darah

4 Agustus 2026
Buang Sampah di Jalan, Pemilik Usaha di Timika Terancam Sanksi hingga Penutupan

Buang Sampah di Jalan, Pemilik Usaha di Timika Terancam Sanksi hingga Penutupan

4 Agustus 2026
Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

4 Agustus 2026
Kapolres Jayapura Minta Maaf, Janji Evaluasi Anggota usai Dugaan Intimidasi Wartawan

Kapolres Jayapura Minta Maaf, Janji Evaluasi Anggota usai Dugaan Intimidasi Wartawan

4 Agustus 2026
TNI Perketat Keamanan Bandara Perintis Usai OPM Bakar Pesawat dan Tewaskan Pilot di Yahukimo

Pangkogabwilhan III Ultimatum OPM Usai Empat Pekerja Jalan di Tolikara Tewas Ditembak

4 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    649 shares
    Bagikan 260 Tweet 162
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    606 shares
    Bagikan 242 Tweet 152
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
Next Post
Hilang Empat Hari Marvin Kembali ke Rumah: Takut Setelah Kepergiannya Dilaporkan ke Polisi

Hilang Empat Hari Marvin Kembali ke Rumah: Takut Setelah Kepergiannya Dilaporkan ke Polisi

Gabriel Zezo: Naiknya Harga Tiket dan Harga Barang di Puncak Dipengaruhi Tiga Faktor, Bukan karena Pungli

Menjaga Harmoni Kepemimpinan di Kabupaten Mimika di Tengah Dinamika ASN

Batik Air Terbang Langsung Ambon–Nabire Empat Kali Seminggu

Batik Air Terbang Langsung Ambon–Nabire Empat Kali Seminggu

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id