ADVERTISEMENT
Sabtu, September 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

“Yang mereka sampaikan tadi, mungkin di rumah sakti sini pilih-pilih dalam pelayanan, itu menjadi masukan-masukan dan kritikan yang menjadi bahan evaluasi untuk kami”.

10 Maret 2026
0
Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani-Jayapura. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Peristiwa meninggalnya Martina Biri (22), mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen), ramai diberitakan portal media.

Martina dinyatakan meninggal dunia diduga sebagai akibat lambatnya penanganan medis di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani-Jayapura, Minggu 8 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Bagaimana sikap manajemen rumah sakit, terkait peristiwa ini? Berikut pernyataan Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes seperti dikutip, Selasa 10 Maret 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Maryen menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan audit klinis di rumah sakit tersebut.

Baca Juga

Sukseskan Posyandu, Kadinkes Mimika Apresiasi Kerja Keras Jajaran Kesehatan

TSM Karang Senang Juara Lomba Posyandu Mimika, Kadinkes: Jangan Berhenti di Peringkat

Sebagai pimpinan, Maryen akan melihat krologis yang sebenarnya sejak kedatangan pasien hingga akhirnya dilaporkan meninggal dunia.

“Sebagai direktur paling tidak kami akan melakukan audit secara klinis. Saya juga akan mengambil dan melihat CCTV,” ujarnya.

Dengan hasil rekaman CCTV, menurut Maryen akan terpantau jam dan semua Tindakan yang dilakukan dokter.

“Itu akan menjadi laporan saya ke kepala dinas dan bapak bupati dan wakil bupati,” jelasnya.

Menjawab presepsi yang disampaikan keluarga korban terkait kinerja rumah sakit Yowari, Maryen mengatakan, semua masukan dan kritikan akan menjadi bahan evaluasi.

“Yang mereka sampaikan tadi, mungkin di rumah sakti sini pilih-pilih dalam pelayanan, itu menjadi masukan-masukan dan kritikan yang menjadi bahan evaluasi untuk kami,” pungkasnya.

Ditambahkan, semua kritikan akan ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi secara tegas. Meski demikian, ia belum bisa memastikan apakah kasus tersebut sebagai akibat dari kelalaian pihak rumah sakit.

“Kasus ini menjadi sesuatu yang harus tindak tegas, apakah kelalaian kami tidak sesuai dengan SOP. Tetapi kalau ada mediasi dengan bapak bupati, silakan dan nanti kita sama-sama,” ajak Maryen.

Seperti disampaikan keluarga korban, Martina Biri merasakan sakit sejak 10 Februari 2026. Pada 13 Februari 2026, ia mendatangi RSUD Yowari untuk berobat.

Saat itu, petugas memberikan penanganan dengan mengeluarkan lender. Setelah itu petugas memintanya untuk kembali kontrol pada 4 Maret 2026.

Pada 4 Maret 2026, ia kembali ke RSUD Yowari sesuai anjuran pertugas medis RSUD Yowari untuk melakukan kontrol.

Namun, hasil pemeriksaan dan penanganan yang diberikan sama seperti sebelumnya. Tidak ada peningkatan penanganan oleh pihak medis.

Ia akhirnya pulang kembali ke rumahnya di Hawai, Sentani. Pada tanggal 8 Maret 2026 pukul 17.15 Waktu Papua, ia diantar menggunakan kendaraan roda dua kembali ke rumah sakit Yowari.

Setelah tiba pukul 17.30 Waktu Papua, pihaknya melapor ke petugas piket, lalu mereka diarahkan untuk mengurus administrasi agar ditangani petugas.

Namun, pengantar pasien kemudian menjelaskan kepada petugas bahwa pasien dalam kondisi kritis dan meminta agar tindakan medis dilakukan segera. Tetapi permintaan tersebut tidak segera dipenuhi.

Karena kondisi pasien semakin memburuk, pengantar kemudian membawa pasien menuju ruang pemeriksaan darah untuk diambil tindakan.

Di tempat pemeriksaan tersebut pasien menunggu sekitar 10–15 menit. Setelah proses pemeriksaan darah selesai, pasien kembali dibawa menuju ke area piket.

Saat pasien menunggu di area penjagaan rumah sakit, pengantar pergi sebentar untuk mengambil hasil pemeriksaan darah.

Ketika pengantar kembali ke lokasi tempat pasien menunggu, pasien sudah meninggal dunia pada pukul 19.00 Waktu Papua. Pasien meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Sukseskan Posyandu, Kadinkes Mimika Apresiasi Kerja Keras Jajaran Kesehatan

Sukseskan Posyandu, Kadinkes Mimika Apresiasi Kerja Keras Jajaran Kesehatan

11 September 2026
TSM Karang Senang Juara Lomba Posyandu Mimika, Kadinkes: Jangan Berhenti di Peringkat

TSM Karang Senang Juara Lomba Posyandu Mimika, Kadinkes: Jangan Berhenti di Peringkat

11 September 2026
Polisi Identifikasi Dua DPO Kasus Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

Polisi Identifikasi Dua DPO Kasus Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

11 September 2026
Ambulans Rusak, Polisi Antar Ibu Hamil Naik Motor Mengejar Pesawat ke Timika

Ambulans Rusak, Polisi Antar Ibu Hamil Naik Motor Mengejar Pesawat ke Timika

11 September 2026
WVI Dorong Kader Posyandu di Mimika Aktif Ingatkan Orangtua soal Imunisasi

WVI Dorong Kader Posyandu di Mimika Aktif Ingatkan Orangtua soal Imunisasi

11 September 2026
Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Kader Posyandu Mimika Didorong Naik Kelas hingga Tingkat Nasional

11 September 2026

POPULER

  • Pertamina Sanksi 19 SPBU di Papua-Maluku, Dua di Antaranya di Mimika

    Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • 18 Koordinator KONI Distrik Dibentuk, Merlyn Dorong Pembinaan Atlet Mimika hingga Kampung

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Bupati Rettob Ungkap Hasil Profiling ASN Mimika, Mayoritas Masih Bernilai Rendah

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id