ADVERTISEMENT
Sabtu, Juni 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

“Yang mereka sampaikan tadi, mungkin di rumah sakti sini pilih-pilih dalam pelayanan, itu menjadi masukan-masukan dan kritikan yang menjadi bahan evaluasi untuk kami”.

10 Maret 2026
0
Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani-Jayapura. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Peristiwa meninggalnya Martina Biri (22), mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen), ramai diberitakan portal media.

Martina dinyatakan meninggal dunia diduga sebagai akibat lambatnya penanganan medis di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani-Jayapura, Minggu 8 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Bagaimana sikap manajemen rumah sakit, terkait peristiwa ini? Berikut pernyataan Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes seperti dikutip, Selasa 10 Maret 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Maryen menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan audit klinis di rumah sakit tersebut.

Baca Juga

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

Sebagai pimpinan, Maryen akan melihat krologis yang sebenarnya sejak kedatangan pasien hingga akhirnya dilaporkan meninggal dunia.

“Sebagai direktur paling tidak kami akan melakukan audit secara klinis. Saya juga akan mengambil dan melihat CCTV,” ujarnya.

Dengan hasil rekaman CCTV, menurut Maryen akan terpantau jam dan semua Tindakan yang dilakukan dokter.

“Itu akan menjadi laporan saya ke kepala dinas dan bapak bupati dan wakil bupati,” jelasnya.

Menjawab presepsi yang disampaikan keluarga korban terkait kinerja rumah sakit Yowari, Maryen mengatakan, semua masukan dan kritikan akan menjadi bahan evaluasi.

“Yang mereka sampaikan tadi, mungkin di rumah sakti sini pilih-pilih dalam pelayanan, itu menjadi masukan-masukan dan kritikan yang menjadi bahan evaluasi untuk kami,” pungkasnya.

Ditambahkan, semua kritikan akan ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi secara tegas. Meski demikian, ia belum bisa memastikan apakah kasus tersebut sebagai akibat dari kelalaian pihak rumah sakit.

“Kasus ini menjadi sesuatu yang harus tindak tegas, apakah kelalaian kami tidak sesuai dengan SOP. Tetapi kalau ada mediasi dengan bapak bupati, silakan dan nanti kita sama-sama,” ajak Maryen.

Seperti disampaikan keluarga korban, Martina Biri merasakan sakit sejak 10 Februari 2026. Pada 13 Februari 2026, ia mendatangi RSUD Yowari untuk berobat.

Saat itu, petugas memberikan penanganan dengan mengeluarkan lender. Setelah itu petugas memintanya untuk kembali kontrol pada 4 Maret 2026.

Pada 4 Maret 2026, ia kembali ke RSUD Yowari sesuai anjuran pertugas medis RSUD Yowari untuk melakukan kontrol.

Namun, hasil pemeriksaan dan penanganan yang diberikan sama seperti sebelumnya. Tidak ada peningkatan penanganan oleh pihak medis.

Ia akhirnya pulang kembali ke rumahnya di Hawai, Sentani. Pada tanggal 8 Maret 2026 pukul 17.15 Waktu Papua, ia diantar menggunakan kendaraan roda dua kembali ke rumah sakit Yowari.

Setelah tiba pukul 17.30 Waktu Papua, pihaknya melapor ke petugas piket, lalu mereka diarahkan untuk mengurus administrasi agar ditangani petugas.

Namun, pengantar pasien kemudian menjelaskan kepada petugas bahwa pasien dalam kondisi kritis dan meminta agar tindakan medis dilakukan segera. Tetapi permintaan tersebut tidak segera dipenuhi.

Karena kondisi pasien semakin memburuk, pengantar kemudian membawa pasien menuju ruang pemeriksaan darah untuk diambil tindakan.

Di tempat pemeriksaan tersebut pasien menunggu sekitar 10–15 menit. Setelah proses pemeriksaan darah selesai, pasien kembali dibawa menuju ke area piket.

Saat pasien menunggu di area penjagaan rumah sakit, pengantar pergi sebentar untuk mengambil hasil pemeriksaan darah.

Ketika pengantar kembali ke lokasi tempat pasien menunggu, pasien sudah meninggal dunia pada pukul 19.00 Waktu Papua. Pasien meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

12 Juni 2026
100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

100 Satwa Dilindungi Asal Papua Berhasil Diamankan di Tanjung Periok Jakarta

12 Juni 2026
“Honai Polsek Belajar” Cara Polsek Tembagapura Cerdaskan Anak-anak Pedalaman Mimika

“Honai Polsek Belajar” Cara Polsek Tembagapura Cerdaskan Anak-anak Pedalaman Mimika

12 Juni 2026
Belasan Anak-anak Kokonao Siap Berlaga di Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup

Belasan Anak-anak Kokonao Siap Berlaga di Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup

12 Juni 2026
DPMPTSP Mimika Gelar Sosialisasi PP 28/2025, Hadirkan Kementerian Investasi dan ATR/BPN

DPMPTSP Mimika Gelar Sosialisasi PP 28/2025, Hadirkan Kementerian Investasi dan ATR/BPN

12 Juni 2026
Dinkes Mimika Evaluasi Program, Perkuat Layanan Kesehatan Usia Sekolah

Dinkes Mimika Evaluasi Program, Perkuat Layanan Kesehatan Usia Sekolah

12 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    625 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Aksi Curas di Timika Terekam CCTV, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    883 shares
    Bagikan 353 Tweet 221
  • Nunggak Pajak Rp17 Miliar, Rekening 36 Warga Papua Diblokir

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id