ADVERTISEMENT
Senin, Juni 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

YPMAK Serahkan Empat Kunci Kios Kelontong, Dorong Peningkatan Ekonomi Amungme dan Kamoro

“Terima kasih kepada Direktur YPMAK dan seluruh jajaran. Semoga melalui bantuan kios ini kami bisa meningkatkan ekonomi keluarga”.

5 Maret 2026
0
YPMAK Serahkan Empat Kunci Kios Kelontong, Dorong Peningkatan Ekonomi Amungme dan Kamoro

Perwakilan YPMAK, BTN KCPTimika, Pendamping STIE Jambatan Bulan serta Pemilik Kios Yusinta Wiyawiyuta, foto bersama usai penyerahan kunci kios (foto Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal, Kamis 5 Maret 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan kunci kios kelontong kepada empat penerima manfaat yang merupakan Orang Asli Papua (OAP) dari Suku Amungme dan Kamoro.

ADVERTISEMENT

Mereka adalah Agus Jenampa di wilayah SP 12, Lewi Onawame di SP 5, serta Yuliana Sawakurpi danYusinta Wayawiyuta yang berlokasi di Kelurahan Koperapoka dan Sempan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penyerahan kunci ini merupakan kelanjutan dari Financial Literacy Program (FLP) yang diinisiasi YPMAK sebagai lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), yang bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN), Institut Jambatan Bulan (IJB), dan CV Amungsa Gemilang.

Baca Juga

Aliansi Mahasiswa Papua-Jember Rilis Pernyataan Pers: Tolak PSN dan Kriminalisasi Rezim Militer

Freeport Kelola Tailing Bernilai Guna, Anggaran Tembus Rp200–300 Juta Dolar per Tahun

Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi YPMAK, Octovian Jangkup, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang merata bagi masyarakat Amungme dan Kamoro.

“Pada gelombang pertama, 10 kios binaan telah berhasil dibangun dan beroperasi. Untuk gelombang kedua ini, kita mulai dengan empat kios melalui penyerahan kunci hari ini,” ujarnya.

Menurut Octovian, program ini tidak hanya memberikan fasilitas usaha, tetapi juga membekali para penerima dengan pengetahuan dasar dalam mengelola usaha.

Hingga saat ini, total 14 kios binaan YPMAK telah aktif melayani masyarakat. Sementara enam kios lainnya masih dalam proses penyelesaian dan akan segera diserahkan kuncinya dalam waktu dekat.

Octovian menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat Amungme dan Kamoro agar mampu menjadi pelaku ekonomi di tanah mereka sendiri.

“Sebagai anak-anak Amungme dan Kamoro, kita harus bisa menjadi tuan di atas negeri kita sendiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan para pemilik kios untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan mengelola usaha secara serius.

“Kami berharap pemilik kios benar-benar memanfaatkan kesempatan ini, memiliki rasa memiliki terhadap kios tersebut, serta menjual barang-barang kebutuhan masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Selain meningkatkan ekonomi pemilik kios, keberadaan kios kelontong ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat sekitar memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Octovian juga menekankan pentingnya disiplin dalam sistem penjualan agar usaha dapat berjalan dengan sehat.

Ia mengingatkan agar para pemilik kios menghindari praktik penjualan dengan sistem utang.

“Tidak ada istilah hari ini ambil, besok baru bayar. Ada uang ada barang. Kalau banyak bon, kios bisa mati,” tegasnya.

Ucap Syukur dan Sampaikan Terima Kasih

Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi YPMAK, Octovian Jangkup serahkan kunci kios kelontong kepada ibu Yusinta Wayawiyuta. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bantuan dan pengetahuan untuk memulai usaha kios yang diberikan YPMAK, akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi keluarga.

Jika selama ini, usaha kios hanya bisa dijalani oleh mereka dari luar Papua, kini usaha tersebut bisa dilakoni langsung oleh masyarakat pribumi, Amungme dan Kamoro.

Terkait dengan program ini, Yuliana Sawakurpi, salah satu penerima kios, mengucapkan syukur atas bantuan yang diberikan.

Yuliana berharap kios yang diterimanya dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Dengan bantuan ini semoga bisa meningkatkan ekonomi keluarga kami. Pelatihan yang diberikan juga menambah wawasan kami tentang cara mengelola usaha,” ujarnya.

Yuliana juga meminta YPMAK untuk terus memberikan pelatihan lanjutan, khususnya terkait pengelolaan keuangan dan strategi berbisnis.

Dengan pelatihan yang berkelanjutan, menurut Yuliana dapat menambah pengetahuan para pelaku usaha lokal, sehingga mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya.

“Terima kasih kepada Direktur YPMAK dan seluruh jajaran. Semoga melalui bantuan kios ini kami bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” ucapnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Aliansi Mahasiswa Papua-Jember Rilis Pernyataan Pers: Tolak PSN dan Kriminalisasi Rezim Militer

Aliansi Mahasiswa Papua-Jember Rilis Pernyataan Pers: Tolak PSN dan Kriminalisasi Rezim Militer

6 Juni 2026
Freeport Kelola Tailing Bernilai Guna, Anggaran Tembus Rp200–300 Juta Dolar per Tahun

Freeport Kelola Tailing Bernilai Guna, Anggaran Tembus Rp200–300 Juta Dolar per Tahun

6 Juni 2026
Sampah yang Dibuang ke TPA Iwaka Berkurang Dua Ton Setiap Hari Berkat Bank Sampah

Sampah yang Dibuang ke TPA Iwaka Berkurang Dua Ton Setiap Hari Berkat Bank Sampah

6 Juni 2026
Speedboat Bermuatan Apel Terombang-ambing Empat Hari di Perairan Asmat

Speedboat Bermuatan Apel Terombang-ambing Empat Hari di Perairan Asmat

6 Juni 2026
Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, PTFI Dorong Aksi Zero Waste di Mimika

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, PTFI Dorong Aksi Zero Waste di Mimika

5 Juni 2026
Benda Diduga Bom di Gereja Kingmi Intan Jaya Ternyata Biji Besi Lonceng

Benda Diduga Bom di Gereja Kingmi Intan Jaya Ternyata Biji Besi Lonceng

5 Juni 2026

POPULER

  • Atasi Ketimpangan Tenaga Pengajar, Disdik Mimika Atur Penempatan Guru Demi Pemerataan

    PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Prihatin! Satu Siswa SMP di Kota Timika Positif Narkotika

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

    616 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • SD Inpres Timika II Gelar Education Expo 2026, Tampilkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Papua

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    847 shares
    Bagikan 339 Tweet 212
  • Freeport Kelola Tailing Bernilai Guna, Anggaran Tembus Rp200–300 Juta Dolar per Tahun

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Kadis Koperasi dan UMKM Samuel Yogi Apresiasi Education Expo 2026 SDI Inpres Timika II

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
Yorrys Raweyai Kunjungi Polda Papua Tengah, Wakapolda Sampaikan Minim Infrastruktur Kepolisian

Yorrys Raweyai Kunjungi Polda Papua Tengah, Wakapolda Sampaikan Minim Infrastruktur Kepolisian

Dari Banjir ke Rumah Tak Layak Huni, Ini Prioritas Distrik Mimika Baru di Musrenbang 2026

Dari Banjir ke Rumah Tak Layak Huni, Ini Prioritas Distrik Mimika Baru di Musrenbang 2026

Liga 4 PSSI 2005-2026, Tim Asesmen dari Kepolisian Inspeksi Stadion Wania Imipi Timika

Liga 4 PSSI 2005-2026, Tim Asesmen dari Kepolisian Inspeksi Stadion Wania Imipi Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id