TIMIKA, Koranpapua.id- Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Tengah melakukan pemantauan pergerakan harga komoditas pangan yang sering mengalami fluktuasi di pasar lokal Timika, Kabupaten Mimika.
Melalui pemantauan itu, juga bertujuan mengevaluasi Stabilisasi Harga dan Rantai Pasok (Supply Chain) Pangan Strategis Triwulan I Tahun 2026, untuk mendapatkan potret ketahanan pangan di tingkat daerah.
Seperti dikutip koranpapua.id, Senin 2 Maret 2026, menyebutkan bahwa kegiatan evaluasi sudah berlangsung mulai tanggal 23 hingga 27 Februari 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa pemerintah daerah telah memberikan dukungan yang nyata, dalam mengantisipasi gejolak pasokan yang dapat membebani ekonomi masyarakat.
Dalam evaluasi tersebut, tim BPKP berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika untuk menelaah jalur distribusi dari hulu ke hilir.
Sinergi ini juga melibatkan dukungan teknis dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan guna mendapatkan data yang akurat mengenai harga dan distribusi pangan.
Dengan keterlibatan lintas sektor, BPKP berusaha membedah setiap hambatan teknis dalam rantai distribusi yang berpotensi menghambat keterjangkauan dan ketersediaan pangan di wilayah Mimika.
Meski tidak memaparkan hasil pemantauan lapangan, namun disebutkan seluruh permasalahan yang ditemukan akan menjadi rekomendasi untuk perbaikan kebijakan pengelolaan stabilisasi harga.
Termasuk mekanisme intervensi yang tepat sehingga berdampak pada kestabilan dan keterjangkauan harga pangan di Kabupaten Mimika. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







