TIMIKA, Koranpapua.id– Sebanyak 30 kader Posyandu di wilayah pesisir Kabupaten Mimika mendapatkan pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu, Selasa 24 Februari 2026.
Pelatihan yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, dibuka secara resmi oleh Lenny Silas, Kelapa Bidang Kesehatan Masyarakat mewakili Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui Project PASTI Papua yang didukung PT Freeport Indonesia (PTFI), bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Kesehatan.
Adapun puluhan kader Posyandu yang mengikuti pelatihan ini berasal dari kampung yang selama ini sudah mendapatkan pendampingan dari WVI.
Yakni, Atuka Kekwa, Kokonao, Manasari (Fanamo, Omawita, dan Ohotya/Otakwa), Ayuka, serta satu kampung dampingan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMK), yaitu Mioko.
Melalui pelatihan yang mengkolaborasi multipihak ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi kader Posyandu, khususnya yang bertugas di wilayah pesisir Mimika.
Dengan pelatihan ini juga diharapkan para kader Posyandu mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest guna mengukur sejauh mana pengetahuan dan pemahaman kader selama menjalankan tugas di Posyandu.
Lenny Silas, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Mimika dalam kesempatan itu menegaskan bahwa, pretest bukanlah ajang perlombaan, melainkan sarana evaluasi kemampuan awal para kader.
“Mama-mama tidak perlu takut dengan ujian tadi, karena itu bukan untuk melihat siapa yang pintar atau tidak. Kami hanya ingin mengetahui sejauh mana kemampuan mama-mama kader selama bertugas di Posyandu,” ujar Lenny.
Lenny berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan selama empat hari ke depan dengan penuh semangat dan rasa bahagia.
Menurutnya, setiap proses pembelajaran tentu memiliki tantangan, namun komitmen dan ketekunan akan menjadi kunci keberhasilan.
“Selama mengikuti kegiatan ini, pasti ada suka dan duka. Namun mama-mama kader jangan mudah bosan atau menyerah,” pesan Lenny.
“Ilmu yang diperoleh nantinya akan sangat berguna bagi masyarakat di kampung,” tambahnya memberikan motivasi.
Lenny juga menegaskan bahwa peran kader Posyandu saat ini semakin luas. Tidak hanya melayani bayi dan Balita, tetapi mencakup lima siklus kehidupan.
Yaitu, ibu hamil, bayi dan Balita, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia. Dengan semaikin luas peran para kader, Lenny berpesan agar dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, para kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Meski insentif yang diterima tidak seberapa jika dibandingkan dengan pengabdian.
Pada kesempatan itu, Lenny juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kader yang telah meluangkan waktu dengan menempuh perjalanan dari kampung masing-masing untuk mengikuti pelatihan ini.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada WVI selaku penyelenggara melalui Project PASTI Papua, PTFI dan Dinkes Mimika serta para fasilitator dari Puskesmas yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Melalui pelatihan ini, kader Posyandu semakin kompeten, percaya diri, dan siap menjadi garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Mimika,” tutup Lenny. (*)
Penulis: Nona Yani
Editor: Marthen LL Moru







