TIMIKA, Koranpapua.id- Penyerangan mendadak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di pos keamanan perusahaan tambang PT Kristalin Eka Lestari di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengakibatkan dua orang tewas.
Satu dari dua korban tewas merupakan prajurit TNI AD asal Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan atas nama Serda Hamdani.
Hamdani merupakan anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih yang berada di bawah Kodam XVII Cenderawasih, dengan penugasan menyelenggarakan fungsi intelejen yang meliputi penyelidikan, pengamanan dan penggalangan.
Sementara satu korban lainnya adalah warga sipil bernama Aksay Sandika Moho yang bertugas sebagai petugas keamanan perusahaan.
Pasca-insiden tersebut, aparat keamanan bersenjata lengkap langsung diterjunkan untuk mengamankan lokasi kejadian di Kampung Legari, Distrik Makimi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, serangan bermula saat kelompok bersenjata diduga memberondong kendaraan milik subkontraktor yang melintas di sekitar pos.
Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian menyerang pos keamanan hingga menghanguskan bangunan tersebut.
Dalam rekaman video amatir, terlihat bangunan pos milik PT Kristalin Eka Lestari sudah dalam kondisi rata dengan tanah akibat terbakar.
Petugas yang tiba di lokasi sempat berupaya memadamkan sisa-sisa api sebelum mengevakuasi para korban.
Selain menimbulkan korban jiwa, kelompok penyerang juga dilaporkan membawa kabur sejumlah inventaris keamanan.
Di antaranya satu pucuk senjata api jenis Pistol G2 Combat, magazen, dan 10 butir amunisi kaliber 9 milimeter.
Orang tua korban, Hamka menuturkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Serda Hamdani tengah menjalankan tugas negara.
Dia mengaku tidak menyangka komunikasi terakhir pada pertengahan Februari 2026 lalu menjadi percakapan penutup.
Saat itu, almarhum sempat mengirimkan uang untuk persiapan kebutuhan bulan Ramadan bagi keluarga.
“Almarhum orang yang baik dan bertanggung jawab. Kami terakhir bicara saat dia kirim uang buat puasa,” ujar Hamka.
Serda Hamdani diketahui telah bertugas di Papua sejak tahun 2024. Sebelumnya, ia berdinas di Batalyon 726 Bone. Almarhum juga pernah menjadi Babinsa di Kabupaten Soppeng.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil. Serda Hamdani rencananya akan dimakamkan secara militer di kampung halamannya sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian terakhirnya kepada NKRI. (Redaksi)










