TIMIKA, Koranpapua.id- Hari Rabu tanggal 11 Februari 2026, dunia penerbangan nasional kembali berduka.
Dua awak pesawat Smart Air, masing-masing Egon Erawan (Pilot) dan Baskoro Adi Anggoro (Co-Pilot), meregang nyawa.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan eksekusi keduanya sesaat setelah pesawat mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
Siapa dalang dibalik peristiwa penembakan ini? Berikut hasil penyelidikan sementara yang dilakukan aparat keamanan sebagaimana dilansir Berita Militer, Sabtu 14 Februari 2026.
Elkius Kobak, nama itu kembali mencuat setelah aparat keamanan menyebut ia sebagai pimpinan KKB yang diduga berada di balik penembakan itu.
Elkius Kobak dikenal sebagai salah satu pimpinan KKB yang aktif di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kelompoknya kerap dikaitkan dengan sejumlah aksi penyerangan terhadap aparat keamanan maupun warga sipil di wilayah pedalaman Papua.
Aparat menyebut kelompok ini memiliki basis di daerah pegunungan dan hutan yang sulit dijangkau, sehingga menyulitkan proses penegakan hukum.
Pernah Klaim Tewaskan Prajurit TNI
Sebelumnya, kelompok yang dipimpin Elkius Kobak juga sempat mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap aparat TNI di wilayah konflik Papua.
Dalam beberapa pernyataan yang beredar, kelompok tersebut mengaku menewaskan prajurit TNI dalam kontak tembak.
Namun, pihak TNI pada sejumlah kesempatan membantah klaim tersebut dan menyatakan informasi yang disebarkan kelompok bersenjata itu tidak sepenuhnya benar.
Aparat Lakukan Pengejaran
Pasca penembakan pesawat Smart Air, aparat gabungan TNI-Polri meningkatkan pengamanan dan melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut.
Operasi penegakan hukum difokuskan di wilayah Yahukimo dan daerah perbatasan yang diduga menjadi jalur pergerakan kelompok ini.
Hingga kini, aparat masih mendalami kronologi lengkap penembakan serta mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan aktor intelektual di balik serangan yang menewaskan dua awak pesawat tersebut.
Kasus ini kembali menyoroti situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua yang masih rawan aksi kekerasan bersenjata.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, setelah dilakukan penyelidikan, polisi mendapatkan fakta bahwa penembakan dilakukan oleh KKB Batalyon Kanibal atau Semut Merah.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, kelompok yang diduga terlibat dalam penembakan itu merupakan KKB dari wilayah Yahukimo.
“Saat ini aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok yang bertanggung jawab atas aksi tersebut,” ujarnya di Jayapura, Kamis 13 Februari 2026.
Dalam peristiwa itu, tidak saja menewaskan pilot dan co-pilot, KKB juga menembak beberapa bagian pesawat hingga mengalami kerusakan.
Kerusakan terdapat pada bagian sisi kanan jendela yang temukan pecah, dan kebocoran pada tangki bahan bakar (avtur).
Dalam pelaksanaan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan Satgas Operasi Cartenz ditemukan 13 lubang di badan pesawat akibat terjangan peluru. (Redaksi)







