ADVERTISEMENT
Kamis, Mei 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Dorong Perubahan Perilaku Hidup Sehat, YPMAK Gandeng YRC Gelar Pelatihan STBM Kampung

“Kolaborasi menjadi kunci. Ini bukan hanya mandat pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, termasuk peran media dalam mendorong kesadaran masyarakat”.

10 Februari 2026
0
Dorong Perubahan Perilaku Hidup Sehat, YPMAK Gandeng YRC Gelar Pelatihan STBM Kampung

YPMAK gandeng Yayasan Rumsram menggelar Pelatihan Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kampung selama dua hari, pada 10–11 Februari 2026. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bekerja sama dengan Yayasan Rumsram Coaching (YRC) menggelar Pelatihan Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kampung.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung di Timika selama dua hari, dimulai hari ini, Selasa 10 Februari sampai Rabu 11 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Ishak Matarihi, Direktur Yayasan Rumsram, mengatakan pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas fasilitator lapangan dalam mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di kampung-kampung, khususnya terkait sanitasi dan kesehatan lingkungan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menegaskan bahwa persoalan sanitasi, kesehatan anak, hingga ekonomi masyarakat tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah tetapi perlu keterlibatan semua pihak.

Baca Juga

Hadirkan Senyum untuk Warga Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Pos Mulia Gelar Kegiatan Sosial

Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

“Pekerjaan di tanah ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus bersama-sama, pemerintah, swasta, lembaga adat, gereja, pemerintahan kampung, dan masyarakat,” ujar Ishak.

“Kita bertanggung jawab bersama untuk mengurangi persoalan sanitasi, rendahnya literasi anak, dan keterbatasan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ishak menjelaskan, STBM memiliki lima pilar utama, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah, serta pengelolaan limbah cair.

Namun dalam praktiknya, pelaksanaan di lapangan masih didominasi oleh pilar pertama dan kedua.

“Dorongan untuk penerapan lima pilar secara utuh selama ini lebih banyak dilakukan oleh NGO. Di Papua, baru Kabupaten Biak dan Jayapura yang berstatus Open Defecation Free (ODF),” pungkasnya.

Ishak menyebutkan, dari 16 kampung dampingan, lima kampung disiapkan mencapai status ODF murni, sementara 15 kampung lainnya ditargetkan tuntas hingga tahun depan.

Adapun lima kampung tersebut yaitu, Kampung Mioko, Aikawapuka, Amungun, Emkomahlama, dan Ohotya.

Pelatihan ini menjadi ruang diskusi untuk menyusun strategi percepatan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kolaborasi menjadi kunci. Ini bukan hanya mandat pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, termasuk peran media dalam mendorong kesadaran masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program YPMAK, Feri Magai Uamang, menyoroti tantangan besar penerapan STBM, baik di wilayah perkotaan, pedalaman, maupun pesisir.

“Permasalahan STBM ini sangat kompleks karena berkaitan dengan kebiasaan dan cara hidup masyarakat yang sudah berlangsung ratusan tahun,” ungkapnya.

Karenanya untuk mengubah perilaku hidup sehat tentu membutuhkan waktu, pendekatan yang tepat, dan kerja sama semua pihak.

Feri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan dinas terkait yang selama ini bersinergi dengan YPMAK dalam pelaksanaan program Kampung Sehat dan program pemberdayaan lainnya.

Menurut Feri, pengalaman lapangan para fasilitator selama setahun terakhir menjadi modal penting untuk menentukan strategi pendekatan yang lebih efektif.

Ia berharap melalui pelatihan ini, pengetahuan dan keterampilan fasilitator semakin meningkat dalam menjawab tantangan di masyarakat.

“Kami memiliki keterbatasan sumber daya sehingga belum bisa menjangkau semua wilayah. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting agar intervensi dapat diperluas dan dampak program semakin besar,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara YPMAK, Yayasan Rumsram, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mewujudkan kampung-kampung yang sehat, bebas BABS, dan berkelanjutan di Tanah Papua. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hadirkan Senyum untuk Warga Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Pos Mulia Gelar Kegiatan Sosial

Hadirkan Senyum untuk Warga Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Pos Mulia Gelar Kegiatan Sosial

14 Mei 2026
Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

Nobar Film Pesta Babi di Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

14 Mei 2026
Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

Rolling Jabatan Belum Dilakukan, Bupati Johannes Rettob Minta ASN Fokus Bekerja

14 Mei 2026
Ditutup Sementara, Pemprov Papua akan Lakukan Perbaikan Kerusakan Stadion Lukas Enembe

Ditutup Sementara, Pemprov Papua akan Lakukan Perbaikan Kerusakan Stadion Lukas Enembe

14 Mei 2026
Peristiwa Dogiyai Berdarah: Empat Personel Polres Nabire Dipecat, Kapolsek Kamu Demosi Tiga Tahun

Peristiwa Dogiyai Berdarah: Empat Personel Polres Nabire Dipecat, Kapolsek Kamu Demosi Tiga Tahun

14 Mei 2026
Gakkum Kehutanan Lacak Pemodal Tambang Ilegal Nabire, 10 Alat Berat dan Tujuh WNA China Diamankan

Gakkum Kehutanan Lacak Pemodal Tambang Ilegal Nabire, 10 Alat Berat dan Tujuh WNA China Diamankan

14 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    952 shares
    Bagikan 381 Tweet 238
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    684 shares
    Bagikan 274 Tweet 171
  • Enam Gubernur dan 42 Bupati se-Papua Raya Kumpul di Timika, Ini yang Dibahas

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • OPM Pimpinan Guspi Waker Diduga Pelaku Penembakan yang Menewaskan Warga di Tembagapura

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Kapolres Frits Erari Pimpin Langsung Pemeriksaan Kendaraan Dinas Personel Polres Supiori

Kapolres Frits Erari Pimpin Langsung Pemeriksaan Kendaraan Dinas Personel Polres Supiori

Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id