ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Dorong Perubahan Perilaku Hidup Sehat, YPMAK Gandeng YRC Gelar Pelatihan STBM Kampung

“Kolaborasi menjadi kunci. Ini bukan hanya mandat pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, termasuk peran media dalam mendorong kesadaran masyarakat”.

10 Februari 2026
0
Dorong Perubahan Perilaku Hidup Sehat, YPMAK Gandeng YRC Gelar Pelatihan STBM Kampung

YPMAK gandeng Yayasan Rumsram menggelar Pelatihan Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kampung selama dua hari, pada 10–11 Februari 2026. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bekerja sama dengan Yayasan Rumsram Coaching (YRC) menggelar Pelatihan Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kampung.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung di Timika selama dua hari, dimulai hari ini, Selasa 10 Februari sampai Rabu 11 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Ishak Matarihi, Direktur Yayasan Rumsram, mengatakan pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas fasilitator lapangan dalam mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di kampung-kampung, khususnya terkait sanitasi dan kesehatan lingkungan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menegaskan bahwa persoalan sanitasi, kesehatan anak, hingga ekonomi masyarakat tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah tetapi perlu keterlibatan semua pihak.

Baca Juga

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

Di Tengah Pegunungan Papua, Satgas Pasgat Mulia Salurkan Harapan Nyata Lewat Donor Darah HUT ke-81 RI

“Pekerjaan di tanah ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus bersama-sama, pemerintah, swasta, lembaga adat, gereja, pemerintahan kampung, dan masyarakat,” ujar Ishak.

“Kita bertanggung jawab bersama untuk mengurangi persoalan sanitasi, rendahnya literasi anak, dan keterbatasan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ishak menjelaskan, STBM memiliki lima pilar utama, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah, serta pengelolaan limbah cair.

Namun dalam praktiknya, pelaksanaan di lapangan masih didominasi oleh pilar pertama dan kedua.

“Dorongan untuk penerapan lima pilar secara utuh selama ini lebih banyak dilakukan oleh NGO. Di Papua, baru Kabupaten Biak dan Jayapura yang berstatus Open Defecation Free (ODF),” pungkasnya.

Ishak menyebutkan, dari 16 kampung dampingan, lima kampung disiapkan mencapai status ODF murni, sementara 15 kampung lainnya ditargetkan tuntas hingga tahun depan.

Adapun lima kampung tersebut yaitu, Kampung Mioko, Aikawapuka, Amungun, Emkomahlama, dan Ohotya.

Pelatihan ini menjadi ruang diskusi untuk menyusun strategi percepatan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kolaborasi menjadi kunci. Ini bukan hanya mandat pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, termasuk peran media dalam mendorong kesadaran masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program YPMAK, Feri Magai Uamang, menyoroti tantangan besar penerapan STBM, baik di wilayah perkotaan, pedalaman, maupun pesisir.

“Permasalahan STBM ini sangat kompleks karena berkaitan dengan kebiasaan dan cara hidup masyarakat yang sudah berlangsung ratusan tahun,” ungkapnya.

Karenanya untuk mengubah perilaku hidup sehat tentu membutuhkan waktu, pendekatan yang tepat, dan kerja sama semua pihak.

Feri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan dinas terkait yang selama ini bersinergi dengan YPMAK dalam pelaksanaan program Kampung Sehat dan program pemberdayaan lainnya.

Menurut Feri, pengalaman lapangan para fasilitator selama setahun terakhir menjadi modal penting untuk menentukan strategi pendekatan yang lebih efektif.

Ia berharap melalui pelatihan ini, pengetahuan dan keterampilan fasilitator semakin meningkat dalam menjawab tantangan di masyarakat.

“Kami memiliki keterbatasan sumber daya sehingga belum bisa menjangkau semua wilayah. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting agar intervensi dapat diperluas dan dampak program semakin besar,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara YPMAK, Yayasan Rumsram, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mewujudkan kampung-kampung yang sehat, bebas BABS, dan berkelanjutan di Tanah Papua. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

54 Paskibra Mimika Dikukuhkan, Johannes Rettob: Kehormatan Ini Harus Jadi Kekuatan

16 Agustus 2026
72 Anggota Paskibra PTFI Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Kuala Kencana

Di Tengah Pegunungan Papua, Satgas Pasgat Mulia Salurkan Harapan Nyata Lewat Donor Darah HUT ke-81 RI

16 Agustus 2026
Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

72 Anggota Paskibra PTFI Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Kuala Kencana

16 Agustus 2026
Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

Duka Gempa Flores, Flobamora Mimika Buka Donasi: “Saatnya Kita Bergerak untuk Saudara di NTT”

16 Agustus 2026
Tujuh Personel Polisi Dilaporkan Terluka dalam Demo Protes Penempatan Militer di Papua 

Tujuh Personel Polisi Dilaporkan Terluka dalam Demo Protes Penempatan Militer di Papua 

16 Agustus 2026
Kunker di Papua Tengah, Yorrys Rawayei: Serap Aspirasi untuk Didorong ke Pemerintah Pusat

Yorrys Raweyai: Keberhasilan Otsus Tidak Cukup Diukur dari Besarnya Anggaran, Tapi Manfaat yang Dirasakan Masyarakat 

16 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    909 shares
    Bagikan 364 Tweet 227
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    679 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
Next Post
Kapolres Frits Erari Pimpin Langsung Pemeriksaan Kendaraan Dinas Personel Polres Supiori

Kapolres Frits Erari Pimpin Langsung Pemeriksaan Kendaraan Dinas Personel Polres Supiori

Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id