ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Proviciat! Faradiba Anugerah Kaay Tabuni Bukukan Jadi Perempuan Psikolog Pertama dari Papua Pegunungan

“Karena itu, kami ingin membawa ilmu dengan kerendahan hati, belajar memahami sebelum menyimpulkan, dan mendengar sebelum memberi makna”.

31 Januari 2026
0
Proviciat! Faradiba Anugerah Kaay Tabuni Bukukan Jadi Perempuan Psikolog Pertama dari Papua Pegunungan

Perempuan asli tanah Papua dari Papua Pegunungan, Faradiba Anugerah Kaay Tabuni, S.Psi, Psikolog usai dikukuhkan sebagai psikolog pertama lulusan Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Kamis 29 Januari 2026. (Foto Istimewa koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SEMARANG, Koranpapua.id- Kabar gembira bagi pemerintah Papua Pegunungan, dunia akademik, masyarakat, dan pemangku kepentingan di wilayah adat Lapago (Papua Pegunungan) maupun tanah Papua umumnya.

Perempuan asli Papua Pegunungan, Faradiba Anugerah Kaay Tabuni, S.Psi, Psikolog, membukukan namanya sebagai psikolog pertama lulusan Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Kamis 29 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

“Saya memanjatkan syukur kepada Tuhan atas kuasa-Nya sehingga boleh menyelesaikan studi hingga meraih profesi psikolog di jurusan Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Saya juga bersyukur, capaian akademik ini juga berkat doa dan dukungan suami, anak-anak, keluarga terkasih, dan semua pihak,” ujar Faradiba di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 31 Januari 2026.

Baca Juga

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

Faradiba Kaay mengaku, prestasi akademik ini juga sangat berkesan dan dilewati penuh perjuangan.

Namun, prestasi itu juga ditopang pengalamannya aktif dan bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tangan Peduli Yayasan Kemanusiaan.

Pengalaman menjadi konselor dan keterlibatannya dalam proses pendampingan ODHA dan anak-anak jalanan di Kabupaten Jayawijaya.

“Pengalaman sebelumnya menjadi asisten Dokter SP.Kj (Psikiater) di RSUD Wamena juga sangat membantu saya merampungkan kuliah hingga meraih profesi psikolog,” tuturnya.

Dikatakan, dalam berbagai pengalaman sebelumnya, dirinya melihat banyak pasien yang perlu ditolong tanpa obat tetapi melalui terapi.

Faradiba mengaku, tahun 2024 ia memutuskan untuk melanjutkan studi profesi Psikolog di Unika Soegijapranata Semarang.

Bersama puluhan rekannya tercatat menjadi angkatan pertama di Unika Soegijapranata, yang dikenal kampus terbaik jurusan Psikologi di Jawa Tengah.

“Unika Soegijapranata salah satu penyelenggaraan pendidikan profesi psikolog dari 19 universitas di seluruh Indonesia,” ujar Faradiba.

Faradiba, Kamis 29 Januari 2026 lulus Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata, sekaligus disumpah sebagai Psikolog angkatan pertama di kampus yang terletak di Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Dhuwur, Semarang, Jawa Tengah.

Faradiba juga menyampaikan bahwa Fakultas Psikologi Soegijapranata juga menorehkan tonggak sejarah baru dengan meluluskan 47 psikolog dari angkatan pertama Program Pendidikan Profesi Psikolog.

Para lulusan ini mengikuti sumpah profesi psikolog pada Kamis 29 Januari sebagai penanda kesiapan mereka memberikan layanan psikologi secara profesional kepada masyarakat.

Rektor Universitas Katolik Soegijapranata, Ir Robertus Setiawan Aji Nugroho, ST, M.Comp.IT, Ph.D mengatakan, kelulusan ini merupakan bentuk kesiapan kampus dalam menjawab perubahan regulasi.

Khususnya regulasi pendidikan psikologi nasional pasca ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Pendidikan dan Layanan Psikologi (UU PLP).

“UU PLP menegaskan pemisahan jalur akademik dan profesi. SCU secara institusional berkomitmen memastikan lulusan profesi psikolog, tidak hanya memenuhi standar regulasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan integritas moral,” ujar Aji Nugroho.

Dekan Fakultas Psikologi SCU Dr Dra Kristiana Haryanti, M.Si, Psikolog dalam kesempatan itu menjelaskan, Program Profesi Psikolog SCU memiliki sejarah panjang sejak 1999 dan terus beradaptasi mengikuti dinamika kebijakan nasional.

“Mulai dari sarjana plus, magister psikologi profesi hingga kembali ke jenjang profesi psikolog umum pada 2022, kami menjaga mutu pendidikan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah,” kata Haryanti.

Haryanti menambahkan, meski kurikulum mengalami perubahan, karakter lulusan SCU tetap konsisten, yakni psikolog yang kompeten dalam layanan promotif, preventif, dan kuratif.

Serta selalu menjunjung etika profesi serta berpijak pada nilai-nilai kristiani seperti cinta kasih, keadilan, dan kejujuran.

Sementara itu Ketua Program Profesi Psikolog SCU Dr Suparmi, M.Si, Psikolog dalam kesempatan itu memaparkan proses pendidikan yang telah dilalui oleh para calon psikolog.

Mahasiswa angkatan pertama menempuh pendidikan selama tiga semester, terdiri dari satu semester teori dan dua semester praktik layanan psikologi di lapangan.

“Pada semester keempat, mereka mengikuti Uji Kompetensi Profesi Psikolog Umum bersama HIMPSI dan dinyatakan layak menyandang profesi psikolog,” ujar Suparmi lebih lanjut.

Menurut Suparmi, pelaksanaan sumpah profesi untuk angkatan pertama ini dilakukan secara khusus dan terpisah dari yudisium fakultas sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian bersejarah tersebut.

Dari sisi lulusan, Ellena Ayu Susanto dan Faradiba Anugrah Kaay, mengungkapkan, proses pendidikan yang mereka jalani tidak hanya membentuk kompetensi keilmuan, tetapi juga kepekaan kemanusiaan.

“Pembelajaran di SCU sangat kaya karena kami datang dari latar budaya dan pengalaman yang berbeda. Hal ini memperluas cara pandang kami dalam memahami manusia secara utuh,” ujar Ayu Susanto dan Faradiba Kaay.

Saat menyampaikan sambutan mewakili para lulusan, Faradiba Kaay mengajak hadirin memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, karena dapat dipertemukan dalam momen yang sangat bermakna yaitu yudisium dan pengambilan sumpah/janji profesi psikolog.

Sumpah/janji profesi yang diucapkan adalah pengingat bahwa menyandang sebutan psikolog berarti memikul tanggung jawab moral, ilmiah, dan etis.

Hal ini, katanya, bukan akhir dari pendidikan tetapi awal dari sebuah komitmen untuk menjaga martabat manusia, melindungi kerahasiaan.

Menghormati otonomi klien, bekerja berdasarkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan, dan terus belajar sepanjang hayat.

“Izinkan saya menyampaikan refleksi singkat yang sekaligus menjadi suara syukur dan harapan. Saya berasal dari Provinsi Papua Pegunungan, wilayah yang kaya budaya tetapi juga lama hidup dalam keterbatasan layanan kesehatan jiwa”.

“Saya menyaksikan bagaimana banyak orang memendam beban batin tanpa ruang aman untuk bercerita. Tidak semua orang memiliki akses pada pendampingan psikologis. Tidak semua luka sempat diberi bahasa dan tidak semua sistem siap menampung kebutuhan pemulihan,” ungkapnya.

Pengalaman itu diakui Faradiba menanamkan satu kesadaran yang kuat. Niat baik saja tidak cukup. Tanpa kompetensi, etika, kepekaan budaya, dan niat baik justru bisa melukai.

Pendidikan profesi ini menolong saya dan kami semua untuk memahami bahwa tugas psikolog bukan menjadi penyelamat.

Melainkan menjadi rekan perjalanan bagi individu, keluarga, dan komunitas dalam proses pemulihan mereka.

Psikologi yang hadir tanpa memahami budaya berisiko menjadi bentuk kekerasan yang halus.

Karena itu, kami ingin membawa ilmu dengan kerendahan hati, belajar memahami sebelum menyimpulkan, dan mendengar sebelum memberi makna,” ujarnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

Distrik Tembagapura Gelar Sepekan Perayaan HUT Ke-81 RI di Wa Banti, Hadirkan Lomba hingga Konser

3 Agustus 2026
SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

SMAN 2 Nabire Bangkit, Wakili Papua Tengah di Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

3 Agustus 2026
Upaya Pengiriman 95 Gram Ganja ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

Upaya Pengiriman 95 Gram Ganja ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

3 Agustus 2026
Dinkes Mimika Mulai Kampanye Germas dan PHBS di Kelurahan Koperapoka

Dinkes Mimika Mulai Kampanye Germas dan PHBS di Kelurahan Koperapoka

3 Agustus 2026
Polres Mimika Kerahkan 231 Personel Amankan Aksi KNPB di Timika

Polres Mimika Kerahkan 231 Personel Amankan Aksi KNPB di Timika

3 Agustus 2026
KNPB Timika Klaim 125 Ribu Warga Papua Mengungsi, Desak Pemerintah Tempuh Solusi Damai

KNPB Timika Klaim 125 Ribu Warga Papua Mengungsi, Desak Pemerintah Tempuh Solusi Damai

3 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    646 shares
    Bagikan 258 Tweet 162
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    583 shares
    Bagikan 233 Tweet 146
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    604 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    567 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Taruna Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebabnya

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Lewati Hutan dan Sungai di Pegunungan Bintang, Prajurit TNI AD Evakuasi Ibu Hamil

Lewati Hutan dan Sungai di Pegunungan Bintang, Prajurit TNI AD Evakuasi Ibu Hamil

Aksi Begal Sadis di Timika, Seorang Pelajar Kehilangan Tangan Akibat Tebasan Parang

Polisi Gerak Cepat, Berhasil Tangkap Pelaku Begal yang Tebas Tangan Pelajar di Timika

1.885 Ekor Kepiting Bakau Asal Papua Selatan Dikirim ke Jakarta, Bali dan Makassar

1.885 Ekor Kepiting Bakau Asal Papua Selatan Dikirim ke Jakarta, Bali dan Makassar

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id